Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PU Kota Balikpapan, Jen Supriyanto saat di wawancarai awak media. (Foto: mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pengendara yang biasa melintas di Jalan DI Panjaitan, Balikpapan Tengah, perlu mencari rute lain. Akses jalan tersebut ditutup total selama sekitar dua hingga tiga hari untuk mendukung pekerjaan penggantian gorong-gorong dan peninggian badan jalan.
Penutupan dilakukan di ruas depan Swalayan Maxi Sumber Rejo hingga kawasan Kimia Farma/Kantor Kementerian Agama. Pekerjaan ini merupakan bagian dari proyek pengendalian banjir yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PU Kota Balikpapan, Jen Supriyanto mengatakan, penutupan diperlukan karena pekerjaan penggantian gorong-gorong harus dilakukan secara langsung di badan jalan.
“Sekitar dua atau tiga hari, jalan ditutup total karena pekerjaan penggantian gorong-gorong. Kemungkinan jalan belum dapat dibuka dalam dua hari ke depan,” ucap Jen saat ditemui media, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami genangan. Kondisi itu dipengaruhi aliran pembuangan air yang tidak berjalan optimal.
Selain mengganti gorong-gorong, pekerjaan juga mencakup peninggian badan jalan serta pembenahan saluran drainase di kedua sisi jalan.
“Peninggian badan jalan dilakukan secara bertahap, sehingga tidak seluruh ruas jalan ditutup dalam waktu lama,” akunya.
Untuk mengurangi dampak pekerjaan terhadap arus kendaraan, pengecoran jalan diupayakan berlangsung pada malam hari. Proses tersebut dimaksimalkan mulai pukul 22.00 Wita, sehingga aktivitas pekerjaan pada siang hari dapat diminimalkan.
“Proyek tersebut memiliki masa kerja 192 hari kalender. Pengerjaan telah dimulai sejak 14 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026,” terangnya.
Selama penutupan berlangsung, Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan rekayasa lalu lintas dan mengimbau masyarakat menggunakan sejumlah jalur alternatif.
Pengendara dapat memilih rute melalui kawasan SMP Negeri 6 Balikpapan, Jalan Senayan, maupun simpang Jalan Teratai menuju Jalan Pangeran Antasari.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan,” ujar Jen.
Ia menekankan, kedisiplinan pengendara menjadi bagian penting selama pekerjaan berlangsung, terutama untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja di lapangan.
“Kami berharap dukungan dan kerja sama masyarakat agar proses pekerjaan berjalan baik,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PU Kota Balikpapan, Jen Supriyanto saat di wawancarai awak media. (Foto: mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pengendara yang biasa melintas di Jalan DI Panjaitan, Balikpapan Tengah, perlu mencari rute lain. Akses jalan tersebut ditutup total selama sekitar dua hingga tiga hari untuk mendukung pekerjaan penggantian gorong-gorong dan peninggian badan jalan.
Penutupan dilakukan di ruas depan Swalayan Maxi Sumber Rejo hingga kawasan Kimia Farma/Kantor Kementerian Agama. Pekerjaan ini merupakan bagian dari proyek pengendalian banjir yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PU Kota Balikpapan, Jen Supriyanto mengatakan, penutupan diperlukan karena pekerjaan penggantian gorong-gorong harus dilakukan secara langsung di badan jalan.
“Sekitar dua atau tiga hari, jalan ditutup total karena pekerjaan penggantian gorong-gorong. Kemungkinan jalan belum dapat dibuka dalam dua hari ke depan,” ucap Jen saat ditemui media, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami genangan. Kondisi itu dipengaruhi aliran pembuangan air yang tidak berjalan optimal.
Selain mengganti gorong-gorong, pekerjaan juga mencakup peninggian badan jalan serta pembenahan saluran drainase di kedua sisi jalan.
“Peninggian badan jalan dilakukan secara bertahap, sehingga tidak seluruh ruas jalan ditutup dalam waktu lama,” akunya.
Untuk mengurangi dampak pekerjaan terhadap arus kendaraan, pengecoran jalan diupayakan berlangsung pada malam hari. Proses tersebut dimaksimalkan mulai pukul 22.00 Wita, sehingga aktivitas pekerjaan pada siang hari dapat diminimalkan.
“Proyek tersebut memiliki masa kerja 192 hari kalender. Pengerjaan telah dimulai sejak 14 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026,” terangnya.
Selama penutupan berlangsung, Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan rekayasa lalu lintas dan mengimbau masyarakat menggunakan sejumlah jalur alternatif.
Pengendara dapat memilih rute melalui kawasan SMP Negeri 6 Balikpapan, Jalan Senayan, maupun simpang Jalan Teratai menuju Jalan Pangeran Antasari.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan,” ujar Jen.
Ia menekankan, kedisiplinan pengendara menjadi bagian penting selama pekerjaan berlangsung, terutama untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja di lapangan.
“Kami berharap dukungan dan kerja sama masyarakat agar proses pekerjaan berjalan baik,” pungkasnya.
(Sf/Rs)