Seputar Kaltim

    Api Hanguskan 7 Rumah di Tenggarong, Kerugian Ditaksir Tembus Miliaran Rupiah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    17 Juli 2026 pukul 07:43 WITA

    Petugas Disdamkar Matan Kukar saat melakukan proses pemadaman (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak sembilan rumah di kawasan padat penduduk, tepatnya di samping Jalan Al Jawahir dan AM Sangaji, RT 7, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan terbakar, Jumat (17/7/2026) dini hari.

    Insiden kebakaran ini terjadi sekitar pukul 1.30 WITA menghanguskan tujuh rumah, sementara dua rumah lainnya dilaporkan terdampak kebakaran.

    Api diketahui dengan cepat membesar karena sebagian besar rumah terbuat dari kayu dan hembusan angin bertiup cukup kencang.

    Akibatnya, kobaran api dengan mudah menjalar ke bangunan lain di sekitarnya, sehingga memperluas area yang terdampak kebakaran.

    “Usai menerima laporan terkait adanya insiden kebakaran, kita langsung mengerahkan sekitar 10 armada untuk memadamkan api,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani.

    Saat proses pemadaman berlangsung, petugas Disdamkar Matan Kukar sempat mengalami beberapa kendala, salah satunya pasokan air yang tersendat akibat debit air sungai surut.

    “Suplai air agak macet karena air sungai surut, sehingga kami harus mengambil air dari titik yang lebih jauh ke belakang,” ungkapnya.

    Meski sempat terkendala pasokan air, Petugas Disdamkar Matan Kukar akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 3.00 WITA. 

    Setelah itu, proses pendinginan terus dilakukan hingga sekitar pukul 5.00 WITA untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

    Fida menyampaikan penyebab pasti terjadinya kebakaran ini masih belum diketahui. Namun dugaan sementara, api diduga berasal dari korsleting listrik.

    “Belum diketahui penyebabnya karena apa, tapi dugaannya mungkin karena korsleting listrik,” tuturnya.

    Lurah Baru, Bayu Ramanda Baninugraha mengatakan terdapat tujuh Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam insiden kebakaran ini. 

    Ia menambahkan total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah, mengingat tujuh rumah hangus terbakar beserta barang-barang berharga milik warga yang berada di dalamnya.

    “Tidak ada korban jiwa, tapi total kerugian bisa dikatakan di atas miliaran rupiah karena yang terbakar ini merupakan rumah-rumah orang lama dan ada yang beberapa kali renovasi, sehingga kelihatan seperti bangunan baru,” terangnya.

    Kini pihak Kelurahan Baru telah membuka posko pengungsian di toko perlengkapan bayi yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian.

    “Kita membuka posko di Toko Bayi dan mempersilahkan masyarakat yang ingin memberikan donasi kepada korban kebakaran,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Api Hanguskan 7 Rumah di Tenggarong, Kerugian Ditaksir Tembus Miliaran Rupiah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    17 Juli 2026 pukul 07:43 WITA

    Petugas Disdamkar Matan Kukar saat melakukan proses pemadaman (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak sembilan rumah di kawasan padat penduduk, tepatnya di samping Jalan Al Jawahir dan AM Sangaji, RT 7, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan terbakar, Jumat (17/7/2026) dini hari.

    Insiden kebakaran ini terjadi sekitar pukul 1.30 WITA menghanguskan tujuh rumah, sementara dua rumah lainnya dilaporkan terdampak kebakaran.

    Api diketahui dengan cepat membesar karena sebagian besar rumah terbuat dari kayu dan hembusan angin bertiup cukup kencang.

    Akibatnya, kobaran api dengan mudah menjalar ke bangunan lain di sekitarnya, sehingga memperluas area yang terdampak kebakaran.

    “Usai menerima laporan terkait adanya insiden kebakaran, kita langsung mengerahkan sekitar 10 armada untuk memadamkan api,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani.

    Saat proses pemadaman berlangsung, petugas Disdamkar Matan Kukar sempat mengalami beberapa kendala, salah satunya pasokan air yang tersendat akibat debit air sungai surut.

    “Suplai air agak macet karena air sungai surut, sehingga kami harus mengambil air dari titik yang lebih jauh ke belakang,” ungkapnya.

    Meski sempat terkendala pasokan air, Petugas Disdamkar Matan Kukar akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 3.00 WITA. 

    Setelah itu, proses pendinginan terus dilakukan hingga sekitar pukul 5.00 WITA untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

    Fida menyampaikan penyebab pasti terjadinya kebakaran ini masih belum diketahui. Namun dugaan sementara, api diduga berasal dari korsleting listrik.

    “Belum diketahui penyebabnya karena apa, tapi dugaannya mungkin karena korsleting listrik,” tuturnya.

    Lurah Baru, Bayu Ramanda Baninugraha mengatakan terdapat tujuh Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam insiden kebakaran ini. 

    Ia menambahkan total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah, mengingat tujuh rumah hangus terbakar beserta barang-barang berharga milik warga yang berada di dalamnya.

    “Tidak ada korban jiwa, tapi total kerugian bisa dikatakan di atas miliaran rupiah karena yang terbakar ini merupakan rumah-rumah orang lama dan ada yang beberapa kali renovasi, sehingga kelihatan seperti bangunan baru,” terangnya.

    Kini pihak Kelurahan Baru telah membuka posko pengungsian di toko perlengkapan bayi yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian.

    “Kita membuka posko di Toko Bayi dan mempersilahkan masyarakat yang ingin memberikan donasi kepada korban kebakaran,” tandasnya.

    (Sf/Rs)