Seputar Kaltim

    Asuransi Pertanian di Kutim Belum Jalan, Bupati Minta Percepatan Realisasi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2025 pukul 15:09 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya perlindungan bagi petani melalui program asuransi pertanian. Ia menyampaikan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk memasukkan lahan sawah dan lahan pertanian ke dalam program tersebut. 

    Menurut Ardiansyah, sampai saat ini dirinya masih menunggu laporan resmi terkait progres pelaksanaan asuransi pertanian di wilayah Kutim.

    "Saat ini saya belum mendapat laporan pasti terkait pelaksanaannya," ujar Ardiansyah 

    Ia menambahkan, asuransi pertanian merupakan bentuk dukungan pemerintah saat petani menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem. Jika terjadi kerusakan tanaman akibat kondisi alam, petani tetap memperoleh jaminan ekonomi.

    “Asuransi pertanian ini penting. Jika terjadi gangguan alam, petani tidak mengalami kerugian besar karena ada jaminan dari pemerintah,” tambahnya.

    Ardiansyah mengatakan, banyak petani masih bekerja dengan risiko besar karena belum mendapat perlindungan ekonomi. Dengan adanya asuransi, ia berharap petani bisa lebih fokus bekerja tanpa rasa khawatir.

    “Mereka bisa bekerja lebih tenang. Kalau ada cuaca buruk, ekonomi mereka tetap terlindungi,” katanya.

    Ia juga mengakui tidak semua lahan pertanian dapat masuk dalam asuransi tersebut. Namun demikian, Ardiansyah berharap program itu mulai berjalan di tahun ini.

    “Semoga saja tahun ini sudah mulai karena saya belum dapat laporan pasti,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Asuransi Pertanian di Kutim Belum Jalan, Bupati Minta Percepatan Realisasi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2025 pukul 15:09 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya perlindungan bagi petani melalui program asuransi pertanian. Ia menyampaikan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk memasukkan lahan sawah dan lahan pertanian ke dalam program tersebut. 

    Menurut Ardiansyah, sampai saat ini dirinya masih menunggu laporan resmi terkait progres pelaksanaan asuransi pertanian di wilayah Kutim.

    "Saat ini saya belum mendapat laporan pasti terkait pelaksanaannya," ujar Ardiansyah 

    Ia menambahkan, asuransi pertanian merupakan bentuk dukungan pemerintah saat petani menghadapi dampak perubahan cuaca ekstrem. Jika terjadi kerusakan tanaman akibat kondisi alam, petani tetap memperoleh jaminan ekonomi.

    “Asuransi pertanian ini penting. Jika terjadi gangguan alam, petani tidak mengalami kerugian besar karena ada jaminan dari pemerintah,” tambahnya.

    Ardiansyah mengatakan, banyak petani masih bekerja dengan risiko besar karena belum mendapat perlindungan ekonomi. Dengan adanya asuransi, ia berharap petani bisa lebih fokus bekerja tanpa rasa khawatir.

    “Mereka bisa bekerja lebih tenang. Kalau ada cuaca buruk, ekonomi mereka tetap terlindungi,” katanya.

    Ia juga mengakui tidak semua lahan pertanian dapat masuk dalam asuransi tersebut. Namun demikian, Ardiansyah berharap program itu mulai berjalan di tahun ini.

    “Semoga saja tahun ini sudah mulai karena saya belum dapat laporan pasti,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)