Seputar Kaltim

    Atasi Keterbatasan Air Baku, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Terapkan Rekayasa Distribusi Air Bersih

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    07 Mei 2024 pukul 21:46 WITA

    Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Yudhi Saharuddin. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Untuk mengatasi keterbatasan air baku di Kota Balikpapan, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berinisiatif mengambil langkah proaktif.

    Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, bahwa ini tantangan bagi PTMB dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat.

    "Berdasarkan laporan terakhir, kapasitas air untuk Bendungan Teritip sekitar 200 liter per detik. Sementara kapasitas air di Waduk Manggar sekitar 1.100 liter per detik," ucap Yudhi panggilan akrabnya kepada awak media, Selasa (7/5/2024).

    Melihat kondisi tersebut, PTMB berinisiatif melakukan rekayasa distribusi air bersih dengan sistem buka tutup valve di area tertentu. Hal ini guna memastikan pembagian air yang merata dan adil kepada seluruh pelanggan.

    "Hal ini dilakukan agar pelanggan yang selama ini jarang teraliri air bersih dapat memperoleh giliran dan kesempatan menampung air bersih," terangnya.

    Sementara rencana rekayasa distribusi air bersih meliputi pelanggan di wilayah IPA Kampung Damai. Dengan penggiliran pelayanan air bersih terjadwal pola 3 hari mengalir dan 3 hari tidak mengalir.

    "Kemudian pelanggan di wilayah IPA Teritip akan mengalami penggiliran pelayanan air bersih dengan pola 2 hari mengalir dan 2 hari tidak mengalir," akunya.

    Tidak hanya itu, PTMB juga berupaya mencari jangka panjangnya, salah satunya selalu berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menambah persediaan air baku, merencanakan pengadaan IPA Mobile untuk mendistribusikan air bersih di wilayah yang sulit dijangkau jaringan pipa.

    Di samping itu, PTMB berupaya mempercepat proyek SPAM Regional dari Intake Mahakam untuk meningkatkan ketersediaan air baku secara signifikan.

    "Maka itu, kami mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menyiapkan air cadangan selama penerapan periode rekayasa distribusi air bersih," imbauannya.

    Dirinya juga mengajak masyarakat untuk dapat menghemat air dan menggunakannya secara bijak, serta melaporkan apabila terjadi kebocoran atau gangguan distribusi air melalui DM atau layanan pengaduan PTMB yang tersedia.

    Apalagi PTMB berkomitmen akan terus meningkatkan pelayanan air bersih kepada seluruh pelanggan di Balikpapan.

    "Rekayasa distribusi air bersih ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Atasi Keterbatasan Air Baku, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Terapkan Rekayasa Distribusi Air Bersih

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    07 Mei 2024 pukul 21:46 WITA

    Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Yudhi Saharuddin. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Untuk mengatasi keterbatasan air baku di Kota Balikpapan, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) berinisiatif mengambil langkah proaktif.

    Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin mengatakan, bahwa ini tantangan bagi PTMB dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat.

    "Berdasarkan laporan terakhir, kapasitas air untuk Bendungan Teritip sekitar 200 liter per detik. Sementara kapasitas air di Waduk Manggar sekitar 1.100 liter per detik," ucap Yudhi panggilan akrabnya kepada awak media, Selasa (7/5/2024).

    Melihat kondisi tersebut, PTMB berinisiatif melakukan rekayasa distribusi air bersih dengan sistem buka tutup valve di area tertentu. Hal ini guna memastikan pembagian air yang merata dan adil kepada seluruh pelanggan.

    "Hal ini dilakukan agar pelanggan yang selama ini jarang teraliri air bersih dapat memperoleh giliran dan kesempatan menampung air bersih," terangnya.

    Sementara rencana rekayasa distribusi air bersih meliputi pelanggan di wilayah IPA Kampung Damai. Dengan penggiliran pelayanan air bersih terjadwal pola 3 hari mengalir dan 3 hari tidak mengalir.

    "Kemudian pelanggan di wilayah IPA Teritip akan mengalami penggiliran pelayanan air bersih dengan pola 2 hari mengalir dan 2 hari tidak mengalir," akunya.

    Tidak hanya itu, PTMB juga berupaya mencari jangka panjangnya, salah satunya selalu berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menambah persediaan air baku, merencanakan pengadaan IPA Mobile untuk mendistribusikan air bersih di wilayah yang sulit dijangkau jaringan pipa.

    Di samping itu, PTMB berupaya mempercepat proyek SPAM Regional dari Intake Mahakam untuk meningkatkan ketersediaan air baku secara signifikan.

    "Maka itu, kami mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menyiapkan air cadangan selama penerapan periode rekayasa distribusi air bersih," imbauannya.

    Dirinya juga mengajak masyarakat untuk dapat menghemat air dan menggunakannya secara bijak, serta melaporkan apabila terjadi kebocoran atau gangguan distribusi air melalui DM atau layanan pengaduan PTMB yang tersedia.

    Apalagi PTMB berkomitmen akan terus meningkatkan pelayanan air bersih kepada seluruh pelanggan di Balikpapan.

    "Rekayasa distribusi air bersih ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut," pungkasnya.

    (Sf/Rs)