Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto: lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) turun signifikan, dari Rp9,89 triliun tahun ini menjadi Rp4,86 triliun pada 2026.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa Pemkab tetap berkomitmen menjalankan seluruh program prioritas, dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah meskipun anggaran mengalami penurunan
“Rancangannya segitu. Mungkin bisa bertambah, tapi tidak banyak. Dalam pembahasannya nanti mungkin bisa bertambah sedikit,” ujar Mahyunadi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tetap menargetkan pencapaian 50 misi pembangunan yang telah ditetapkan. Penyesuaian dilakukan pada skala dana masing-masing program tanpa mengubah target utama.
"Misi itu berupa target capaian. Bisa lebih besar atau lebih kecil, yang penting semua tercapai. Besarannya akan disesuaikan,” jelasnya
Mahyunadi mengungkapkan, sejumlah program prioritas akan terealisasi dalam lima tahun ke depan, antara lain pembangunan 1.000 rumah layak huni, bantuan RT Rp250 juta per tahun, serta percetakan lahan pertanian seluas 100 ribu hektare melalui bantuan keuangan dan sumber lain.
Selain itu, Ia menegaskan efisiensi anggaran bukan berarti pemangkasan, tetapi mengefektifkan penggunaan dana agar lebih tepat sasaran.
“Anggaran yang bersifat seremonial akan dikurangi, sementara fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah,” tegasnya.
Dengan penyesuaian ini, pemerintah optimistis seluruh program strategis tetap berjalan.
"Semua program sudah mulai berjalan, tinggal besarannya kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (foto: lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) turun signifikan, dari Rp9,89 triliun tahun ini menjadi Rp4,86 triliun pada 2026.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa Pemkab tetap berkomitmen menjalankan seluruh program prioritas, dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah meskipun anggaran mengalami penurunan
“Rancangannya segitu. Mungkin bisa bertambah, tapi tidak banyak. Dalam pembahasannya nanti mungkin bisa bertambah sedikit,” ujar Mahyunadi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tetap menargetkan pencapaian 50 misi pembangunan yang telah ditetapkan. Penyesuaian dilakukan pada skala dana masing-masing program tanpa mengubah target utama.
"Misi itu berupa target capaian. Bisa lebih besar atau lebih kecil, yang penting semua tercapai. Besarannya akan disesuaikan,” jelasnya
Mahyunadi mengungkapkan, sejumlah program prioritas akan terealisasi dalam lima tahun ke depan, antara lain pembangunan 1.000 rumah layak huni, bantuan RT Rp250 juta per tahun, serta percetakan lahan pertanian seluas 100 ribu hektare melalui bantuan keuangan dan sumber lain.
Selain itu, Ia menegaskan efisiensi anggaran bukan berarti pemangkasan, tetapi mengefektifkan penggunaan dana agar lebih tepat sasaran.
“Anggaran yang bersifat seremonial akan dikurangi, sementara fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah,” tegasnya.
Dengan penyesuaian ini, pemerintah optimistis seluruh program strategis tetap berjalan.
"Semua program sudah mulai berjalan, tinggal besarannya kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” pungkasnya.
(Sf/Rs)