Seputar Kaltim

    Arief Rosyid: Kekayaan alam Kaltim harus jadi instrumen kesejahteraan masyarakat

    Redaktur:Rusdianto
    14 Juni 2026 pukul 11:01 WITA

    Deretan tongkang batu bara, di perairan Teluk Balikpapan, yang memuat kekayaan alam Kaltim berupa batubara. (Dok Seputar Fakta)

    Samarinda- Kekayaan alam di Kalimantan Timur dinilai harus dikelola sedemikian rupa agar memberikan kemakmuran yang nyata bagi masyarakat. Hal ini menuntut generasi muda setempat untuk turun langsung sebagai penentu kebijakan di sektor ekonomi maupun politik demi memastikan manfaat pembangunan tepat sasaran.
    Hal tersebut disampaikan oleh Arief Rosyid Hasan saat menghadiri silaturahmi di Samarinda. Arief menyebutkan bahwa Kalimantan Timur memegang posisi sangat strategis sebagai penyangga utama ekonomi Indonesia di sektor energi dan sumber daya mineral, sekaligus lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
    "Sudah waktunya menjadi pemain yang ikut menentukan arah kebijakan dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat," kata Arief, dalam keterangan tertulis yang diterima Seputar Fakta, Minggu (14/6/2026).

    Upaya pengelolaan kekayaan alam untuk kepentingan masyarakat luas ini sejalan dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang konsisten menjalankan amanah Pasal 33 UUD 1945. Pemerintahan saat ini bertekad menjadikan sumber daya alam murni sebagai alat ukur kesejahteraan rakyat, khususnya di wilayah penghasil energi seperti Kaltim.

    "Pasal 33 UUD 1945 adalah mandat perjuangan. Presiden Prabowo sedang berikhtiar memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat," katanya.

    Dalam pelaksanaannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menerima instruksi langsung dari Presiden untuk membenahi tata kelola sektor energi. Program yang dicanangkan meliputi legalisasi sumur rakyat, penguatan hilirisasi, serta peningkatan produksi nasional yang dirancang agar keuntungannya berputar kembali ke masyarakat.

    "Atas perintah Presiden Prabowo, beliau berjuang agar seluruh sumber energi dan sumber daya mineral dapat dikelola secara lebih adil, lebih produktif, dan hasilnya kembali kepada rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Kalimantan Timur," tegas Arief.

    Momentum perbaikan tata kelola ini, menurut Arief, wajib dimanfaatkan oleh pemuda Kaltim untuk meningkatkan kapasitas dan jaringan. Keterlibatan di dunia usaha, politik, dan birokrasi sangat dibutuhkan agar masyarakat lokal mendapatkan porsi manfaat yang utuh dari tanahnya sendiri.
    "Orang muda Kaltim harus masuk ke gelanggang, menjadi pengambil keputusan, menjadi pengusaha, menjadi pemimpin, dan menjadi bagian dari solusi. Kaltim membutuhkan generasi yang berani menjadi pemain," ujarnya.

    Arief juga menyoroti pentingnya stabilitas pemerintahan untuk mengeksekusi pemerataan kesejahteraan tersebut. Hubungan solid antara Partai Gerindra dan Partai Golkar di dalam koalisi permanen saat ini dinilai menjadi modal utama dalam menjaga kestabilan politik nasional untuk kelancaran pembangunan IKN dan kedaulatan energi.

    "Soliditas Partai Gerindra dan Partai Golkar sebagai koalisi permanen merupakan fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," jelasnya.
    Menutup pernyataannya, Arief mengajak seluruh pemuda untuk berani mengambil keputusan penting. Keterlibatan aktif dari generasi muda merupakan kunci arah peradaban dan kemaslahatan masyarakat bangsa dan negara.

    "Sejarah selalu ditentukan oleh mereka yang berani mengambil peran. Saatnya menjadi pemain politik, pemain pembangunan, dan pemain peradaban demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara," tutup Arief.(Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Arief Rosyid: Kekayaan alam Kaltim harus jadi instrumen kesejahteraan masyarakat

    Redaktur:Rusdianto
    14 Juni 2026 pukul 11:01 WITA

    Deretan tongkang batu bara, di perairan Teluk Balikpapan, yang memuat kekayaan alam Kaltim berupa batubara. (Dok Seputar Fakta)

    Samarinda- Kekayaan alam di Kalimantan Timur dinilai harus dikelola sedemikian rupa agar memberikan kemakmuran yang nyata bagi masyarakat. Hal ini menuntut generasi muda setempat untuk turun langsung sebagai penentu kebijakan di sektor ekonomi maupun politik demi memastikan manfaat pembangunan tepat sasaran.
    Hal tersebut disampaikan oleh Arief Rosyid Hasan saat menghadiri silaturahmi di Samarinda. Arief menyebutkan bahwa Kalimantan Timur memegang posisi sangat strategis sebagai penyangga utama ekonomi Indonesia di sektor energi dan sumber daya mineral, sekaligus lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
    "Sudah waktunya menjadi pemain yang ikut menentukan arah kebijakan dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat," kata Arief, dalam keterangan tertulis yang diterima Seputar Fakta, Minggu (14/6/2026).

    Upaya pengelolaan kekayaan alam untuk kepentingan masyarakat luas ini sejalan dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang konsisten menjalankan amanah Pasal 33 UUD 1945. Pemerintahan saat ini bertekad menjadikan sumber daya alam murni sebagai alat ukur kesejahteraan rakyat, khususnya di wilayah penghasil energi seperti Kaltim.

    "Pasal 33 UUD 1945 adalah mandat perjuangan. Presiden Prabowo sedang berikhtiar memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar menjadi instrumen kesejahteraan rakyat," katanya.

    Dalam pelaksanaannya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menerima instruksi langsung dari Presiden untuk membenahi tata kelola sektor energi. Program yang dicanangkan meliputi legalisasi sumur rakyat, penguatan hilirisasi, serta peningkatan produksi nasional yang dirancang agar keuntungannya berputar kembali ke masyarakat.

    "Atas perintah Presiden Prabowo, beliau berjuang agar seluruh sumber energi dan sumber daya mineral dapat dikelola secara lebih adil, lebih produktif, dan hasilnya kembali kepada rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Kalimantan Timur," tegas Arief.

    Momentum perbaikan tata kelola ini, menurut Arief, wajib dimanfaatkan oleh pemuda Kaltim untuk meningkatkan kapasitas dan jaringan. Keterlibatan di dunia usaha, politik, dan birokrasi sangat dibutuhkan agar masyarakat lokal mendapatkan porsi manfaat yang utuh dari tanahnya sendiri.
    "Orang muda Kaltim harus masuk ke gelanggang, menjadi pengambil keputusan, menjadi pengusaha, menjadi pemimpin, dan menjadi bagian dari solusi. Kaltim membutuhkan generasi yang berani menjadi pemain," ujarnya.

    Arief juga menyoroti pentingnya stabilitas pemerintahan untuk mengeksekusi pemerataan kesejahteraan tersebut. Hubungan solid antara Partai Gerindra dan Partai Golkar di dalam koalisi permanen saat ini dinilai menjadi modal utama dalam menjaga kestabilan politik nasional untuk kelancaran pembangunan IKN dan kedaulatan energi.

    "Soliditas Partai Gerindra dan Partai Golkar sebagai koalisi permanen merupakan fondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," jelasnya.
    Menutup pernyataannya, Arief mengajak seluruh pemuda untuk berani mengambil keputusan penting. Keterlibatan aktif dari generasi muda merupakan kunci arah peradaban dan kemaslahatan masyarakat bangsa dan negara.

    "Sejarah selalu ditentukan oleh mereka yang berani mengambil peran. Saatnya menjadi pemain politik, pemain pembangunan, dan pemain peradaban demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara," tutup Arief.(Sf/Rs)