Cari disini...
Seputar Kaltim
Foto bersama saat penutupan posko terpadu pelayanan dan pengamanan, Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau pada Senin (5/1/2026). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bandara Kelas I Kalimarau resmi berakhir setelah posko terpadu pelayanan dan pengamanan ditutup pada Senin (5/1/2026). Penutupan dilakukan menyusul berakhirnya periode libur panjang dan seluruh rangkaian pelayanan dinilai berjalan aman serta lancar.
Selama masa operasional posko yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Bandara Kalimarau mencatat peningkatan signifikan pada arus penumpang udara. Total sebanyak 30.168 penumpang terlayani, terdiri dari 13.966 penumpang kedatangan dan 16.202 penumpang keberangkatan.
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan bahwa seluruh kegiatan operasional penerbangan selama periode Nataru berjalan tanpa kendala berarti.
"Seluruh operasional berjalan lancar. Tidak ada tambahan ekstra penerbangan, tidak terjadi penundaan maupun pembatalan penerbangan. Alhamdulillah semua terkendali," ujar Patah.
Ia menjelaskan, puncak arus kedatangan penumpang terjadi pada 3-4 Januari 2026, bertepatan dengan arus balik pascalibur. ia pun mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan periode Nataru 2024-2025, jumlah penumpang tahun ini mengalami kenaikan sekitar 32 persen, meskipun pergerakan pesawat justru menurun sebesar 18 persen.
Menurutnya, penurunan pergerakan pesawat disebabkan oleh perubahan jenis armada yang digunakan maskapai, dari pesawat baling-baling ke pesawat jet dengan kapasitas angkut lebih besar.
"Perubahan armada ini membuat satu penerbangan dapat mengangkut lebih banyak penumpang, sehingga jumlah penerbangan menjadi lebih efisien," jelasnya.
Selain itu, kebijakan relaksasi tarif penerbangan dari pemerintah turut mendorong tingginya tingkat keterisian kursi. Rute Surabaya dan Balikpapan menjadi rute favorit dengan tingkat keterisian mencapai 90-100 persen, terutama pada maskapai Super Air Jet dan AirAsia.
Selama masa layanan Nataru, Bandara Kalimarau tidak mencatat adanya gangguan operasional, kejadian medis darurat, maupun pelanggaran keamanan penerbangan. Pelayanan bagi penumpang disabilitas juga tetap diberikan sesuai prosedur keselamatan dan standar pelayanan.
"Seluruh penumpang tertib mengikuti regulasi keamanan penerbangan. Secara umum, layanan berjalan aman, nyaman, dan terkendali," tandasnya.
Dengan berakhirnya masa angkutan Nataru, Bandara Kalimarau kembali menerapkan pola layanan reguler sembari melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan pada periode angkutan libur berikutnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Foto bersama saat penutupan posko terpadu pelayanan dan pengamanan, Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau pada Senin (5/1/2026). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bandara Kelas I Kalimarau resmi berakhir setelah posko terpadu pelayanan dan pengamanan ditutup pada Senin (5/1/2026). Penutupan dilakukan menyusul berakhirnya periode libur panjang dan seluruh rangkaian pelayanan dinilai berjalan aman serta lancar.
Selama masa operasional posko yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Bandara Kalimarau mencatat peningkatan signifikan pada arus penumpang udara. Total sebanyak 30.168 penumpang terlayani, terdiri dari 13.966 penumpang kedatangan dan 16.202 penumpang keberangkatan.
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan bahwa seluruh kegiatan operasional penerbangan selama periode Nataru berjalan tanpa kendala berarti.
"Seluruh operasional berjalan lancar. Tidak ada tambahan ekstra penerbangan, tidak terjadi penundaan maupun pembatalan penerbangan. Alhamdulillah semua terkendali," ujar Patah.
Ia menjelaskan, puncak arus kedatangan penumpang terjadi pada 3-4 Januari 2026, bertepatan dengan arus balik pascalibur. ia pun mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan periode Nataru 2024-2025, jumlah penumpang tahun ini mengalami kenaikan sekitar 32 persen, meskipun pergerakan pesawat justru menurun sebesar 18 persen.
Menurutnya, penurunan pergerakan pesawat disebabkan oleh perubahan jenis armada yang digunakan maskapai, dari pesawat baling-baling ke pesawat jet dengan kapasitas angkut lebih besar.
"Perubahan armada ini membuat satu penerbangan dapat mengangkut lebih banyak penumpang, sehingga jumlah penerbangan menjadi lebih efisien," jelasnya.
Selain itu, kebijakan relaksasi tarif penerbangan dari pemerintah turut mendorong tingginya tingkat keterisian kursi. Rute Surabaya dan Balikpapan menjadi rute favorit dengan tingkat keterisian mencapai 90-100 persen, terutama pada maskapai Super Air Jet dan AirAsia.
Selama masa layanan Nataru, Bandara Kalimarau tidak mencatat adanya gangguan operasional, kejadian medis darurat, maupun pelanggaran keamanan penerbangan. Pelayanan bagi penumpang disabilitas juga tetap diberikan sesuai prosedur keselamatan dan standar pelayanan.
"Seluruh penumpang tertib mengikuti regulasi keamanan penerbangan. Secara umum, layanan berjalan aman, nyaman, dan terkendali," tandasnya.
Dengan berakhirnya masa angkutan Nataru, Bandara Kalimarau kembali menerapkan pola layanan reguler sembari melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan pada periode angkutan libur berikutnya.
(Sf/Rs)