Cari disini...
Seputar Kaltim
Peluncuran aplikasi Etam Kinerja V-1 dalam Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan Pemkab Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) meluncurkan aplikasi Etam Kinerja V-1 sebagai sistem digital terpadu untuk memantau progres pembangunan daerah secara real time.
Peluncuran aplikasi tersebut digelar dalam Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Selasa (12/5/2026).
Aplikasi Etam Kinerja atau Evaluasi Terpadu Akuntabilitas dan Monitoring Kinerja Pembangunan Daerah disiapkan untuk memperkuat pengawasan dan evaluasi pembangunan berbasis digital.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setkab Kutim, Irma Yuwinda mengatakan pengembangan aplikasi dilakukan melalui sejumlah tahapan mulai dari identifikasi kebutuhan sistem, penyusunan konsep aplikasi hingga tahap penyempurnaan sebelum resmi diluncurkan.
“Dengan berbagai tantangan dan dinamika yang ada, pengembangan dashboard pimpinan pada aplikasi ETAM Kinerja dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih 45 hari kerja,” ujar Irma.
Ia menjelaskan seluruh perangkat daerah nantinya diwajibkan melakukan input data terkait progres fisik kegiatan, realisasi keuangan, capaian program hingga kendala di lapangan secara berkala.
Data tersebut kemudian akan tampil dalam dashboard pimpinan yang dapat dipantau langsung oleh kepala daerah maupun masing-masing OPD sesuai lingkup kewenangannya.
“Yang tampil di dashboard pimpinan juga tampil di dashboard kepala perangkat daerah maupun camat, tetapi hanya sesuai lingkup kewenangannya,” jelasnya.
Menurut Irma, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis kepada seluruh OPD agar proses input data dan pelaporan dapat berjalan optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor memaparkan realisasi APBD Kutim 2026 yang masih berada di bawah target.
Dari total belanja daerah sebesar Rp5,7 triliun, realisasi fisik hingga April 2026 baru mencapai 14,77 persen dari target 46,23 persen. Sementara realisasi keuangan tercatat sebesar Rp761,6 miliar atau 13,27 persen.
“Saya minta seluruh perangkat daerah mengambil langkah-langkah strategis dalam mendorong pencapaian target triwulan kedua,” katanya.
Ia menambahkan, melalui aplikasi Etam Kinerja, nantinya setiap perangkat daerah akan melakukan input data secara mandiri dan hasilnya akan tampil dalam bentuk peringkat kinerja pada dashboard pimpinan daerah.
“Jadi nanti akan terlihat ranking masing-masing perangkat daerah. Input data tetap dilakukan masing-masing OPD,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Peluncuran aplikasi Etam Kinerja V-1 dalam Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan Pemkab Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) meluncurkan aplikasi Etam Kinerja V-1 sebagai sistem digital terpadu untuk memantau progres pembangunan daerah secara real time.
Peluncuran aplikasi tersebut digelar dalam Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Selasa (12/5/2026).
Aplikasi Etam Kinerja atau Evaluasi Terpadu Akuntabilitas dan Monitoring Kinerja Pembangunan Daerah disiapkan untuk memperkuat pengawasan dan evaluasi pembangunan berbasis digital.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setkab Kutim, Irma Yuwinda mengatakan pengembangan aplikasi dilakukan melalui sejumlah tahapan mulai dari identifikasi kebutuhan sistem, penyusunan konsep aplikasi hingga tahap penyempurnaan sebelum resmi diluncurkan.
“Dengan berbagai tantangan dan dinamika yang ada, pengembangan dashboard pimpinan pada aplikasi ETAM Kinerja dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih 45 hari kerja,” ujar Irma.
Ia menjelaskan seluruh perangkat daerah nantinya diwajibkan melakukan input data terkait progres fisik kegiatan, realisasi keuangan, capaian program hingga kendala di lapangan secara berkala.
Data tersebut kemudian akan tampil dalam dashboard pimpinan yang dapat dipantau langsung oleh kepala daerah maupun masing-masing OPD sesuai lingkup kewenangannya.
“Yang tampil di dashboard pimpinan juga tampil di dashboard kepala perangkat daerah maupun camat, tetapi hanya sesuai lingkup kewenangannya,” jelasnya.
Menurut Irma, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis kepada seluruh OPD agar proses input data dan pelaporan dapat berjalan optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor memaparkan realisasi APBD Kutim 2026 yang masih berada di bawah target.
Dari total belanja daerah sebesar Rp5,7 triliun, realisasi fisik hingga April 2026 baru mencapai 14,77 persen dari target 46,23 persen. Sementara realisasi keuangan tercatat sebesar Rp761,6 miliar atau 13,27 persen.
“Saya minta seluruh perangkat daerah mengambil langkah-langkah strategis dalam mendorong pencapaian target triwulan kedua,” katanya.
Ia menambahkan, melalui aplikasi Etam Kinerja, nantinya setiap perangkat daerah akan melakukan input data secara mandiri dan hasilnya akan tampil dalam bentuk peringkat kinerja pada dashboard pimpinan daerah.
“Jadi nanti akan terlihat ranking masing-masing perangkat daerah. Input data tetap dilakukan masing-masing OPD,” pungkasnya.
(Sf/Lo)