Seputar Kaltim

    Atasi Kemacetan, Dishub Samarinda Bakal Terapkan Sistem Satu Arah di Jalan Gatot Subroto

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    28 September 2024 pukul 16:11 WITA

    Kawasan simpang jalan dari Gatot Subroto nantinya tidak boleh masuk ke Jalan Ahmad Yani, hanya menerima satu arah yg datang dari Jalan S Parman, A Yani, dan Hasan Basri (Eks Merak). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda terus berupaya mengatasi kemacetan yang sering terjadi di kawasan Jalan Gatot Subroto, terutama di titik simpang tiga yang menghubungkan Jalan KH Samanhudi, Jalan Gatot Subroto dan Jalan S Parman. 

    Kemacetan di area tersebut sering kali diperparah oleh pengendara yang tak sabar dan memutar kendaraan di lokasi yang tak semestinya, sehingga menciptakan bottle neck (hambatan) lalu lintas.

    Terlebih, di area itu terdapat SPBU yang sangat berdekatan dengan jalan. Ketika ada antrean, akan sangat berimbas pada kelancaran lalu lintas di sekitarnya. 

    Sebelumnya, Dishub Samarinda juga telah melakukan beberapa langkah untuk mengurai kemacetan ini. Salah satunya dengan memasang barrier di median jalan, tepat di antara SPBU Gatot Subroto dan Jalan KH Samanhudi.

    Selain itu, dari pemerintah kota juga sudah meminta agar pihak SPBU tak lagi menyediakan pertalite yang dinilai sebagai salah satu faktor antrean dan penyebab kemacetan. 

    Uji coba ini sudah berlangsung sejak bulan Agustus lalu, namun hasilnya hingga kini belum optimal. Di mana sejumlah pengendara masih tidak mematuhi aturan, memilih memutar kendaraannya di area yang menyebabkan penyempitan jalur lalu lintas.

    Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan untuk menyikapi situasi tersebut, pihaknya bakal melakukan evaluasi dan berencana menerapkan sistem satu arah di Jalan Gatot Subroto. 

    Ia menyatakan, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi titik-titik kemacetan. Skema itu atas dasar kondisi lalu lintas yang terlihat di kawasan tersebut cukup padat, kemudian kapasitas jalan juga tidak bertambah.

    "Cara meningkatkan kapasitas jalan itu secara fisik tidak bisa ditingkatkan, jdi salah satunya kita melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, itu bisa dilakukan dengan sistem satu arah, bisa juga mengurangi atau meminimalkan akses putaran sehingga perjalan dibuat semakin jauh," jelas Manalu belum lama ini.

    Dalam skema baru ini, kendaraan yang biasanya melewati simpang SPBU dari Jalan Gatot Subroto untuk menuju Jalan Ahmad Yani, Jalan Merak atau Jalan S Parman akan dialihkan ke Jalan Camar, sehingga Jalan Gatot Subroto tidak lagi menjadi jalur masuk ke Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya.

    "Sudah ada rapat yang membahas rencana pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Gatot Subroto. Nantinya, arus kendaraan dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Merak, dan Jalan Camar akan diarahkan satu arah menuju jalan ini," ujarnya.

    Ia menegaskan, kajian perihal skema satu arah ini sudah dilakukan. Tujuan penerapan rencana ini adalah untuk meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi kemacetan.

    Untuk waktu penerapan, pihaknya masih membutuhkan beberapa persiapan, seperti pemasangan rambu lalu lintas dan sosialisasi kepada masyarakat. 

    Manalu optimistis sistem satu arah ini akan memberikan dampak positif bagi lalu lintas di Samarinda dan berharap dengan skema satu arah ini, kemacetan yang kerap menghantui kawasan tersebut dapat segera teratasi dan pengendara di Samarinda dapat menikmati perjalanan yang lebih lancar dan tertib.

    "Kita lihat kondisinya, kalau bisa lebih cepat, kami akan lakukan," pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Atasi Kemacetan, Dishub Samarinda Bakal Terapkan Sistem Satu Arah di Jalan Gatot Subroto

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    28 September 2024 pukul 16:11 WITA

    Kawasan simpang jalan dari Gatot Subroto nantinya tidak boleh masuk ke Jalan Ahmad Yani, hanya menerima satu arah yg datang dari Jalan S Parman, A Yani, dan Hasan Basri (Eks Merak). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda terus berupaya mengatasi kemacetan yang sering terjadi di kawasan Jalan Gatot Subroto, terutama di titik simpang tiga yang menghubungkan Jalan KH Samanhudi, Jalan Gatot Subroto dan Jalan S Parman. 

    Kemacetan di area tersebut sering kali diperparah oleh pengendara yang tak sabar dan memutar kendaraan di lokasi yang tak semestinya, sehingga menciptakan bottle neck (hambatan) lalu lintas.

    Terlebih, di area itu terdapat SPBU yang sangat berdekatan dengan jalan. Ketika ada antrean, akan sangat berimbas pada kelancaran lalu lintas di sekitarnya. 

    Sebelumnya, Dishub Samarinda juga telah melakukan beberapa langkah untuk mengurai kemacetan ini. Salah satunya dengan memasang barrier di median jalan, tepat di antara SPBU Gatot Subroto dan Jalan KH Samanhudi.

    Selain itu, dari pemerintah kota juga sudah meminta agar pihak SPBU tak lagi menyediakan pertalite yang dinilai sebagai salah satu faktor antrean dan penyebab kemacetan. 

    Uji coba ini sudah berlangsung sejak bulan Agustus lalu, namun hasilnya hingga kini belum optimal. Di mana sejumlah pengendara masih tidak mematuhi aturan, memilih memutar kendaraannya di area yang menyebabkan penyempitan jalur lalu lintas.

    Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan untuk menyikapi situasi tersebut, pihaknya bakal melakukan evaluasi dan berencana menerapkan sistem satu arah di Jalan Gatot Subroto. 

    Ia menyatakan, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi titik-titik kemacetan. Skema itu atas dasar kondisi lalu lintas yang terlihat di kawasan tersebut cukup padat, kemudian kapasitas jalan juga tidak bertambah.

    "Cara meningkatkan kapasitas jalan itu secara fisik tidak bisa ditingkatkan, jdi salah satunya kita melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, itu bisa dilakukan dengan sistem satu arah, bisa juga mengurangi atau meminimalkan akses putaran sehingga perjalan dibuat semakin jauh," jelas Manalu belum lama ini.

    Dalam skema baru ini, kendaraan yang biasanya melewati simpang SPBU dari Jalan Gatot Subroto untuk menuju Jalan Ahmad Yani, Jalan Merak atau Jalan S Parman akan dialihkan ke Jalan Camar, sehingga Jalan Gatot Subroto tidak lagi menjadi jalur masuk ke Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya.

    "Sudah ada rapat yang membahas rencana pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Gatot Subroto. Nantinya, arus kendaraan dari Jalan Ahmad Yani, Jalan Merak, dan Jalan Camar akan diarahkan satu arah menuju jalan ini," ujarnya.

    Ia menegaskan, kajian perihal skema satu arah ini sudah dilakukan. Tujuan penerapan rencana ini adalah untuk meningkatkan kapasitas jalan dan mengurangi kemacetan.

    Untuk waktu penerapan, pihaknya masih membutuhkan beberapa persiapan, seperti pemasangan rambu lalu lintas dan sosialisasi kepada masyarakat. 

    Manalu optimistis sistem satu arah ini akan memberikan dampak positif bagi lalu lintas di Samarinda dan berharap dengan skema satu arah ini, kemacetan yang kerap menghantui kawasan tersebut dapat segera teratasi dan pengendara di Samarinda dapat menikmati perjalanan yang lebih lancar dan tertib.

    "Kita lihat kondisinya, kalau bisa lebih cepat, kami akan lakukan," pungkasnya. 

    (Sf/By)