Seputar Kaltim

    Api Mengamuk di Permukiman Padat Dahor, Petugas Berjibaku Cegah Kebakaran Meluas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 11:51 WITA

    Kobaran api dengan cepat menghanguskan beberapa bangunan yang terbuat dari kayu. (Foto: Relawan/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk Dahor III, RT 39, Kelurahan Baru Hilir, Balikpapan Barat, Rabu (24/6/2026) malam, nyaris memicu bencana yang lebih besar.

    Kobaran api yang muncul di tengah permukiman dengan bangunan berdempetan sempat mengancam puluhan rumah warga sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas.

    Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.40 Wita. Dalam hitungan menit, api membesar dan melalap sejumlah bangunan yang mayoritas berbahan kayu, sehingga mempercepat penyebaran kobaran.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali mengatakan, seluruh armada pemadam langsung dikerahkan setelah menerima laporan dari warga.

    “Karena lokasi berada di kawasan padat penduduk, kami langsung mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia untuk mencegah api meluas ke rumah-rumah lainnya,” ucap Usman.

    Sebanyak enam sektor pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga tim pemadam perusahaan.

    Tim gabungan dari Pertamina, PHM, TNI AL, dan Polda Kalimantan Timur turut membantu proses pemadaman yang berlangsung hingga larut malam.

    Namun proses penanganan tidak berjalan mudah. Petugas harus menghadapi akses jalan yang sempit, sehingga menyulitkan armada pemadam mendekati titik api. Kondisi diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang yang berpotensi mempercepat penyebaran api ke bangunan sekitar.

    “Hambatan terbesar adalah akses yang terbatas dan suplai air yang tidak bisa langsung masuk secara optimal ke lokasi kebakaran,” jelasnya.

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas menerapkan sistem suplai air berantai. Sejumlah mobil pemadam ditempatkan sebagai pemasok air, sementara armada lainnya fokus melakukan penyemprotan langsung ke pusat kobaran api.

    Strategi itu terbukti efektif. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sebelum menjalar lebih luas ke permukiman warga lainnya.

    “Kurang lebih satu jam api berhasil kami kuasai. Kondisi rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat kami harus bergerak cepat agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar,” terangnya.

    Berdasarkan data sementara BPBD Kota Balikpapan, tiga rumah mengalami kerusakan berat akibat terbakar. Sementara dua bangunan lain turut terdampak karena berada dekat dengan titik kebakaran.

    Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seorang warga sempat pingsan akibat kelelahan saat membantu proses pemadaman, namun berhasil mendapat penanganan medis dari petugas layanan 119 dan Palang Merah Indonesia (PMI).

    “Korban yang sempat pingsan sudah mendapatkan penanganan dan kondisinya dapat diatasi,” ujarnya.

    Hingga proses pemadaman selesai, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

    Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat kepolisian bersama tim Identifikasi Forensik (INAFIS) dijadwalkan melakukan penyelidikan guna mengungkap sumber api yang menghanguskan sejumlah rumah warga tersebut.

    Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Selain akses yang terbatas, jarak antarbangunan yang berdekatan membuat api dapat dengan cepat menjalar dan menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Api Mengamuk di Permukiman Padat Dahor, Petugas Berjibaku Cegah Kebakaran Meluas

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    25 Juni 2026 pukul 11:51 WITA

    Kobaran api dengan cepat menghanguskan beberapa bangunan yang terbuat dari kayu. (Foto: Relawan/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk Dahor III, RT 39, Kelurahan Baru Hilir, Balikpapan Barat, Rabu (24/6/2026) malam, nyaris memicu bencana yang lebih besar.

    Kobaran api yang muncul di tengah permukiman dengan bangunan berdempetan sempat mengancam puluhan rumah warga sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas.

    Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.40 Wita. Dalam hitungan menit, api membesar dan melalap sejumlah bangunan yang mayoritas berbahan kayu, sehingga mempercepat penyebaran kobaran.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali mengatakan, seluruh armada pemadam langsung dikerahkan setelah menerima laporan dari warga.

    “Karena lokasi berada di kawasan padat penduduk, kami langsung mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia untuk mencegah api meluas ke rumah-rumah lainnya,” ucap Usman.

    Sebanyak enam sektor pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga tim pemadam perusahaan.

    Tim gabungan dari Pertamina, PHM, TNI AL, dan Polda Kalimantan Timur turut membantu proses pemadaman yang berlangsung hingga larut malam.

    Namun proses penanganan tidak berjalan mudah. Petugas harus menghadapi akses jalan yang sempit, sehingga menyulitkan armada pemadam mendekati titik api. Kondisi diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang yang berpotensi mempercepat penyebaran api ke bangunan sekitar.

    “Hambatan terbesar adalah akses yang terbatas dan suplai air yang tidak bisa langsung masuk secara optimal ke lokasi kebakaran,” jelasnya.

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas menerapkan sistem suplai air berantai. Sejumlah mobil pemadam ditempatkan sebagai pemasok air, sementara armada lainnya fokus melakukan penyemprotan langsung ke pusat kobaran api.

    Strategi itu terbukti efektif. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sebelum menjalar lebih luas ke permukiman warga lainnya.

    “Kurang lebih satu jam api berhasil kami kuasai. Kondisi rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat kami harus bergerak cepat agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar,” terangnya.

    Berdasarkan data sementara BPBD Kota Balikpapan, tiga rumah mengalami kerusakan berat akibat terbakar. Sementara dua bangunan lain turut terdampak karena berada dekat dengan titik kebakaran.

    Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seorang warga sempat pingsan akibat kelelahan saat membantu proses pemadaman, namun berhasil mendapat penanganan medis dari petugas layanan 119 dan Palang Merah Indonesia (PMI).

    “Korban yang sempat pingsan sudah mendapatkan penanganan dan kondisinya dapat diatasi,” ujarnya.

    Hingga proses pemadaman selesai, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

    Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat kepolisian bersama tim Identifikasi Forensik (INAFIS) dijadwalkan melakukan penyelidikan guna mengungkap sumber api yang menghanguskan sejumlah rumah warga tersebut.

    Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Selain akses yang terbatas, jarak antarbangunan yang berdekatan membuat api dapat dengan cepat menjalar dan menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.

    (Sf/Rs)