Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) menyiapkan program dokter spesialis keliling sebagai solusi keterbatasan tenaga medis, khususnya di wilayah pedalaman dan kecamatan dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan program dokter keliling merupakan bagian dari program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim yang bertujuan untuk pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke seluruh kecamatan.
“Dokter-dokter spesialis yang ada di kota akan kita upayakan bisa keliling secara bergantian ke kecamatan-kecamatan,” ujar dr. Yuwana.
Ia menambahkan, Dinkes menggandeng dokter spesialis, baik yang bertugas di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Para dokter tersebut akan dijadwalkan memberikan pelayanan di puskesmas-puskesmas, dengan sistem kunjungan bergiliran.
“Kita akan buatkan jadwal, kemungkinan sebulan sekali, dari puskesmas satu ke puskesmas yang lain,” tambahnya.
Beberapa kecamatan yang telah memiliki rumah sakit, seperti Sangkulirang dan Muara Bengkal, tetap menjadi perhatian karena jumlah dokter spesialis di wilayah tersebut masih terbatas.
Dr. Yuwana menjelaskan, selain pelayanan rutin sesuai jadwal, Dinkes Kutim juga akan berkoordinasi dengan organisasi profesi kesehatan untuk menjangkau kebutuhan pelayanan yang bersifat spesifik.
“Kita juga koordinasi dengan organisasi profesi, seperti IDI, PPNI, apoteker, dan lainnya. Kemarin sudah dibuat dalam bentuk bakti sosial, misalnya di Kaubun,” jelasnya.
Untuk layanan tertentu, seperti operasi katarak, Dinkes Kutim akan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah.
“Kita lihat dulu kasus apa yang paling tinggi di suatu kecamatan, lalu kita jadwalkan dokter spesialis yang sesuai,” katanya.
Menurut dr. Yuwana, program dokter keliling tidak dilakukan setiap bulan di kecamatan yang sama. Pelaksanaannya akan dibagi ke 18 kecamatan di Kutai Timur, dengan jenis layanan yang berbeda-beda sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Jadi tiap kecamatan itu berbeda kebutuhannya, tergantung kondisi daerahnya,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) menyiapkan program dokter spesialis keliling sebagai solusi keterbatasan tenaga medis, khususnya di wilayah pedalaman dan kecamatan dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan program dokter keliling merupakan bagian dari program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim yang bertujuan untuk pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke seluruh kecamatan.
“Dokter-dokter spesialis yang ada di kota akan kita upayakan bisa keliling secara bergantian ke kecamatan-kecamatan,” ujar dr. Yuwana.
Ia menambahkan, Dinkes menggandeng dokter spesialis, baik yang bertugas di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Para dokter tersebut akan dijadwalkan memberikan pelayanan di puskesmas-puskesmas, dengan sistem kunjungan bergiliran.
“Kita akan buatkan jadwal, kemungkinan sebulan sekali, dari puskesmas satu ke puskesmas yang lain,” tambahnya.
Beberapa kecamatan yang telah memiliki rumah sakit, seperti Sangkulirang dan Muara Bengkal, tetap menjadi perhatian karena jumlah dokter spesialis di wilayah tersebut masih terbatas.
Dr. Yuwana menjelaskan, selain pelayanan rutin sesuai jadwal, Dinkes Kutim juga akan berkoordinasi dengan organisasi profesi kesehatan untuk menjangkau kebutuhan pelayanan yang bersifat spesifik.
“Kita juga koordinasi dengan organisasi profesi, seperti IDI, PPNI, apoteker, dan lainnya. Kemarin sudah dibuat dalam bentuk bakti sosial, misalnya di Kaubun,” jelasnya.
Untuk layanan tertentu, seperti operasi katarak, Dinkes Kutim akan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah.
“Kita lihat dulu kasus apa yang paling tinggi di suatu kecamatan, lalu kita jadwalkan dokter spesialis yang sesuai,” katanya.
Menurut dr. Yuwana, program dokter keliling tidak dilakukan setiap bulan di kecamatan yang sama. Pelaksanaannya akan dibagi ke 18 kecamatan di Kutai Timur, dengan jenis layanan yang berbeda-beda sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Jadi tiap kecamatan itu berbeda kebutuhannya, tergantung kondisi daerahnya,” pungkasnya.
(Sf/Rs)