Arus Balik Lebaran, 2 Kapal Pelni Angkut Lebih dari 3.000 Penumpang ke Balikpapan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    29 Maret 2026 07:34 WIB

    Penumpang kapal KM Bukit Siguntang dari Parepare telah tiba di Pelabuhan Semayang Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Arus balik lebaran di Pelabuhan Semayang Balikpapan mulai mencapai puncaknya. Dua kapal milik PT Pelni tiba pada Minggu (29/3/2026) dengan total ribuan penumpang yang turun di kota ini.

    Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko menyampaikan kapal pertama yang tiba adalah KM Bukit Siguntang dari Parepare dengan tujuan Balikpapan. Kapal tersebut membawa 1.816 penumpang.

    Selanjutnya pada pukul 13.00 WITA, KM Dorolonda tiba dari Surabaya dengan jumlah penumpang turun sebanyak 1.796 orang.

    “Total penumpang yang tiba hari ini sekitar 3.612-an orang dari dua kapal,” ucap Ridwan saat ditemui di area pelabuhan.

    Ia menjelaskan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 29-30 Maret 2026. Pada 30 Maret, Pelni kembali menjadwalkan kedatangan dua kapal, yakni KM Lambelu yang melayani rute Bau-Bau, Makassar dan Parepare, serta KM Labuan Bajo dari Surabaya.

    Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang tercatat di Pelabuhan Semayang selama arus balik mencapai sekitar 11 ribu orang. Ridwan menambahkan, pada periode arus balik ini jumlah penumpang yang turun lebih banyak dibandingkan yang berangkat.

    “Hal ini karena sebelumnya banyak penumpang yang berangkat ke Surabaya, Parepare, Makassar dan Bau-Bau saat arus mudik,” jelasnya.

    Dibandingkan tahun sebelumnya, ia menyebut terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan. Pada 2025, lonjakan penumpang tercatat sekitar 9 hingga 10 persen, sementara pada 2026 meningkat hingga hampir 15 persen.

    Menurutnya peningkatan ini juga didukung oleh kesiapan armada yang lebih baik. Tahun ini, PT Pelni mengoperasikan lima kapal, meningkat dari empat kapal pada tahun lalu.

    “Selain itu frekuensi pelayaran juga ditambah, khususnya rute Balikpapan–Surabaya yang sebelumnya hanya empat kali, kini menjadi tujuh kali,” tambahnya.

    Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang, Pelni bersama pihak pelabuhan juga membuka tiga jalur akses keluar. Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah penumpukan penumpang di area pelabuhan.

    “Dengan penambahan armada, frekuensi pelayaran, serta pengaturan arus keluar, kondisi arus balik tahun ini lebih tertata dan lancar,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Arus Balik Lebaran, 2 Kapal Pelni Angkut Lebih dari 3.000 Penumpang ke Balikpapan

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    29 Maret 2026 07:34 WIB

    Penumpang kapal KM Bukit Siguntang dari Parepare telah tiba di Pelabuhan Semayang Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Arus balik lebaran di Pelabuhan Semayang Balikpapan mulai mencapai puncaknya. Dua kapal milik PT Pelni tiba pada Minggu (29/3/2026) dengan total ribuan penumpang yang turun di kota ini.

    Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko menyampaikan kapal pertama yang tiba adalah KM Bukit Siguntang dari Parepare dengan tujuan Balikpapan. Kapal tersebut membawa 1.816 penumpang.

    Selanjutnya pada pukul 13.00 WITA, KM Dorolonda tiba dari Surabaya dengan jumlah penumpang turun sebanyak 1.796 orang.

    “Total penumpang yang tiba hari ini sekitar 3.612-an orang dari dua kapal,” ucap Ridwan saat ditemui di area pelabuhan.

    Ia menjelaskan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 29-30 Maret 2026. Pada 30 Maret, Pelni kembali menjadwalkan kedatangan dua kapal, yakni KM Lambelu yang melayani rute Bau-Bau, Makassar dan Parepare, serta KM Labuan Bajo dari Surabaya.

    Secara keseluruhan, jumlah penumpang yang tercatat di Pelabuhan Semayang selama arus balik mencapai sekitar 11 ribu orang. Ridwan menambahkan, pada periode arus balik ini jumlah penumpang yang turun lebih banyak dibandingkan yang berangkat.

    “Hal ini karena sebelumnya banyak penumpang yang berangkat ke Surabaya, Parepare, Makassar dan Bau-Bau saat arus mudik,” jelasnya.

    Dibandingkan tahun sebelumnya, ia menyebut terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan. Pada 2025, lonjakan penumpang tercatat sekitar 9 hingga 10 persen, sementara pada 2026 meningkat hingga hampir 15 persen.

    Menurutnya peningkatan ini juga didukung oleh kesiapan armada yang lebih baik. Tahun ini, PT Pelni mengoperasikan lima kapal, meningkat dari empat kapal pada tahun lalu.

    “Selain itu frekuensi pelayaran juga ditambah, khususnya rute Balikpapan–Surabaya yang sebelumnya hanya empat kali, kini menjadi tujuh kali,” tambahnya.

    Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang, Pelni bersama pihak pelabuhan juga membuka tiga jalur akses keluar. Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah penumpukan penumpang di area pelabuhan.

    “Dengan penambahan armada, frekuensi pelayaran, serta pengaturan arus keluar, kondisi arus balik tahun ini lebih tertata dan lancar,” tutupnya.

    (Sf/Lo)