Seputar Kaltim

    Arfian Dorong Edukasi Kesehatan Reproduksi Masuk Sekolah Cegah Kehamilan Remaja

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    10 Juli 2026 pukul 21:15 WITA

    RDP Komisi A DPRD Kota Bontang Terkait Kasus Kehamilan Anak Dibawah Umur. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Meningkatnya dugaan kasus kehamilan di kalangan remaja di Kota Bontang mendorong DPRD Kota Bontang meminta pemerintah memperkuat edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan sejak dini agar remaja memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pergaulan bebas.

    Anggota DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad, mengatakan fenomena tersebut harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, masa remaja seharusnya dimanfaatkan untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi diri sebagai bekal meraih masa depan.

    “Jangan sampai anak-anak kita sibuk pada kegiatan yang tidak bermanfaat, bahkan sampai terjerumus pada perilaku menyimpang,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

    Arfian menilai salah satu faktor yang turut memengaruhi meningkatnya kasus tersebut adalah masih minimnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi. Karena itu, ia mendorong dinas terkait agar lebih aktif memberikan edukasi kepada pelajar di tingkat sekolah menengah pertama maupun menengah atas.

    “Sosialisasi harus terus digencarkan agar pembahasan mengenai kesehatan reproduksi tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang tabu oleh para pelajar,” katanya.

    Selain edukasi, Arfian juga menyoroti perkembangan teknologi yang membuat akses terhadap konten negatif semakin mudah diperoleh oleh remaja. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan pengawasan dari orang tua serta penguatan pendidikan karakter di lingkungan keluarga maupun sekolah.

    Ia menegaskan pencegahan kehamilan remaja tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Pemerintah, sekolah, masyarakat, dan keluarga harus bersinergi membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.

    Menurut Arfian, langkah tersebut juga penting untuk menekan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan dari kehamilan usia dini, seperti meningkatnya risiko stunting, kelahiran prematur, hingga terganggunya tumbuh kembang anak.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Arfian Dorong Edukasi Kesehatan Reproduksi Masuk Sekolah Cegah Kehamilan Remaja

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    10 Juli 2026 pukul 21:15 WITA

    RDP Komisi A DPRD Kota Bontang Terkait Kasus Kehamilan Anak Dibawah Umur. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Meningkatnya dugaan kasus kehamilan di kalangan remaja di Kota Bontang mendorong DPRD Kota Bontang meminta pemerintah memperkuat edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pencegahan sejak dini agar remaja memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan risiko pergaulan bebas.

    Anggota DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad, mengatakan fenomena tersebut harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, masa remaja seharusnya dimanfaatkan untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi diri sebagai bekal meraih masa depan.

    “Jangan sampai anak-anak kita sibuk pada kegiatan yang tidak bermanfaat, bahkan sampai terjerumus pada perilaku menyimpang,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

    Arfian menilai salah satu faktor yang turut memengaruhi meningkatnya kasus tersebut adalah masih minimnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi. Karena itu, ia mendorong dinas terkait agar lebih aktif memberikan edukasi kepada pelajar di tingkat sekolah menengah pertama maupun menengah atas.

    “Sosialisasi harus terus digencarkan agar pembahasan mengenai kesehatan reproduksi tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang tabu oleh para pelajar,” katanya.

    Selain edukasi, Arfian juga menyoroti perkembangan teknologi yang membuat akses terhadap konten negatif semakin mudah diperoleh oleh remaja. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan pengawasan dari orang tua serta penguatan pendidikan karakter di lingkungan keluarga maupun sekolah.

    Ia menegaskan pencegahan kehamilan remaja tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Pemerintah, sekolah, masyarakat, dan keluarga harus bersinergi membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.

    Menurut Arfian, langkah tersebut juga penting untuk menekan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan dari kehamilan usia dini, seperti meningkatnya risiko stunting, kelahiran prematur, hingga terganggunya tumbuh kembang anak.

    (Sf/Lo)