Seputar Kaltim

    Atasi Antrean dan Tingkatkan Layanan, Pemkot Bangun Puskesmas Sepinggan Baru Senilai Rp9,97 Miliar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bangunan Puskesmas Sepinggan Baru yang sedang berjalan, diharapkan rampung tepat waktu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai membangun Puskesmas Sepinggan Baru yang berlokasi di Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

    Proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp9,97 miliar. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh CV. Lasari Jaya dengan masa pengerjaan selama 160 hari kalender.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati menjelaskan, bahwa puskesmas ini akan menjadi prototipe layanan kesehatan primer yang terintegrasi.

    “Semua layanan akan terintegrasi dalam satu sistem. Ada tiga klaster utama, yaitu manajemen, kesehatan ibu dan anak, serta penyakit menular,” kata Alwiati kepada media, Kamis (25/9/2025).

    Ia menambahkan, konsep integrasi ini sudah diterapkan di beberapa puskesmas baru seperti Puskesmas Karang Rejo dan Gunung Bahagia. Sementara puskesmas lama masih menyesuaikan dengan konsep baru tersebut.

    Pembangunan Puskesmas Sepinggan Baru juga diharapkan dapat mengurangi antrean pelayanan kesehatan, mengingat puskesmas lama harus melayani warga dari tiga kelurahan.

    “Daerah Sepinggan Baru ini termasuk wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, jadi pembangunan ini sangat mendesak,” terangnya.

    Meskipun idealnya setiap kelurahan memiliki puskesmas, Alwiati mengakui masih ada kendala dalam penyediaan tenaga kesehatan, terutama dokter.

    “Untuk mendirikan satu puskesmas, minimal harus tersedia sembilan jenis tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, ahli gizi, dan apoteker,” jelasnya.

    DKK Balikpapan telah menyusun rencana kebutuhan SDM untuk puskesmas baru. Salah satu solusinya adalah mengalihkan sebagian tenaga dari puskesmas lain, dan ke depan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bisa melakukan rekrutmen mandiri.

    “Minimal ada empat dokter untuk setiap puskesmas karena harus mengelola berbagai klaster layanan. Apalagi di Sepinggan Baru ini banyak ahli gizi juga dibutuhkan,” paparnya

    Ia berharap tahun depan Pemkot Balikpapan mendapatkan tambahan tenaga kesehatan melalui jalur PPPK atau CPNS untuk mendukung operasional puskesmas yang terus berkembang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Atasi Antrean dan Tingkatkan Layanan, Pemkot Bangun Puskesmas Sepinggan Baru Senilai Rp9,97 Miliar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bangunan Puskesmas Sepinggan Baru yang sedang berjalan, diharapkan rampung tepat waktu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai membangun Puskesmas Sepinggan Baru yang berlokasi di Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

    Proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp9,97 miliar. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh CV. Lasari Jaya dengan masa pengerjaan selama 160 hari kalender.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati menjelaskan, bahwa puskesmas ini akan menjadi prototipe layanan kesehatan primer yang terintegrasi.

    “Semua layanan akan terintegrasi dalam satu sistem. Ada tiga klaster utama, yaitu manajemen, kesehatan ibu dan anak, serta penyakit menular,” kata Alwiati kepada media, Kamis (25/9/2025).

    Ia menambahkan, konsep integrasi ini sudah diterapkan di beberapa puskesmas baru seperti Puskesmas Karang Rejo dan Gunung Bahagia. Sementara puskesmas lama masih menyesuaikan dengan konsep baru tersebut.

    Pembangunan Puskesmas Sepinggan Baru juga diharapkan dapat mengurangi antrean pelayanan kesehatan, mengingat puskesmas lama harus melayani warga dari tiga kelurahan.

    “Daerah Sepinggan Baru ini termasuk wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, jadi pembangunan ini sangat mendesak,” terangnya.

    Meskipun idealnya setiap kelurahan memiliki puskesmas, Alwiati mengakui masih ada kendala dalam penyediaan tenaga kesehatan, terutama dokter.

    “Untuk mendirikan satu puskesmas, minimal harus tersedia sembilan jenis tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, ahli gizi, dan apoteker,” jelasnya.

    DKK Balikpapan telah menyusun rencana kebutuhan SDM untuk puskesmas baru. Salah satu solusinya adalah mengalihkan sebagian tenaga dari puskesmas lain, dan ke depan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bisa melakukan rekrutmen mandiri.

    “Minimal ada empat dokter untuk setiap puskesmas karena harus mengelola berbagai klaster layanan. Apalagi di Sepinggan Baru ini banyak ahli gizi juga dibutuhkan,” paparnya

    Ia berharap tahun depan Pemkot Balikpapan mendapatkan tambahan tenaga kesehatan melalui jalur PPPK atau CPNS untuk mendukung operasional puskesmas yang terus berkembang.

    (Sf/Rs)