Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten Deputi (Asdep) Kementerian Koordinator Stabilitas Harga Pangan, Mohamad Siradj Parwito, saat pastikan kesiapan distribusi pangan di wilayah Kaltim. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Asisten Deputi (Asdep) Kementerian Koordinator (Kemenko) Stabilitas Harga Pangan, Mohamad Siradj Parwito, meninjau kondisi gudang Bulog dan memastikan kesiapan distribusi pangan di wilayah Kaltim.
Ia menyatakan bahwa kebersihan gudang sejauh ini terjaga dengan baik dan tidak ditemukan kendala berarti.
“Kami juga melihat ada penjualan beras di depan gudang, dengan rata-rata penyaluran sekitar dua ton per hari,” jelas Asdep Siradj kepada media, Rabu (3/12/2025).
Sementara itu, kata dia, komoditas jagung tersedia sekitar 2,5 ton di gudang terpisah untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional. Adapun konsumsi beras di wilayah tersebut mencapai 500 ton per bulan, termasuk ketersediaan beras premium.
Siradj menjelaskan, bahwa distribusi Bulog di wilayah ini tidak mencakup Kalimantan Utara, melainkan hanya Kalimantan Timur.
“Bahkan penyaluran beras juga dilakukan melalui jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi gudang dinilai cukup layak. Namun kebutuhan beras harian masyarakat masih tinggi, dengan total konsumsi sekitar 5.300 ton per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 4.000 ton diperuntukkan bagi masyarakat umum, sementara 1.300 ton disalurkan ke hotel, restoran, dan kafe.
“Adapun 500 ton di antaranya khusus untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” terangnya.
Terkait cadangan pangan pemerintah, dirinya berharap stok tersebut segera dapat dikeluarkan. Rencananya, pemerintah akan menyalurkan sekitar 100 juta kilogram beras kepada 82 juta penerima di seluruh Indonesia.
“Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras per bulan, tetapi biasanya penyalurannya dilakukan sekaligus untuk dua bulan,” terangnya.
Penyaluran direncanakan berlangsung pada periode Juli–Agustus, September–Oktober, dan Oktober–November, sehingga setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras, serta 4 liter minyak goreng.
Ia menambahkan, setelah menerima bantuan pangan, masyarakat biasanya tidak lagi membeli beras SPHP, sehingga turut menekan laju inflasi.
Saat ini, proses penyaluran bantuan masih menunggu kedatangan minyak goreng, karena harus disalurkan dalam satu paket bersama beras. Minyak goreng tersebut sedang dalam perjalanan, dan kapal pengangkutnya sudah antre untuk sandar.
“Mudah-mudahan besok sudah bisa dibongkar, sehingga sisa bantuan sebanyak 130 ton dapat segera disalurkan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten Deputi (Asdep) Kementerian Koordinator Stabilitas Harga Pangan, Mohamad Siradj Parwito, saat pastikan kesiapan distribusi pangan di wilayah Kaltim. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Asisten Deputi (Asdep) Kementerian Koordinator (Kemenko) Stabilitas Harga Pangan, Mohamad Siradj Parwito, meninjau kondisi gudang Bulog dan memastikan kesiapan distribusi pangan di wilayah Kaltim.
Ia menyatakan bahwa kebersihan gudang sejauh ini terjaga dengan baik dan tidak ditemukan kendala berarti.
“Kami juga melihat ada penjualan beras di depan gudang, dengan rata-rata penyaluran sekitar dua ton per hari,” jelas Asdep Siradj kepada media, Rabu (3/12/2025).
Sementara itu, kata dia, komoditas jagung tersedia sekitar 2,5 ton di gudang terpisah untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional. Adapun konsumsi beras di wilayah tersebut mencapai 500 ton per bulan, termasuk ketersediaan beras premium.
Siradj menjelaskan, bahwa distribusi Bulog di wilayah ini tidak mencakup Kalimantan Utara, melainkan hanya Kalimantan Timur.
“Bahkan penyaluran beras juga dilakukan melalui jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi gudang dinilai cukup layak. Namun kebutuhan beras harian masyarakat masih tinggi, dengan total konsumsi sekitar 5.300 ton per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 4.000 ton diperuntukkan bagi masyarakat umum, sementara 1.300 ton disalurkan ke hotel, restoran, dan kafe.
“Adapun 500 ton di antaranya khusus untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” terangnya.
Terkait cadangan pangan pemerintah, dirinya berharap stok tersebut segera dapat dikeluarkan. Rencananya, pemerintah akan menyalurkan sekitar 100 juta kilogram beras kepada 82 juta penerima di seluruh Indonesia.
“Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras per bulan, tetapi biasanya penyalurannya dilakukan sekaligus untuk dua bulan,” terangnya.
Penyaluran direncanakan berlangsung pada periode Juli–Agustus, September–Oktober, dan Oktober–November, sehingga setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras, serta 4 liter minyak goreng.
Ia menambahkan, setelah menerima bantuan pangan, masyarakat biasanya tidak lagi membeli beras SPHP, sehingga turut menekan laju inflasi.
Saat ini, proses penyaluran bantuan masih menunggu kedatangan minyak goreng, karena harus disalurkan dalam satu paket bersama beras. Minyak goreng tersebut sedang dalam perjalanan, dan kapal pengangkutnya sudah antre untuk sandar.
“Mudah-mudahan besok sudah bisa dibongkar, sehingga sisa bantuan sebanyak 130 ton dapat segera disalurkan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)