Seputar Kaltim

    Aset Meroket Rp800 Juta, Sapi Peternak Kukar Tembus IKN, Koperasi di Paser Ikut Laris Manis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2026 pukul 15:45 WITA

    Perwakilan Koperasi Tirtosari Agro Nusantara Kutai Kartanegara, Rosipul Akli saat memberikan makan sapi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Melalui program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT), kelompok peternak di Kutai Kartanegara (Kukar) dan Paser membuktikan bisa mencetak omzet penjualan fantastis pada Iduladha yang baru saja berlalu.

    Di Kukar, kisah sukses ini diukir oleh Koperasi Tirtosari Agro Nusantara. Berawal dari amanah sebagai pilot project Pemprov Kaltim pada 2024, koperasi yang merupakan gabungan dari Kelompok Tirtosari dan Agro Lestari ini menjadikan program tersebut sebagai ruang pembuktian nyata.

    Perwakilan koperasi, Rosipul Akli menceritakan bahwa tanggung jawab mengelola pilot project menjadi motivasi besar bagi kelompoknya. 

    Hasilnya, dalam dua tahun berjalan, aset mereka yang awalnya berupa modal program senilai Rp600 juta, kini telah meroket ke angka Rp800 juta.

    "Penjualan kami meningkat. Kalau di awal tahun 2024 kami berhasil menjual sekitar 30 ekor, tahun ini menembus 47 ekor," ungkap Rosipul.

    Puncak kebanggaan mereka pada musim kurban kali ini adalah keberhasilan menembus pasar premium ibu kota baru.

    "Pihak IKN kemarin mengambil sapi dari tempat kami, ada sekitar lima ekor yang dikirim ke sana. Harganya bervariasi, mulai dari Rp18 juta, dan ada yang tembus hingga Rp50 juta per ekor," sebutnya.

    Selain berprestasi di sektor penggemukan, dari sisi pembiakan mereka juga telah berhasil melahirkan lima anakan sapi baru yang terdiri dari empat jantan dan satu betina.

    Bergeser ke wilayah selatan Kaltim, keberhasilan PDKT juga dirasakan oleh Koperasi Produsen Klempang Sari Jaya Makmur di Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.

    Kelompok yang dipimpin oleh Sunarso ini merupakan penerima manfaat PDKT pada 2025. Meski terhitung lebih baru, Sunarso memastikan fasilitas kandang dan kesehatan ternak bantuan pemerintah dirawat dengan sangat maksimal.

    "Alhamdulillah, semua sapi dalam kondisi baik dan sehat. Untuk sapi pejantannya pun alhamdulillah sudah pada laku semua di Lebaran Haji tadi," beber Sunarso.

    Di sektor pembiakan, koperasi ini juga menunjukkan sinyal yang sangat positif. Seluruh sapi betina yang dikelola saat ini dalam kondisi sehat dan beberapa ekor di antaranya sudah menunjukkan fase kehamilan.

    Sunarso tidak menampik persaingan bisnis peternakan di Kabupaten Paser cukup ketat lantaran banyaknya pengusaha ternak lokal lainnya. 

    Namun, kualitas sapi dari koperasinya membuktikan bahwa produk binaan PDKT mampu bersaing merebut hati pembeli.

    "Walaupun di Paser banyak pengusaha peternakan lain, alhamdulillah Koperasi Kuaro masih dapat jalan untuk menjual ternaknya," syukurnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Aset Meroket Rp800 Juta, Sapi Peternak Kukar Tembus IKN, Koperasi di Paser Ikut Laris Manis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2026 pukul 15:45 WITA

    Perwakilan Koperasi Tirtosari Agro Nusantara Kutai Kartanegara, Rosipul Akli saat memberikan makan sapi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Melalui program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT), kelompok peternak di Kutai Kartanegara (Kukar) dan Paser membuktikan bisa mencetak omzet penjualan fantastis pada Iduladha yang baru saja berlalu.

    Di Kukar, kisah sukses ini diukir oleh Koperasi Tirtosari Agro Nusantara. Berawal dari amanah sebagai pilot project Pemprov Kaltim pada 2024, koperasi yang merupakan gabungan dari Kelompok Tirtosari dan Agro Lestari ini menjadikan program tersebut sebagai ruang pembuktian nyata.

    Perwakilan koperasi, Rosipul Akli menceritakan bahwa tanggung jawab mengelola pilot project menjadi motivasi besar bagi kelompoknya. 

    Hasilnya, dalam dua tahun berjalan, aset mereka yang awalnya berupa modal program senilai Rp600 juta, kini telah meroket ke angka Rp800 juta.

    "Penjualan kami meningkat. Kalau di awal tahun 2024 kami berhasil menjual sekitar 30 ekor, tahun ini menembus 47 ekor," ungkap Rosipul.

    Puncak kebanggaan mereka pada musim kurban kali ini adalah keberhasilan menembus pasar premium ibu kota baru.

    "Pihak IKN kemarin mengambil sapi dari tempat kami, ada sekitar lima ekor yang dikirim ke sana. Harganya bervariasi, mulai dari Rp18 juta, dan ada yang tembus hingga Rp50 juta per ekor," sebutnya.

    Selain berprestasi di sektor penggemukan, dari sisi pembiakan mereka juga telah berhasil melahirkan lima anakan sapi baru yang terdiri dari empat jantan dan satu betina.

    Bergeser ke wilayah selatan Kaltim, keberhasilan PDKT juga dirasakan oleh Koperasi Produsen Klempang Sari Jaya Makmur di Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser.

    Kelompok yang dipimpin oleh Sunarso ini merupakan penerima manfaat PDKT pada 2025. Meski terhitung lebih baru, Sunarso memastikan fasilitas kandang dan kesehatan ternak bantuan pemerintah dirawat dengan sangat maksimal.

    "Alhamdulillah, semua sapi dalam kondisi baik dan sehat. Untuk sapi pejantannya pun alhamdulillah sudah pada laku semua di Lebaran Haji tadi," beber Sunarso.

    Di sektor pembiakan, koperasi ini juga menunjukkan sinyal yang sangat positif. Seluruh sapi betina yang dikelola saat ini dalam kondisi sehat dan beberapa ekor di antaranya sudah menunjukkan fase kehamilan.

    Sunarso tidak menampik persaingan bisnis peternakan di Kabupaten Paser cukup ketat lantaran banyaknya pengusaha ternak lokal lainnya. 

    Namun, kualitas sapi dari koperasinya membuktikan bahwa produk binaan PDKT mampu bersaing merebut hati pembeli.

    "Walaupun di Paser banyak pengusaha peternakan lain, alhamdulillah Koperasi Kuaro masih dapat jalan untuk menjual ternaknya," syukurnya.

    (Sf/Lo)