Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinsos Paser, Hasanuddin. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Paser bersiap menyalurkan bantuan darurat air minum kemasan untuk warga terdampak krisis air di wilayah Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan.
Kepala Dinsos Paser, Hasanuddin menyebut, pihaknya mengambil skema penanganan khusus dengan mengalihkan jenis bantuan menjadi air mineral kemasan siap minum. Langkah cepat itu diambil agar warga dapat langsung mengonsumsi bantuan air tanpa perlu memindahkan ke wadah penampung.
"Iya, jadi kita rencananya belikan air mineral kemasan siap minum," kata Hasanuddin, Sabtu (17/10/2026).
Prosedur administrasi pengadaan bantuan darurat tersebut saat ini telah diajukan dan diproses melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Paser. Dinsos Paser memastikan pembelian pasokan air mineral kemasan akan segera dilakukan begitu surat persetujuan anggaran diterbitkan.
Bantuan air mineral kemasan itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumsi warga Tanjung Harapan selama 10 hari ke depan. Dinsos Paser mengalkulasikan besaran bantuan secara terukur agar setiap jiwa mendapatkan alokasi yang memadai.
Skema pendistribusian dihitung berdasarkan standar kebutuhan minimal, yakni satu liter air per orang setiap harinya. Untuk menekan biaya pengadaan agar lebih efisien, Dinsos memilih opsi pembelian air kemasan dalam bentuk dus.
"Kita sediakan per jiwa itu satu liter buat mereka perharinya," tambahnya.
Dengan perhitungan per jiwa, setiap keluarga akan menerima pasokan yang disesuaikan dengan jumlah anggota rumah tangganya. Hasanuddin menilai, pola penyaluran itu paling praktis untuk memenuhi kebutuhan mendesak ribuan warga di kawasan pesisir tersebut.
Selain persoalan penampungan, keterbatasan akses jalan darat menuju Tanjung Harapan menjadi alasan utama petugas menerjunkan bantuan air kemasan. Transportasi darat penunggang beban berat seperti truk tangki air masih belum memungkinkan menembus lokasi tersebut.
Kendala infrastruktur serupa juga ditemukan di beberapa titik pesisir lain seperti kawasan Air Mati, Desa Harapan Baru. Pengiriman menggunakan truk tangki di wilayah tersebut dihindari guna mencegah risiko kerusakan jembatan yang dapat membahayakan keselamatan.
Hasanuddin menegaskan, pihaknya akan memfasilitasi permohonan bantuan air bersih dari masyarakat yang terdampak. Meski demikian, alokasi dan pengiriman bantuan sosial itu tetap dilaksanakan secara tertib berdasarkan urutan permohonan resmi yang masuk.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinsos Paser, Hasanuddin. (Foto: Padliannor)
Tana Paser - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Paser bersiap menyalurkan bantuan darurat air minum kemasan untuk warga terdampak krisis air di wilayah Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan.
Kepala Dinsos Paser, Hasanuddin menyebut, pihaknya mengambil skema penanganan khusus dengan mengalihkan jenis bantuan menjadi air mineral kemasan siap minum. Langkah cepat itu diambil agar warga dapat langsung mengonsumsi bantuan air tanpa perlu memindahkan ke wadah penampung.
"Iya, jadi kita rencananya belikan air mineral kemasan siap minum," kata Hasanuddin, Sabtu (17/10/2026).
Prosedur administrasi pengadaan bantuan darurat tersebut saat ini telah diajukan dan diproses melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Paser. Dinsos Paser memastikan pembelian pasokan air mineral kemasan akan segera dilakukan begitu surat persetujuan anggaran diterbitkan.
Bantuan air mineral kemasan itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumsi warga Tanjung Harapan selama 10 hari ke depan. Dinsos Paser mengalkulasikan besaran bantuan secara terukur agar setiap jiwa mendapatkan alokasi yang memadai.
Skema pendistribusian dihitung berdasarkan standar kebutuhan minimal, yakni satu liter air per orang setiap harinya. Untuk menekan biaya pengadaan agar lebih efisien, Dinsos memilih opsi pembelian air kemasan dalam bentuk dus.
"Kita sediakan per jiwa itu satu liter buat mereka perharinya," tambahnya.
Dengan perhitungan per jiwa, setiap keluarga akan menerima pasokan yang disesuaikan dengan jumlah anggota rumah tangganya. Hasanuddin menilai, pola penyaluran itu paling praktis untuk memenuhi kebutuhan mendesak ribuan warga di kawasan pesisir tersebut.
Selain persoalan penampungan, keterbatasan akses jalan darat menuju Tanjung Harapan menjadi alasan utama petugas menerjunkan bantuan air kemasan. Transportasi darat penunggang beban berat seperti truk tangki air masih belum memungkinkan menembus lokasi tersebut.
Kendala infrastruktur serupa juga ditemukan di beberapa titik pesisir lain seperti kawasan Air Mati, Desa Harapan Baru. Pengiriman menggunakan truk tangki di wilayah tersebut dihindari guna mencegah risiko kerusakan jembatan yang dapat membahayakan keselamatan.
Hasanuddin menegaskan, pihaknya akan memfasilitasi permohonan bantuan air bersih dari masyarakat yang terdampak. Meski demikian, alokasi dan pengiriman bantuan sosial itu tetap dilaksanakan secara tertib berdasarkan urutan permohonan resmi yang masuk.
(Sf/Rs)