Cari disini...
Seputar Kaltim
Usai bertanding melawan Persela Lamongan, Tim Persiba Balikpapan pulang menggunakan transportasi laut. (Foto: official/Seputarfakta.com)
Balikpapan — Padatnya arus balik lebaran berdampak langsung pada mobilitas tim sepak bola profesional. Manajemen Persiba Balikpapan mengungkapkan kesulitan mendapat tiket penerbangan usai laga tandang melawan Persela Lamongan, sehingga tim terpaksa memilih jalur laut untuk kembali ke Balikpapan.
Chief Operating Officer (COO) Persiba Balikpapan, Imam Turmudzi menerangkan pihak manajemen sebenarnya telah merencanakan perjalanan pulang jauh hari sebelum pertandingan berlangsung. Berbagai skenario telah disiapkan, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang kepulangan hingga 2 April 2026.
“Kami sudah mengatur sejak awal untuk kebutuhan 31 orang rombongan. Bahkan opsi menunggu beberapa hari juga sudah dipertimbangkan,” ucap Imam dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).
Namun lonjakan penumpang pada masa arus balik lebaran membuat ketersediaan tiket penerbangan menjadi sangat terbatas. Kursi yang tersedia tidak hanya sedikit, tetapi juga tersebar di berbagai jadwal yang berbeda, sehingga menyulitkan tim untuk berangkat secara bersamaan.
“Karena memutuskan membagi rombongan ke dalam beberapa penerbangan bukan pilihan ideal karena dapat mengganggu persiapan tim secara keseluruhan, terutama menjelang pertandingan penting berikutnya,” jelasnya.
Manajemen juga telah mencoba berbagai alternatif rute penerbangan melalui sejumlah kota seperti Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta. Namun upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil karena kondisi ketersediaan tiket yang sama terbatasnya.
“Semua opsi sudah kami coba, tetapi tetap tidak memungkinkan untuk mengangkut seluruh tim dalam waktu yang sesuai,” akunya.
Dengan jadwal pertandingan selanjutnya yang sudah menanti pada 4 April 2026, Persiba tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu. Akhirnya jalur transportasi laut dipilih sebagai satu-satunya solusi agar seluruh pemain dan official dapat kembali bersama dalam satu rombongan.
Meski perjalanan laut membutuhkan waktu lebih lama, manajemen memastikan kondisi tim tetap terjaga. Selama perjalanan, para pemain dan official tetap menjalani program pemeliharaan kebugaran agar siap menghadapi laga berikutnya.
“Kami pastikan kondisi fisik pemain tetap dijaga selama perjalanan. Fokus kami sekarang adalah kesiapan menghadapi pertandingan selanjutnya,” tegas Imam.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata tantangan logistik yang dihadapi klub sepak bola di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik dan arus balik lebaran.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Usai bertanding melawan Persela Lamongan, Tim Persiba Balikpapan pulang menggunakan transportasi laut. (Foto: official/Seputarfakta.com)
Balikpapan — Padatnya arus balik lebaran berdampak langsung pada mobilitas tim sepak bola profesional. Manajemen Persiba Balikpapan mengungkapkan kesulitan mendapat tiket penerbangan usai laga tandang melawan Persela Lamongan, sehingga tim terpaksa memilih jalur laut untuk kembali ke Balikpapan.
Chief Operating Officer (COO) Persiba Balikpapan, Imam Turmudzi menerangkan pihak manajemen sebenarnya telah merencanakan perjalanan pulang jauh hari sebelum pertandingan berlangsung. Berbagai skenario telah disiapkan, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang kepulangan hingga 2 April 2026.
“Kami sudah mengatur sejak awal untuk kebutuhan 31 orang rombongan. Bahkan opsi menunggu beberapa hari juga sudah dipertimbangkan,” ucap Imam dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).
Namun lonjakan penumpang pada masa arus balik lebaran membuat ketersediaan tiket penerbangan menjadi sangat terbatas. Kursi yang tersedia tidak hanya sedikit, tetapi juga tersebar di berbagai jadwal yang berbeda, sehingga menyulitkan tim untuk berangkat secara bersamaan.
“Karena memutuskan membagi rombongan ke dalam beberapa penerbangan bukan pilihan ideal karena dapat mengganggu persiapan tim secara keseluruhan, terutama menjelang pertandingan penting berikutnya,” jelasnya.
Manajemen juga telah mencoba berbagai alternatif rute penerbangan melalui sejumlah kota seperti Semarang, Yogyakarta, hingga Jakarta. Namun upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil karena kondisi ketersediaan tiket yang sama terbatasnya.
“Semua opsi sudah kami coba, tetapi tetap tidak memungkinkan untuk mengangkut seluruh tim dalam waktu yang sesuai,” akunya.
Dengan jadwal pertandingan selanjutnya yang sudah menanti pada 4 April 2026, Persiba tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu. Akhirnya jalur transportasi laut dipilih sebagai satu-satunya solusi agar seluruh pemain dan official dapat kembali bersama dalam satu rombongan.
Meski perjalanan laut membutuhkan waktu lebih lama, manajemen memastikan kondisi tim tetap terjaga. Selama perjalanan, para pemain dan official tetap menjalani program pemeliharaan kebugaran agar siap menghadapi laga berikutnya.
“Kami pastikan kondisi fisik pemain tetap dijaga selama perjalanan. Fokus kami sekarang adalah kesiapan menghadapi pertandingan selanjutnya,” tegas Imam.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata tantangan logistik yang dihadapi klub sepak bola di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik dan arus balik lebaran.
(Sf/Lo)