Cari disini...
Seputar Kaltim
Pasar Pagi Samarinda (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan penanganan masalah tampias hujan di Gedung Pasar Pagi akan dilaksanakan tahun ini.
Anggaran sekitar Rp3 miliar telah dialokasikan dan saat ini proses pekerjaan memasuki tahap lelang dengan target penyelesaian paling lambat Desember 2026.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan anggaran perbaikan telah tersedia melalui mekanisme pergeseran anggaran, sehingga proyek dapat segera dijalankan tanpa harus menunggu perubahan APBD.
Menurutnya, pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum akhir tahun, agar keluhan pedagang dan pengunjung terkait tempias hujan dapat segera teratasi.
“Yang jelas saya cek anggarannya sudah ada, sekitar Rp3 miliar. Ini proses lelang, pokoknya Desember harus sudah selesai,” ujar Marnabas, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan penanganan yang dilakukan akan menggunakan sistem sliding atau penutup bergerak pada bagian bangunan yang selama ini menjadi titik masuk tampias saat hujan deras.
Marnabas mengakui desain awal Pasar Pagi dibuat lebih terbuka untuk mendukung sirkulasi udara berdasarkan rekomendasi tenaga ahli. Namun dalam perkembangannya, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air hujan masuk ke area dalam gedung setelah pasar mulai beroperasi.
“Waktu perencanaan kita berpikir untuk sirkulasi udara. Setelah ditempati ternyata muncul tampias. Intensitas hujan sekarang juga luar biasa,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan pemerintah telah mengambil langkah perbaikan sesuai prosedur penganggaran yang berlaku.
Selain penanganan tampias, Pemkot Samarinda juga melakukan evaluasi terhadap fasilitas pendukung di Pasar Pagi. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang sebelumnya sempat diwacanakan untuk penanganan tampias kini dialihkan untuk pembangunan dan penyempurnaan fasilitas tangga.
Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penambahan eskalator di sisi depan dan belakang gedung pasar guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Menurut Marnabas, hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar pengunjung lebih memilih masuk melalui akses yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada sehingga terjadi penumpukan pada lift tertentu. Padahal, tersedia lift lain yang dapat digunakan melalui akses berbeda.
Ia menilai kondisi tersebut lebih disebabkan kurangnya informasi kepada masyarakat dibanding keterbatasan fasilitas yang tersedia.
“Terdapat dua lift yang bisa digunakan, tetapi banyak masyarakat hanya mengetahui akses yang dekat Gajah Mada. Nanti akan kita perbaiki informasi dan petunjuk arahnya,” tandasnya.
Pemkot Samarinda berencana menambah papan informasi dan petunjuk arah di sejumlah titik agar pengunjung lebih mudah menemukan akses lift, maupun fasilitas lain yang tersedia di dalam gedung Pasar Pagi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pasar Pagi Samarinda (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan penanganan masalah tampias hujan di Gedung Pasar Pagi akan dilaksanakan tahun ini.
Anggaran sekitar Rp3 miliar telah dialokasikan dan saat ini proses pekerjaan memasuki tahap lelang dengan target penyelesaian paling lambat Desember 2026.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan anggaran perbaikan telah tersedia melalui mekanisme pergeseran anggaran, sehingga proyek dapat segera dijalankan tanpa harus menunggu perubahan APBD.
Menurutnya, pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum akhir tahun, agar keluhan pedagang dan pengunjung terkait tempias hujan dapat segera teratasi.
“Yang jelas saya cek anggarannya sudah ada, sekitar Rp3 miliar. Ini proses lelang, pokoknya Desember harus sudah selesai,” ujar Marnabas, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan penanganan yang dilakukan akan menggunakan sistem sliding atau penutup bergerak pada bagian bangunan yang selama ini menjadi titik masuk tampias saat hujan deras.
Marnabas mengakui desain awal Pasar Pagi dibuat lebih terbuka untuk mendukung sirkulasi udara berdasarkan rekomendasi tenaga ahli. Namun dalam perkembangannya, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air hujan masuk ke area dalam gedung setelah pasar mulai beroperasi.
“Waktu perencanaan kita berpikir untuk sirkulasi udara. Setelah ditempati ternyata muncul tampias. Intensitas hujan sekarang juga luar biasa,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan pemerintah telah mengambil langkah perbaikan sesuai prosedur penganggaran yang berlaku.
Selain penanganan tampias, Pemkot Samarinda juga melakukan evaluasi terhadap fasilitas pendukung di Pasar Pagi. Dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang sebelumnya sempat diwacanakan untuk penanganan tampias kini dialihkan untuk pembangunan dan penyempurnaan fasilitas tangga.
Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penambahan eskalator di sisi depan dan belakang gedung pasar guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Menurut Marnabas, hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar pengunjung lebih memilih masuk melalui akses yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada sehingga terjadi penumpukan pada lift tertentu. Padahal, tersedia lift lain yang dapat digunakan melalui akses berbeda.
Ia menilai kondisi tersebut lebih disebabkan kurangnya informasi kepada masyarakat dibanding keterbatasan fasilitas yang tersedia.
“Terdapat dua lift yang bisa digunakan, tetapi banyak masyarakat hanya mengetahui akses yang dekat Gajah Mada. Nanti akan kita perbaiki informasi dan petunjuk arahnya,” tandasnya.
Pemkot Samarinda berencana menambah papan informasi dan petunjuk arah di sejumlah titik agar pengunjung lebih mudah menemukan akses lift, maupun fasilitas lain yang tersedia di dalam gedung Pasar Pagi.
(Sf/Lo)