Seputar Kaltim
Kabid Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Ada lima jenis pelatihan kerja masuk dalam program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui APBD Perubahan 2026. Program tersebut mencakup kejuruan Make Up Artist (MUA), housekeeping, administrasi perkantoran, menjahit dan Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Diksar).
Seluruh pelatihan diperuntukkan bagi warga PPU dan tidak dipungut biaya. Disnakertrans masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebelum membuka perekrutan peserta. Artinya, pendaftaran belum tersedia meskipun jenis pelatihannya sudah disiapkan.
Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto, mengatakan proses rekrutmen akan segera dilakukan setelah DPA diterbitkan. Pendaftaran direncanakan secara daring, termasuk untuk pelatihan MUA yang akan dilaksanakan di Penajam.
"Begitu ada DPA, langsung kami buka rekrutmen. Termasuk untuk MUA nanti pendaftarannya melalui Google Form," kata Eko, belum lama ini.
Kapasitas peserta berbeda pada setiap kejuruan. Pelatihan Diksar disiapkan untuk 16 orang, housekeeping 11 orang, administrasi perkantoran 20 orang dan menjahit 20 orang. Kuota MUA mengikuti ketentuan pelaksanaan kegiatan.
Dijelaskan, calon peserta harus memiliki KTP PPU dan menyiapkan ijazah serta kartu pencari kerja atau AK-1. Disnakertrans juga mencantumkan SKTM atau bukti desil kesejahteraan sebagai persyaratan program. Pelatihan diberikan tanpa biaya dengan fasilitas sertifikat kompetensi dan uang saku.
"Pelaksanaan Diksar Security bersifat lanjutan karena sudah lebih dulu dimulai September lalu. Pelatihan Diksar Ini merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat pada saat Musrenbang," kata Eko.
Eko mengatakan pelatihan kerja diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
Menurutnya, persaingan tenaga kerja di PPU juga berkaitan dengan kualifikasi dan sertifikat kompetensi yang dimiliki pencari kerja.
"Banyak masyarakat kita sebenarnya sudah punya keterampilan, tetapi belum memiliki sertifikat kompetensi. Sikap atau etika kerja juga perlu diperhatikan, bukan hanya kemampuan teknis," ujarnya.
Disnakertrans mencatat 218 peserta mengikuti pelatihan kerja pada 2025. Tahun ini, jumlah peserta hanya berkisar 100 orang lebih.
"Tugas kita selesai pelatihan turut membantu menghubungkan peserta dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," tambahnya.
Penempatan dilakukan melalui kerja sama dengan penyedia maupun perusahaan, sedangkan peluang lainnya Disnakertrans mengarahkan agar dapat diakses melalui penyelenggaraan job fair.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Ada lima jenis pelatihan kerja masuk dalam program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui APBD Perubahan 2026. Program tersebut mencakup kejuruan Make Up Artist (MUA), housekeeping, administrasi perkantoran, menjahit dan Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Diksar).
Seluruh pelatihan diperuntukkan bagi warga PPU dan tidak dipungut biaya. Disnakertrans masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebelum membuka perekrutan peserta. Artinya, pendaftaran belum tersedia meskipun jenis pelatihannya sudah disiapkan.
Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto, mengatakan proses rekrutmen akan segera dilakukan setelah DPA diterbitkan. Pendaftaran direncanakan secara daring, termasuk untuk pelatihan MUA yang akan dilaksanakan di Penajam.
"Begitu ada DPA, langsung kami buka rekrutmen. Termasuk untuk MUA nanti pendaftarannya melalui Google Form," kata Eko, belum lama ini.
Kapasitas peserta berbeda pada setiap kejuruan. Pelatihan Diksar disiapkan untuk 16 orang, housekeeping 11 orang, administrasi perkantoran 20 orang dan menjahit 20 orang. Kuota MUA mengikuti ketentuan pelaksanaan kegiatan.
Dijelaskan, calon peserta harus memiliki KTP PPU dan menyiapkan ijazah serta kartu pencari kerja atau AK-1. Disnakertrans juga mencantumkan SKTM atau bukti desil kesejahteraan sebagai persyaratan program. Pelatihan diberikan tanpa biaya dengan fasilitas sertifikat kompetensi dan uang saku.
"Pelaksanaan Diksar Security bersifat lanjutan karena sudah lebih dulu dimulai September lalu. Pelatihan Diksar Ini merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat pada saat Musrenbang," kata Eko.
Eko mengatakan pelatihan kerja diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
Menurutnya, persaingan tenaga kerja di PPU juga berkaitan dengan kualifikasi dan sertifikat kompetensi yang dimiliki pencari kerja.
"Banyak masyarakat kita sebenarnya sudah punya keterampilan, tetapi belum memiliki sertifikat kompetensi. Sikap atau etika kerja juga perlu diperhatikan, bukan hanya kemampuan teknis," ujarnya.
Disnakertrans mencatat 218 peserta mengikuti pelatihan kerja pada 2025. Tahun ini, jumlah peserta hanya berkisar 100 orang lebih.
"Tugas kita selesai pelatihan turut membantu menghubungkan peserta dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," tambahnya.
Penempatan dilakukan melalui kerja sama dengan penyedia maupun perusahaan, sedangkan peluang lainnya Disnakertrans mengarahkan agar dapat diakses melalui penyelenggaraan job fair.
(Sf/Lo)