Cari disini...
Seputar Kaltim
Petugas Damkar saat melakukan proses pendinginan (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Satu bangunan di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hangus terbakar, Selasa (26/5/2026) malam.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 22.15 WITA yang diduga dipicu adanya korsleting listrik pada MCB dalam rumah.
Api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar bangunan, sebelum akhirnya dipadamkan oleh petugas Damkar dan warga setempat.
“Dari pihak keluarga, api disebabkan korsleting listrik pada MCB. Api mengenai tilam dan langsung menyebar,” ujar Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.
Usai menerima laporan pada pukul 22.20 WITA, petugas Damkar langsung bergegas menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan sejumlah armada dan peralatan untuk melakukan pemadaman.
Namun petugas sempat mengalami beberapa kendala saat menuju lokasi kejadian, mulai dari akses jalan rusak hingga waktu tempuh menggunakan Feri Penyebrangan, sehingga proses penanganan api memakan waktu lebih lama.
Meski dihadapkan berbagai tantangan, petugas Damkar dengan sigap berhasil melakukan penanganan setiba di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp70 juta dan tiga KK kehilangan tempat tinggalnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Petugas Damkar saat melakukan proses pendinginan (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong - Satu bangunan di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hangus terbakar, Selasa (26/5/2026) malam.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 22.15 WITA yang diduga dipicu adanya korsleting listrik pada MCB dalam rumah.
Api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar bangunan, sebelum akhirnya dipadamkan oleh petugas Damkar dan warga setempat.
“Dari pihak keluarga, api disebabkan korsleting listrik pada MCB. Api mengenai tilam dan langsung menyebar,” ujar Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.
Usai menerima laporan pada pukul 22.20 WITA, petugas Damkar langsung bergegas menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan sejumlah armada dan peralatan untuk melakukan pemadaman.
Namun petugas sempat mengalami beberapa kendala saat menuju lokasi kejadian, mulai dari akses jalan rusak hingga waktu tempuh menggunakan Feri Penyebrangan, sehingga proses penanganan api memakan waktu lebih lama.
Meski dihadapkan berbagai tantangan, petugas Damkar dengan sigap berhasil melakukan penanganan setiba di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp70 juta dan tiga KK kehilangan tempat tinggalnya.
(Sf/Rs)