Cari disini...
Seputar Kaltim
Potret bangunan RSUD RAPB PPU dari depan (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk membangun enam Poliklinik baru.
Direktur RSUD RAPB, Dr Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan pembangunan infrastruktur strategis itu merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengatasi padatnya antrean di ruang tunggu pasien.
“Tahun ini kita ada penambahan bangunan Poliklinik rawat jalan yang baru. Itu merupakan upaya kita untuk mengurai antrean panjang di ruang tunggu karena saat ini kita baru punya belasan Poliklinik,” ujar Dr Lukasiwan dalam pekan ini.
Menurutnya, kehadiran Poliklinik baru itu akan meningkatkan layanan kesehatan di RSUD RAPB karena praktiknya tidak lagi dilakukan secara bergantian, tapi bisa dijalankan secara bersamaan.
“Nanti dokter-dokter bisa melakukan praktik bareng karena ruangannya telah tersedia, tapi kita belum memastikan enam Poliklinik itu untuk apa saja,” jelasnya.
Kini progres pembangunan enam Poliklinik itu telah mencapai sekitar 50 persen.
Ia berharap pembangunan infrastruktur penting itu dapat rampung dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Potret bangunan RSUD RAPB PPU dari depan (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk membangun enam Poliklinik baru.
Direktur RSUD RAPB, Dr Lukasiwan Eddy Saputro mengatakan pembangunan infrastruktur strategis itu merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengatasi padatnya antrean di ruang tunggu pasien.
“Tahun ini kita ada penambahan bangunan Poliklinik rawat jalan yang baru. Itu merupakan upaya kita untuk mengurai antrean panjang di ruang tunggu karena saat ini kita baru punya belasan Poliklinik,” ujar Dr Lukasiwan dalam pekan ini.
Menurutnya, kehadiran Poliklinik baru itu akan meningkatkan layanan kesehatan di RSUD RAPB karena praktiknya tidak lagi dilakukan secara bergantian, tapi bisa dijalankan secara bersamaan.
“Nanti dokter-dokter bisa melakukan praktik bareng karena ruangannya telah tersedia, tapi kita belum memastikan enam Poliklinik itu untuk apa saja,” jelasnya.
Kini progres pembangunan enam Poliklinik itu telah mencapai sekitar 50 persen.
Ia berharap pembangunan infrastruktur penting itu dapat rampung dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
(Sf/Rs)