Seputar Kaltim

    Asap Karhutla Makin Pekat, Kasus ISPA di Kukar Tembus 9.075

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    04 September 2026 pukul 15:21 WITA

    Kualitas udara di Kecamatan Tenggarong, Kukar yang tercemar asap Kahutla (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut mengalami lonjakan hingga 9.075 pada Agustus 2026.

    Angka itu mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan beberapa bulan terakhir. Pada Juni, warga yang terjangkit ISPA tercatat berjumlah sekitar 3.700 kasus. Kemudian pada Juli, jumlah penyakit tersebut naik menjadi 7.000 hingga akhirnya  mencapai 9.075 pada Agustus 2026.

    Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah mengungkapkan lonjakan kasus ini terjadi akibat memburuknya kualitas udara yang disebabkan asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kukar belakangan ini.

    “Kasus ini naik sangat tinggi karena didominasi penyakit yang disebabkan oleh polusi udara akibat kabut asap Karhutla,” ujar Ismi, Jumat (4/8/2026).

    Dalam kasus tersebut, terdapat dua kelompok usia yang mendominasi, yakni kelompok pada usia 18 hingga 59 tahun dengan jumlah total sekitar 3.000 kasus. Kemudian kelompok kedua adalah usia anak sekolah dari usia lima hingga 18 tahun sekitar 2.950 kasus.

    Ismi menjelaskan gejala ISPA ditandai dengan sejumlah keluhan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam hingga sesak napas. 

    Kondisi tersebut dapat semakin parah apabila seseorang terus-menerus terpapar asap dan polusi udara.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker agar terhindar dari paparan asap, sehingga potensi terkena ISPA rendah,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Asap Karhutla Makin Pekat, Kasus ISPA di Kukar Tembus 9.075

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    04 September 2026 pukul 15:21 WITA

    Kualitas udara di Kecamatan Tenggarong, Kukar yang tercemar asap Kahutla (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut mengalami lonjakan hingga 9.075 pada Agustus 2026.

    Angka itu mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan beberapa bulan terakhir. Pada Juni, warga yang terjangkit ISPA tercatat berjumlah sekitar 3.700 kasus. Kemudian pada Juli, jumlah penyakit tersebut naik menjadi 7.000 hingga akhirnya  mencapai 9.075 pada Agustus 2026.

    Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah mengungkapkan lonjakan kasus ini terjadi akibat memburuknya kualitas udara yang disebabkan asap dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kukar belakangan ini.

    “Kasus ini naik sangat tinggi karena didominasi penyakit yang disebabkan oleh polusi udara akibat kabut asap Karhutla,” ujar Ismi, Jumat (4/8/2026).

    Dalam kasus tersebut, terdapat dua kelompok usia yang mendominasi, yakni kelompok pada usia 18 hingga 59 tahun dengan jumlah total sekitar 3.000 kasus. Kemudian kelompok kedua adalah usia anak sekolah dari usia lima hingga 18 tahun sekitar 2.950 kasus.

    Ismi menjelaskan gejala ISPA ditandai dengan sejumlah keluhan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam hingga sesak napas. 

    Kondisi tersebut dapat semakin parah apabila seseorang terus-menerus terpapar asap dan polusi udara.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker agar terhindar dari paparan asap, sehingga potensi terkena ISPA rendah,” tandasnya.

    (Sf/Lo)