Cari disini...
Seputar Kaltim
Beberapa kendaraan Angkutan Berat yang terparkir dibahu jalan Kota Balikpapan pada malam hari. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Sebagai upaya untuk mencegah masuknya angkutan alat berat ke kawasan perkotaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan akan melakukan kajian untuk membangun jalur khusus untuk angkutan alat berat.
Hal ini disampaikan Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra. Menurutnya, ini juga sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Kami akan lakukan rekayasa jalan, agar lalu lintas angkutan berat dari kawasan Balikpapan Timur ke Utara bisa langsung terhubung tanpa masuk ke kawasan perkotaan, walaupun saat ini sudah ada jalan tol dari Km 13 ke Manggar,” ucap Edo sapaan akrabnya, Kamis (15/2/2024).
Ia menambahkan, untuk pembuatan jalan alternatif khusus angkutan alat berat, Pemkot Balikpapan akan melakukan peningkatan atau pembangunan jalan baru. Rencana ini juga dilakukan untuk mengurangi masalah kemacetan yang terjadi diperkotaan, terutama pada saat jam sibuk di pagi dan sore hari.
“Dulu kantor perusahaan swasta itu adanya di Timur, sehingga orang-orang itu membuat rumah di Timur, tetapi semenjak tahun 2015 kantor-kantor itu berpindah ke wilayah Utara. Sehingga terjadilah crossing kalau pagi dan sore, orang kalau pagi turun dari Timur ke Utara dan kalau sorenya orang dari Utara ke Timur,” jelasnya.
Diterangkan, ada beberapa ruas jalan yang akan dilakukan peningkatan seperti jalan dari stadion Batakan ke Km 11, Jalan Teritip ke Km 24, dan ada beberapa ruas jalan yang saat ini juga sedang dilakukan kajian dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk dilakukan peningkatan jalan.
Kedepannya, kata dia, angkutan alat berat itu sudah tidak ada lagi yang masuk ke kawasan perkotaan, semuanya angkutan yang masuk harus menggunakan kendaraan engkel. Sehingga kedepannya juga perlu dibangun terminal angkutan barang, agar tidak semua kendaraan besar masuk ke wilayah perkotaan.
“Namun persoalannya saat ini adalah pelabuhan Semayang itu masih dipergunakan untuk bongkar muat barang, tapi nanti kalau semuanya sudah masuk ke Km 13 atau ada pelabuhan baru, kendaraan berat itu tidak akan lagi masuk ke wilayah perkotaan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Beberapa kendaraan Angkutan Berat yang terparkir dibahu jalan Kota Balikpapan pada malam hari. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Sebagai upaya untuk mencegah masuknya angkutan alat berat ke kawasan perkotaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan akan melakukan kajian untuk membangun jalur khusus untuk angkutan alat berat.
Hal ini disampaikan Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra. Menurutnya, ini juga sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Kami akan lakukan rekayasa jalan, agar lalu lintas angkutan berat dari kawasan Balikpapan Timur ke Utara bisa langsung terhubung tanpa masuk ke kawasan perkotaan, walaupun saat ini sudah ada jalan tol dari Km 13 ke Manggar,” ucap Edo sapaan akrabnya, Kamis (15/2/2024).
Ia menambahkan, untuk pembuatan jalan alternatif khusus angkutan alat berat, Pemkot Balikpapan akan melakukan peningkatan atau pembangunan jalan baru. Rencana ini juga dilakukan untuk mengurangi masalah kemacetan yang terjadi diperkotaan, terutama pada saat jam sibuk di pagi dan sore hari.
“Dulu kantor perusahaan swasta itu adanya di Timur, sehingga orang-orang itu membuat rumah di Timur, tetapi semenjak tahun 2015 kantor-kantor itu berpindah ke wilayah Utara. Sehingga terjadilah crossing kalau pagi dan sore, orang kalau pagi turun dari Timur ke Utara dan kalau sorenya orang dari Utara ke Timur,” jelasnya.
Diterangkan, ada beberapa ruas jalan yang akan dilakukan peningkatan seperti jalan dari stadion Batakan ke Km 11, Jalan Teritip ke Km 24, dan ada beberapa ruas jalan yang saat ini juga sedang dilakukan kajian dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk dilakukan peningkatan jalan.
Kedepannya, kata dia, angkutan alat berat itu sudah tidak ada lagi yang masuk ke kawasan perkotaan, semuanya angkutan yang masuk harus menggunakan kendaraan engkel. Sehingga kedepannya juga perlu dibangun terminal angkutan barang, agar tidak semua kendaraan besar masuk ke wilayah perkotaan.
“Namun persoalannya saat ini adalah pelabuhan Semayang itu masih dipergunakan untuk bongkar muat barang, tapi nanti kalau semuanya sudah masuk ke Km 13 atau ada pelabuhan baru, kendaraan berat itu tidak akan lagi masuk ke wilayah perkotaan," pungkasnya.
(Sf/Rs)