Seputar Kaltim

    ASN Muda Kaltim Usia 18-35 Tahun Akan Dilatih Militer Jadi Komcad

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 Oktober 2026 pukul 18:58 WITA

    Wagub Kaltim, Seno Aji, usai menerima audiensi Kemenhan RI di Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menerima audiensi Kementerian Pertahanan RI bidang Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/10/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, hadir Brigjen TNI Asep Tadiana selaku Kepala Pusat Veteran Kementerian Pertahanan.

    Wagub Seno Aji mengatakan, salah satu poin penting yang dibahas adalah program pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di daerah.

    "Ya, jadi ada Brigjen TNI Asep Tadiana dari Kepala Pusat Veteran di Kemenhan menyampaikan beberapa hal yang paling vital adalah bagaimana ASN-ASN muda di setiap daerah itu dilatih sebagai Komcad. Artinya, mereka mendapatkan latihan dasar kemiliteran dari Kodam setempat di umur 18 sampai 35 tahun," ujar Seno Aji.

    Ia menyambut baik program tersebut karena dinilai dapat menumbuhkan disiplin dan nilai-nilai kebangsaan.

    "Nah, ini kami menyambut baik program tersebut, karena ini juga ingin menumbuhkan rasa disiplin dan rasa nilai kesatuan Republik Indonesia. Kami akan berdiskusi dengan Kesbangpol dan Sekda terutama supaya nanti ada beberapa ASN muda kita yang masuk sebagai komponen cadangan di TNI," jelasnya.

    Seno menegaskan, keikutsertaan ASN dalam Komcad bukan berarti menjadi bagian dari TNI secara organik, melainkan hanya mengikuti pendidikan dan latihan dasar kemiliteran yang kemudian kembali bertugas di Pemprov Kaltim.

    "Tapi bukan serta-merta menjadi bagian dari TNI, itu hanya merupakan pendidikan atau latihan dasar kemiliteran yang nantinya kembali ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," tegasnya.

    Selain program Komcad, pertemuan tersebut juga membahas tentang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Kaltim, khususnya terkait pemenuhan hak-hak veteran.

    "Kemudian yang kedua tentang LVRI yang ada di Kaltim, Pak Kepala Pusat tadi juga menyampaikan beberapa hal hak-hak dari Legiun Veteran dan alhamdulillah itu sudah kami penuhin semua. Pemerintah Provinsi sudah penuhin semua tersebut," katanya.

    Seno menambahkan, tidak ada hal baru lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut selain program Komcad untuk ASN muda.

    "Jadi saya rasa tidak ada yang baru di pertemuan tersebut, kecuali yang ASN tadi," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    ASN Muda Kaltim Usia 18-35 Tahun Akan Dilatih Militer Jadi Komcad

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 Oktober 2026 pukul 18:58 WITA

    Wagub Kaltim, Seno Aji, usai menerima audiensi Kemenhan RI di Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menerima audiensi Kementerian Pertahanan RI bidang Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/10/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, hadir Brigjen TNI Asep Tadiana selaku Kepala Pusat Veteran Kementerian Pertahanan.

    Wagub Seno Aji mengatakan, salah satu poin penting yang dibahas adalah program pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di daerah.

    "Ya, jadi ada Brigjen TNI Asep Tadiana dari Kepala Pusat Veteran di Kemenhan menyampaikan beberapa hal yang paling vital adalah bagaimana ASN-ASN muda di setiap daerah itu dilatih sebagai Komcad. Artinya, mereka mendapatkan latihan dasar kemiliteran dari Kodam setempat di umur 18 sampai 35 tahun," ujar Seno Aji.

    Ia menyambut baik program tersebut karena dinilai dapat menumbuhkan disiplin dan nilai-nilai kebangsaan.

    "Nah, ini kami menyambut baik program tersebut, karena ini juga ingin menumbuhkan rasa disiplin dan rasa nilai kesatuan Republik Indonesia. Kami akan berdiskusi dengan Kesbangpol dan Sekda terutama supaya nanti ada beberapa ASN muda kita yang masuk sebagai komponen cadangan di TNI," jelasnya.

    Seno menegaskan, keikutsertaan ASN dalam Komcad bukan berarti menjadi bagian dari TNI secara organik, melainkan hanya mengikuti pendidikan dan latihan dasar kemiliteran yang kemudian kembali bertugas di Pemprov Kaltim.

    "Tapi bukan serta-merta menjadi bagian dari TNI, itu hanya merupakan pendidikan atau latihan dasar kemiliteran yang nantinya kembali ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," tegasnya.

    Selain program Komcad, pertemuan tersebut juga membahas tentang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Kaltim, khususnya terkait pemenuhan hak-hak veteran.

    "Kemudian yang kedua tentang LVRI yang ada di Kaltim, Pak Kepala Pusat tadi juga menyampaikan beberapa hal hak-hak dari Legiun Veteran dan alhamdulillah itu sudah kami penuhin semua. Pemerintah Provinsi sudah penuhin semua tersebut," katanya.

    Seno menambahkan, tidak ada hal baru lain yang dibahas dalam pertemuan tersebut selain program Komcad untuk ASN muda.

    "Jadi saya rasa tidak ada yang baru di pertemuan tersebut, kecuali yang ASN tadi," tutupnya.

    (Sf/Rs)