Seputar Kaltim

    Atasi Defisit Air Baku, Pemkot Balikpapan Jalin Kerja Sama dengan Pemkab PPU dan Kukar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    09 Februari 2024 pukul 12:49 WITA

    Pemkot Balikpapan bersama Pemkab PPU dan Kukar lakukan penandatanganan kerjasama untuk membangun SPAM dari sungai mahakam. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) dan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membentuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tiga wilayah atau SPAM Regional dengan memanfaatkan sungai mahakam.

    Ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan air baku, khususnya di Kota Balikpapan.

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud mengatakan kerja sama ini sebagai langkah awal pemerintah sebagai wujud kepeduliannya terhadap masyarakat Balikpapan ke depannya.

    "Kami bersama pemerintah PPU dan Kukar akan membangun sistem penyediaan air minum sungai mahakam," ucal Rahmad, Kamis (8/2/2024).

    Dengan kerja sama tiga kabupaten/kota ini, diharapkan dapat menjamin air. Sebab diketahui, Kota Balikpapan mengalami defisit air baku. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kota Balikpapan.

    "Untuk itu, Pemkot Balikpapan berupaya memenuhi kebutuhan air baku melalui beberapa alternatif, salah satunya melalui pemanfaatan air laut dan air baku yang bersumber dari kawasan di sekitar Kota Balikpapan, seperti bendungan sepaku semoi, serta yang berasal dari sungai mahakam," akunya.

    Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin mengatakan dengan kerja sama ini, Balikpapan bisa mendapatkan air baku hingga mencapai 1.500-2.000 liter/detik, setidaknya kebutuhan air di Balikpapan dapat terpenuhi.

    “Kebutuhan air yang kurang 1.500 liter/detik bisa terpenuhi. Ke depannya, kami bisa menyiapkan bagaimana caranya Waduk Aji Raden sama sumber air lainnya bisa kami manfaatkan,” jelasnya.

    Untuk anggaran yang dibutuhkan, kemungkinan tidak berbeda jauh dengan anggaran pemanfaatan Bendungan Sepaku Semoi. Tetapi, SPAM Regional ini terbantukan dengan dua kabupaten, sehingga anggaran yang dikeluarkan untuk pembiayaan ini ditanggung bersama oleh tiga daerah.

    “Mudah-mudahan ini dapat disupport pemerintah provinsi dan pusat, sehingga bisa mempercepat prosesnya. Ini sangat membantu kota Balikpapan untuk pengadaan air baku,” paparnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Atasi Defisit Air Baku, Pemkot Balikpapan Jalin Kerja Sama dengan Pemkab PPU dan Kukar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    09 Februari 2024 pukul 12:49 WITA

    Pemkot Balikpapan bersama Pemkab PPU dan Kukar lakukan penandatanganan kerjasama untuk membangun SPAM dari sungai mahakam. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) dan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membentuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tiga wilayah atau SPAM Regional dengan memanfaatkan sungai mahakam.

    Ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan air baku, khususnya di Kota Balikpapan.

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud mengatakan kerja sama ini sebagai langkah awal pemerintah sebagai wujud kepeduliannya terhadap masyarakat Balikpapan ke depannya.

    "Kami bersama pemerintah PPU dan Kukar akan membangun sistem penyediaan air minum sungai mahakam," ucal Rahmad, Kamis (8/2/2024).

    Dengan kerja sama tiga kabupaten/kota ini, diharapkan dapat menjamin air. Sebab diketahui, Kota Balikpapan mengalami defisit air baku. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kota Balikpapan.

    "Untuk itu, Pemkot Balikpapan berupaya memenuhi kebutuhan air baku melalui beberapa alternatif, salah satunya melalui pemanfaatan air laut dan air baku yang bersumber dari kawasan di sekitar Kota Balikpapan, seperti bendungan sepaku semoi, serta yang berasal dari sungai mahakam," akunya.

    Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin mengatakan dengan kerja sama ini, Balikpapan bisa mendapatkan air baku hingga mencapai 1.500-2.000 liter/detik, setidaknya kebutuhan air di Balikpapan dapat terpenuhi.

    “Kebutuhan air yang kurang 1.500 liter/detik bisa terpenuhi. Ke depannya, kami bisa menyiapkan bagaimana caranya Waduk Aji Raden sama sumber air lainnya bisa kami manfaatkan,” jelasnya.

    Untuk anggaran yang dibutuhkan, kemungkinan tidak berbeda jauh dengan anggaran pemanfaatan Bendungan Sepaku Semoi. Tetapi, SPAM Regional ini terbantukan dengan dua kabupaten, sehingga anggaran yang dikeluarkan untuk pembiayaan ini ditanggung bersama oleh tiga daerah.

    “Mudah-mudahan ini dapat disupport pemerintah provinsi dan pusat, sehingga bisa mempercepat prosesnya. Ini sangat membantu kota Balikpapan untuk pengadaan air baku,” paparnya.

    (Sf/By)