Seputar Kaltim

    Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Disdag Balikpapan Gelar Pasar Murah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kelangkaan gas LPG 3 Kg masih menjadi keluhan masyarakat Balikpapan. Bahkan untuk membelinya, masyarakat harus mengeluarkan uang sebesar Rp25 sampai 40 ribu, sedangkan Harga Ecera Tertinggi (HET) seharusnya hanya Rp19 ribu per tabung.

    Tentu hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan untuk mencarikan solusi dalam mengatasi permasalahan ini di Kota Balikpapan.

    Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan Pertamina Patraniaga terkait kelangkaan gas LPG 3 kg yang terjadi belakangan ini.

    “Meskipun gas LPG menjadi masalah nasional, yang terpenting adalah ketersediaan barang,” ucap Kepala Disdag kepada awak media, Minggu (19/1/2025).

    Namun, keluhan utama dari masyarakat adalah tingginya harga gas yang mencapai Rp50 ribu per tabung.

    Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot Balikpapan telah mengadakan dua langkah penting. Pertama, pihaknya melakukan inspeksi lapangan (sidak) untuk mengidentifikasi masalah yang ada.

    “Dan kedua menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan LPG dengan harga lebih terjangkau,” imbuhnya.

    Sedangkan untuk Pasar murah ini sudah dimulai pada 16 Januari hingga 24 Januari 2025 di empat kecamatan, yakni Balikpapan Barat, Timur, Selatan, dan Utara. 

    Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah mengusulkan pasokan LPG sebanyak 30 ribu metrik ton kepada Pertamina, namun yang dipenuhi baru sekitar 19.842 metrik ton. 

    “Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 10 ribu metrik ton yang akan digunakan dalam operasi pasar,” terangnya.

    Pada tahun 2024, Pemkot Balikpapan sudah melaksanakan 13 kali operasi pasar dengan total sekitar 18 ribu metrik ton gas LPG yang dikeluarkan.

    Meski ada kekurangan pasokan, ia menegaskan bahwa ketersediaan LPG di Balikpapan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Disdag Balikpapan Gelar Pasar Murah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kelangkaan gas LPG 3 Kg masih menjadi keluhan masyarakat Balikpapan. Bahkan untuk membelinya, masyarakat harus mengeluarkan uang sebesar Rp25 sampai 40 ribu, sedangkan Harga Ecera Tertinggi (HET) seharusnya hanya Rp19 ribu per tabung.

    Tentu hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan untuk mencarikan solusi dalam mengatasi permasalahan ini di Kota Balikpapan.

    Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan Pertamina Patraniaga terkait kelangkaan gas LPG 3 kg yang terjadi belakangan ini.

    “Meskipun gas LPG menjadi masalah nasional, yang terpenting adalah ketersediaan barang,” ucap Kepala Disdag kepada awak media, Minggu (19/1/2025).

    Namun, keluhan utama dari masyarakat adalah tingginya harga gas yang mencapai Rp50 ribu per tabung.

    Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot Balikpapan telah mengadakan dua langkah penting. Pertama, pihaknya melakukan inspeksi lapangan (sidak) untuk mengidentifikasi masalah yang ada.

    “Dan kedua menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan LPG dengan harga lebih terjangkau,” imbuhnya.

    Sedangkan untuk Pasar murah ini sudah dimulai pada 16 Januari hingga 24 Januari 2025 di empat kecamatan, yakni Balikpapan Barat, Timur, Selatan, dan Utara. 

    Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah mengusulkan pasokan LPG sebanyak 30 ribu metrik ton kepada Pertamina, namun yang dipenuhi baru sekitar 19.842 metrik ton. 

    “Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 10 ribu metrik ton yang akan digunakan dalam operasi pasar,” terangnya.

    Pada tahun 2024, Pemkot Balikpapan sudah melaksanakan 13 kali operasi pasar dengan total sekitar 18 ribu metrik ton gas LPG yang dikeluarkan.

    Meski ada kekurangan pasokan, ia menegaskan bahwa ketersediaan LPG di Balikpapan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    (Sf/Rs)