APBD Balikpapan 2026 Capai Rp4,28 Triliun, Fokus ke Infrastruktur dan Layanan Publik

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    12 September 2025 12:34 WIB

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyebutkan, bahwa penyusunan APBD 2026 mengusung tema Pemantapan Seluruh Sektor Pembangunan untuk Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri, dan Modern. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyampaikan Nota Penjelasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dalam rapat paripurna DPRD, Jumat (12/9/2025).

    Penyampaian dilakukan oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Penyusunan APBD 2026 mengusung tema Pemantapan Seluruh Sektor Pembangunan untuk Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri, dan Modern.

    “Tema ini mengacu pada arah kebijakan pembangunan nasional dan provinsi, sekaligus mempertimbangkan posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),” ucap Bagus kepada media, Jumat (12/9/2025).

    Pemerintah Kota menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp3,83 triliun. Dari jumlah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan mencapai Rp1,58 triliun, yang bersumber dari Pajak Daerah sebesar Rp1,33 triliun, Retribusi Daerah sebesar Rp171,83 miliar, Pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp24,01 miliar dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp52,16 miliar.

    “Sementara itu, pendapatan transfer ditaksir sebesar Rp2,25 triliun, terdiri dari transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp1,87 triliun dan transfer antar daerah sebesar Rp373,68 miliar,” lanjutnya.

    Selain itu, terdapat pendapatan sah lainnya sebesar Rp4,5 miliar yang berasal dari hibah pemerintah pusat. Namun, angka pendapatan transfer ini masih berupa proyeksi dan akan disesuaikan setelah penetapan resmi dari pemerintah pusat dan provinsi.

    Belanja daerah tahun 2026 dirancang sebesar Rp4,28 triliun. Pemerintah Kota menetapkan beberapa prioritas utama, yakni peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan sosial. Lalu pengembangan infrastruktur perkotaan, termasuk pengendalian banjir, air bersih, dan transportasi publik.

    “Kemudian penguatan ekonomi lokal berbasis UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pembangunan Pasar Induk dan stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta Reformasi tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis digital,” terangnya.

    Wakil Wali Kota menjelaskan, bahwa APBD disusun dalam kondisi anggaran yang berimbang. Untuk menutupi selisih belanja dan pendapatan sebesar Rp450 miliar, pemerintah akan mengandalkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2025.

    “Kami menyadari masih ada sejumlah tantangan, seperti tingginya belanja rutin, keterbatasan belanja modal, dan ketergantungan pada transfer pusat. Tapi kami optimistis tantangan ini bisa diatasi dengan sinergi bersama DPRD dan masyarakat,” akunya Bagus.

    Pemkot berharap, melalui APBD 2026, Balikpapan dapat terus berkembang sebagai kota yang nyaman, maju, dan berkelanjutan, serta semakin siap menjalankan peran strategis sebagai mitra utama Ibu Kota Nusantara.

    Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Balikpapan, aparat pemerintah, TNI, Polri, dan semua pihak yang telah menjaga keamanan dan stabilitas kota.

    “Sinergi ini membuat Balikpapan tetap menjadi kota yang kondusif untuk investasi maupun kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    APBD Balikpapan 2026 Capai Rp4,28 Triliun, Fokus ke Infrastruktur dan Layanan Publik

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    12 September 2025 12:34 WIB

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyebutkan, bahwa penyusunan APBD 2026 mengusung tema Pemantapan Seluruh Sektor Pembangunan untuk Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri, dan Modern. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyampaikan Nota Penjelasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dalam rapat paripurna DPRD, Jumat (12/9/2025).

    Penyampaian dilakukan oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Penyusunan APBD 2026 mengusung tema Pemantapan Seluruh Sektor Pembangunan untuk Menuju Masyarakat Sejahtera, Mandiri, dan Modern.

    “Tema ini mengacu pada arah kebijakan pembangunan nasional dan provinsi, sekaligus mempertimbangkan posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),” ucap Bagus kepada media, Jumat (12/9/2025).

    Pemerintah Kota menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp3,83 triliun. Dari jumlah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan mencapai Rp1,58 triliun, yang bersumber dari Pajak Daerah sebesar Rp1,33 triliun, Retribusi Daerah sebesar Rp171,83 miliar, Pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp24,01 miliar dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp52,16 miliar.

    “Sementara itu, pendapatan transfer ditaksir sebesar Rp2,25 triliun, terdiri dari transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp1,87 triliun dan transfer antar daerah sebesar Rp373,68 miliar,” lanjutnya.

    Selain itu, terdapat pendapatan sah lainnya sebesar Rp4,5 miliar yang berasal dari hibah pemerintah pusat. Namun, angka pendapatan transfer ini masih berupa proyeksi dan akan disesuaikan setelah penetapan resmi dari pemerintah pusat dan provinsi.

    Belanja daerah tahun 2026 dirancang sebesar Rp4,28 triliun. Pemerintah Kota menetapkan beberapa prioritas utama, yakni peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan sosial. Lalu pengembangan infrastruktur perkotaan, termasuk pengendalian banjir, air bersih, dan transportasi publik.

    “Kemudian penguatan ekonomi lokal berbasis UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Pembangunan Pasar Induk dan stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta Reformasi tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis digital,” terangnya.

    Wakil Wali Kota menjelaskan, bahwa APBD disusun dalam kondisi anggaran yang berimbang. Untuk menutupi selisih belanja dan pendapatan sebesar Rp450 miliar, pemerintah akan mengandalkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2025.

    “Kami menyadari masih ada sejumlah tantangan, seperti tingginya belanja rutin, keterbatasan belanja modal, dan ketergantungan pada transfer pusat. Tapi kami optimistis tantangan ini bisa diatasi dengan sinergi bersama DPRD dan masyarakat,” akunya Bagus.

    Pemkot berharap, melalui APBD 2026, Balikpapan dapat terus berkembang sebagai kota yang nyaman, maju, dan berkelanjutan, serta semakin siap menjalankan peran strategis sebagai mitra utama Ibu Kota Nusantara.

    Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Balikpapan, aparat pemerintah, TNI, Polri, dan semua pihak yang telah menjaga keamanan dan stabilitas kota.

    “Sinergi ini membuat Balikpapan tetap menjadi kota yang kondusif untuk investasi maupun kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)