Cari disini...
Seputar Kaltim
Sosialisasi aksi balap liar di SMAN 1 Paser Belengkong. (Foto: Humas Polres Paser)
Tana Paser - Aksi balap liar di kalangan remaja hingga kini masih menjadi salah satu ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Menanggapi fenomena tersebut, langkah pencegahan mulai dilakukan dengan menyasar langsung kelompok usia rentan di lingkungan sekolah.
Upaya preventif tersebut diwujudkan melalui sosialisasi keselamatan berkendara yang digelar di SMAN 1 Kecamatan Paser Belengkong. Hal tersebut ditujukan untuk memutus keterlibatan generasi muda dalam aktivitas berbahaya di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Paser, AKP Wenny Wahyuni ngsih menyebut, keterlibatan pelajar dalam aksi balap jalanan, baik sebagai pelaku maupun penonton, dinilai sangat berisiko memicu kecelakaan fatal. Oleh karena itu, pendekatan edukatif dinilai menjadi instrumen penting selain tindakan penegakan hukum di lapangan.
"Kita menyadari usia rentan yaitu pelajar yang dinilai sering melakukan aksi balap liar di jalan," kata AKP Wenny, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan edukasi tersebut, penekanan khusus diberikan pada bahaya balap liar yang tidak hanya mengancam nyawa pengendara, tetapi juga merugikan masyarakat pengguna jalan umum lainnya.
AKP Wenny menegaskan, disiplin lalu lintas harus dibentuk sejak usia sekolah. Hal itu mengingat tingginya mobilitas pelajar yang mulai menggunakan kendaraan pribadi sehari-hari.
Bersama jajaran perwira dan bintara Sat Lantas Polres Paser, sosialisasi dilakukan secara dialogis agar para siswa dapat memahami konsekuensi hukum dan fisik dari kecelakaan lalu lintas.
Selain bahaya balap liar, para pelajar juga dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya kelengkapan berkendara, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta etika saling menghargai di jalan raya.
"Kita berikan edukasi kepada pelajar terkait bahaya balap liar dan ugal-ugalan di jalan," tambahnya.
Langkah penyuluhan itu disambut oleh para siswa dan pihak sekolah. Kehadiran petugas dengan pendekatan komunikatif membuka ruang diskusi terbuka mengenai fakta dan risiko berkendara di kalangan remaja.
Edukasi langsung ke sekolah tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih bertanggung jawab, sekaligus menjadikan mereka sebagai agen pembawa perubahan ketertiban berlalu lintas di lingkungan sekitarnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sosialisasi aksi balap liar di SMAN 1 Paser Belengkong. (Foto: Humas Polres Paser)
Tana Paser - Aksi balap liar di kalangan remaja hingga kini masih menjadi salah satu ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Menanggapi fenomena tersebut, langkah pencegahan mulai dilakukan dengan menyasar langsung kelompok usia rentan di lingkungan sekolah.
Upaya preventif tersebut diwujudkan melalui sosialisasi keselamatan berkendara yang digelar di SMAN 1 Kecamatan Paser Belengkong. Hal tersebut ditujukan untuk memutus keterlibatan generasi muda dalam aktivitas berbahaya di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Paser, AKP Wenny Wahyuni ngsih menyebut, keterlibatan pelajar dalam aksi balap jalanan, baik sebagai pelaku maupun penonton, dinilai sangat berisiko memicu kecelakaan fatal. Oleh karena itu, pendekatan edukatif dinilai menjadi instrumen penting selain tindakan penegakan hukum di lapangan.
"Kita menyadari usia rentan yaitu pelajar yang dinilai sering melakukan aksi balap liar di jalan," kata AKP Wenny, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan edukasi tersebut, penekanan khusus diberikan pada bahaya balap liar yang tidak hanya mengancam nyawa pengendara, tetapi juga merugikan masyarakat pengguna jalan umum lainnya.
AKP Wenny menegaskan, disiplin lalu lintas harus dibentuk sejak usia sekolah. Hal itu mengingat tingginya mobilitas pelajar yang mulai menggunakan kendaraan pribadi sehari-hari.
Bersama jajaran perwira dan bintara Sat Lantas Polres Paser, sosialisasi dilakukan secara dialogis agar para siswa dapat memahami konsekuensi hukum dan fisik dari kecelakaan lalu lintas.
Selain bahaya balap liar, para pelajar juga dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya kelengkapan berkendara, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta etika saling menghargai di jalan raya.
"Kita berikan edukasi kepada pelajar terkait bahaya balap liar dan ugal-ugalan di jalan," tambahnya.
Langkah penyuluhan itu disambut oleh para siswa dan pihak sekolah. Kehadiran petugas dengan pendekatan komunikatif membuka ruang diskusi terbuka mengenai fakta dan risiko berkendara di kalangan remaja.
Edukasi langsung ke sekolah tersebut diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih bertanggung jawab, sekaligus menjadikan mereka sebagai agen pembawa perubahan ketertiban berlalu lintas di lingkungan sekitarnya.
(Sf/Lo)