Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati PPU, Mudyat Noor.(Istimewa)
Penajam - Kartu Penajam Cerdas yang merupakan program unggulan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor-Abdul Waris Muin terancam batal direalisasikan pada 2025 ini.
Padahal, program yang bertujuan untuk membantu seluruh pelajar dari kalangan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan memberikan seragam dan perlengkapan sekolah secara gratis melalui kartu yang telah berisikan uang rencananya bakal dijalankan saat pergantian tahun ajaran baru 2025/2026.
Tapi karena kebijakan efisiensi anggaran membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU dipangkas sebesar Rp300 miliar oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) atas Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025, sehingga program tersebut belum bisa dipastikan kapan terlaksana.
“Saat ini sedang efisiensi anggaran, tentu hal itu berdampak pada program-program yang akan kita jalankan, termasuk kartu penajam cerdas. Lagipula program itu masih kita pelajari, sebelum diterapkan,” ucap Mudyat, Rabu (19/3/2025).
Untuk memastikan program tersebut dapat terlaksana, Mudyat mencoba menyakinkan pusat agar mendapat perlakuan khusus dari kebijakan efisiensi anggaran karena PPU merupakan daerah yang berdampingan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini berdiri di Kecamatan Sepaku, wilayah administrasi PPU.
“Jadi bagaimanapun caranya kita berusaha menyakinkan pemerintah pusat, bahwa PPU ini jangan seperti daerah lain (terkena efisiensi) karena disamping PPU ada IKN. Apalagi nilai APBD kita tergolong kecil dibandingkan daerah yang berada di sekitar kita yang APBD-nya besar-besar, jadi seharusnya PPU mendapat keringan sedikit,” ungkap Mudyat.
Menjalankan program kartu penajam cerdas, kata dia, membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit karena calon penerima manfaat adalah seluruh pelajar SD dan SMP tanpa mengecualikan kalangan tertentu.
“Apabila anggaran yang tersedia mencukupi, maka insyaallah akan kita jalankan tahun ini juga,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati PPU, Mudyat Noor.(Istimewa)
Penajam - Kartu Penajam Cerdas yang merupakan program unggulan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor-Abdul Waris Muin terancam batal direalisasikan pada 2025 ini.
Padahal, program yang bertujuan untuk membantu seluruh pelajar dari kalangan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan memberikan seragam dan perlengkapan sekolah secara gratis melalui kartu yang telah berisikan uang rencananya bakal dijalankan saat pergantian tahun ajaran baru 2025/2026.
Tapi karena kebijakan efisiensi anggaran membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU dipangkas sebesar Rp300 miliar oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) atas Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025, sehingga program tersebut belum bisa dipastikan kapan terlaksana.
“Saat ini sedang efisiensi anggaran, tentu hal itu berdampak pada program-program yang akan kita jalankan, termasuk kartu penajam cerdas. Lagipula program itu masih kita pelajari, sebelum diterapkan,” ucap Mudyat, Rabu (19/3/2025).
Untuk memastikan program tersebut dapat terlaksana, Mudyat mencoba menyakinkan pusat agar mendapat perlakuan khusus dari kebijakan efisiensi anggaran karena PPU merupakan daerah yang berdampingan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini berdiri di Kecamatan Sepaku, wilayah administrasi PPU.
“Jadi bagaimanapun caranya kita berusaha menyakinkan pemerintah pusat, bahwa PPU ini jangan seperti daerah lain (terkena efisiensi) karena disamping PPU ada IKN. Apalagi nilai APBD kita tergolong kecil dibandingkan daerah yang berada di sekitar kita yang APBD-nya besar-besar, jadi seharusnya PPU mendapat keringan sedikit,” ungkap Mudyat.
Menjalankan program kartu penajam cerdas, kata dia, membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit karena calon penerima manfaat adalah seluruh pelajar SD dan SMP tanpa mengecualikan kalangan tertentu.
“Apabila anggaran yang tersedia mencukupi, maka insyaallah akan kita jalankan tahun ini juga,” tandasnya.
(Sf/By)