Seputar Kaltim

    Asap Mulai Terasa di Balikpapan, Warga Diimbau Gunakan Masker saat Beraktivitas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    13 Oktober 2026 pukul 16:08 WITA

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menyusul paparan asap yang mulai dirasakan, terutama pada pagi hari.

    Warga juga diminta memperbanyak minum air putih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, hasil pengukuran yang dilakukan puskesmas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan kualitas udara di Balikpapan secara umum masih relatif baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Kaltim.

    Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada karena asap dari daerah lain masih terbawa hingga Balikpapan.

    “Kami tetap waspada karena asap-asap dari daerah lain juga masih kami rasakan, terutama pada pagi hari,” ucap Alwiaty kepada awak media, Selasa (13/10/2026).

    Ia menjelaskan, penggunaan masker saat berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi paparan partikel asap. Selain itu, masyarakat dianjurkan menjaga kecukupan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, serta menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

    Alwiaty juga mengingatkan warga agar memperhatikan kondisi lingkungan, terutama ketika asap terlihat semakin pekat atau kualitas udara mengalami penurunan. Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menyesuaikan aktivitas di luar ruangan.

    “Kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan juga perlu mendapat perhatian, khususnya ketika paparan asap meningkat,” jelasnya.

    DKK Balikpapan turut mengajak masyarakat mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari instansi terkait. Menurutnya, kondisi udara yang masih relatif baik tidak berarti risiko paparan asap dapat diabaikan.

    “Dengan menerapkan langkah pencegahan dan membatasi paparan asap sesuai kondisi lingkungan, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” ungkapnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Asap Mulai Terasa di Balikpapan, Warga Diimbau Gunakan Masker saat Beraktivitas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    13 Oktober 2026 pukul 16:08 WITA

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati saat ditemui diruang kerjanya. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menyusul paparan asap yang mulai dirasakan, terutama pada pagi hari.

    Warga juga diminta memperbanyak minum air putih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

    Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, hasil pengukuran yang dilakukan puskesmas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan kualitas udara di Balikpapan secara umum masih relatif baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Kaltim.

    Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada karena asap dari daerah lain masih terbawa hingga Balikpapan.

    “Kami tetap waspada karena asap-asap dari daerah lain juga masih kami rasakan, terutama pada pagi hari,” ucap Alwiaty kepada awak media, Selasa (13/10/2026).

    Ia menjelaskan, penggunaan masker saat berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi paparan partikel asap. Selain itu, masyarakat dianjurkan menjaga kecukupan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, serta menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

    Alwiaty juga mengingatkan warga agar memperhatikan kondisi lingkungan, terutama ketika asap terlihat semakin pekat atau kualitas udara mengalami penurunan. Kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menyesuaikan aktivitas di luar ruangan.

    “Kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan juga perlu mendapat perhatian, khususnya ketika paparan asap meningkat,” jelasnya.

    DKK Balikpapan turut mengajak masyarakat mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari instansi terkait. Menurutnya, kondisi udara yang masih relatif baik tidak berarti risiko paparan asap dapat diabaikan.

    “Dengan menerapkan langkah pencegahan dan membatasi paparan asap sesuai kondisi lingkungan, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik,” ungkapnya.

    (Sf/Lo)