Seputar Kaltim
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih. (Foto: Istimewa/seputarfakta.com)
Balikpapan – Tingginya minat masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Kota Balikpapan mendorong Pemerintah kota (Pemkot) memperluas pelaksanaan program tersebut ke sejumlah kecamatan.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat di berbagai wilayah lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih menyampaikan, pelaksanaan GPM selama tiga hari mendapat respons tinggi dari masyarakat. Bahkan, omzet penjualan pada hari pertama mencapai Rp56,37 juta.
“Antusias masyarakat pengguna GPM itu banyak sekali. Tiga hari itu full, omzetnya juga lumayan selama tiga hari, hari pertama tembus Rp56,37 juta,” ucap Yuyun sapaan akrabnya, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, tingginya kunjungan warga di halaman Balai Kota di luar perkiraan pemerintah. Lokasi yang berada di kawasan perkantoran pemerintahan semula diperkirakan tidak akan terlalu ramai dikunjungi masyarakat.
“Namun, tingginya transaksi selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa pasar murah tersebut mendapat sambutan positif dari warga,” jelasnya.
Sejumlah kebutuhan pokok menjadi komoditas yang banyak dibeli, di antaranya beras, minyak goreng, telur, gula, sayur dan buah.
Pada hari pertama, penjualan beras SPHP Bulog mencapai satu ton, sedangkan beras premium Bulog terjual satu ton. Selain itu, beras premium lainnya tercatat terjual 200 Kg, telur sebanyak 60 piring, serta minyak goreng sebanyak 78 pak.
“Penjualan minyak goreng kemasan lainnya mencapai sekitar 600 pak, sementara gula terjual 100 Kg,” sambungnya.
Adapun komoditas sayur dan buah mencatat omzet sekitar Rp10,4 juta pada hari pertama pelaksanaan. Melihat tingginya minat masyarakat, Pemkot Balikpapan berencana kembali menggelar GPM dalam beberapa bulan ke depan. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia.
Ia menyebutkan, agenda GPM direncanakan berlangsung satu kali pada November dan dua kali pada Desember. Lokasi pelaksanaan juga tidak akan selalu terpusat di halaman Balai Kota.
Pemerintah berencana memindahkan kegiatan ke sejumlah kecamatan, agar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota dapat memperoleh akses yang lebih mudah.
“Tidak harus di tempat yang sama. Bisa pindah-pindah, ke kecamatan,” akunya.
Selain menggelar GPM secara terpusat, DKP3 Balikpapan juga menjalankan pasar murah dengan sistem bergerak atau mobile. Pola ini memungkinkan pemerintah mendekatkan kebutuhan pangan kepada masyarakat melalui sejumlah lokasi, termasuk kawasan permukiman.
Dia mengatakan, kegiatan GPM oleh dinasnya telah dilaksanakan hingga empat kali dalam sepekan. Sejumlah lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan antara lain Taman Tiga Generasi pada Sabtu dan Minggu, serta Taman Bekapai pada Minggu.
“Bulog juga turut mendukung upaya pemerataan akses pangan melalui kegiatan pasar murah keliling. Sepanjang tahun ini, Bulog telah tiga kali mendatangi sejumlah kelurahan untuk menggelar kegiatan serupa,” lanjutnya.
Pemerintah berharap perluasan lokasi dan pola distribusi tersebut dapat memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Tingginya minat warga dalam pelaksanaan GPM di Balai Kota menjadi salah satu pertimbangan untuk memperluas jangkauan program ke wilayah lain di Balikpapan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih. (Foto: Istimewa/seputarfakta.com)
Balikpapan – Tingginya minat masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Kota Balikpapan mendorong Pemerintah kota (Pemkot) memperluas pelaksanaan program tersebut ke sejumlah kecamatan.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat di berbagai wilayah lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahyuningsih menyampaikan, pelaksanaan GPM selama tiga hari mendapat respons tinggi dari masyarakat. Bahkan, omzet penjualan pada hari pertama mencapai Rp56,37 juta.
“Antusias masyarakat pengguna GPM itu banyak sekali. Tiga hari itu full, omzetnya juga lumayan selama tiga hari, hari pertama tembus Rp56,37 juta,” ucap Yuyun sapaan akrabnya, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, tingginya kunjungan warga di halaman Balai Kota di luar perkiraan pemerintah. Lokasi yang berada di kawasan perkantoran pemerintahan semula diperkirakan tidak akan terlalu ramai dikunjungi masyarakat.
“Namun, tingginya transaksi selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa pasar murah tersebut mendapat sambutan positif dari warga,” jelasnya.
Sejumlah kebutuhan pokok menjadi komoditas yang banyak dibeli, di antaranya beras, minyak goreng, telur, gula, sayur dan buah.
Pada hari pertama, penjualan beras SPHP Bulog mencapai satu ton, sedangkan beras premium Bulog terjual satu ton. Selain itu, beras premium lainnya tercatat terjual 200 Kg, telur sebanyak 60 piring, serta minyak goreng sebanyak 78 pak.
“Penjualan minyak goreng kemasan lainnya mencapai sekitar 600 pak, sementara gula terjual 100 Kg,” sambungnya.
Adapun komoditas sayur dan buah mencatat omzet sekitar Rp10,4 juta pada hari pertama pelaksanaan. Melihat tingginya minat masyarakat, Pemkot Balikpapan berencana kembali menggelar GPM dalam beberapa bulan ke depan. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia.
Ia menyebutkan, agenda GPM direncanakan berlangsung satu kali pada November dan dua kali pada Desember. Lokasi pelaksanaan juga tidak akan selalu terpusat di halaman Balai Kota.
Pemerintah berencana memindahkan kegiatan ke sejumlah kecamatan, agar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota dapat memperoleh akses yang lebih mudah.
“Tidak harus di tempat yang sama. Bisa pindah-pindah, ke kecamatan,” akunya.
Selain menggelar GPM secara terpusat, DKP3 Balikpapan juga menjalankan pasar murah dengan sistem bergerak atau mobile. Pola ini memungkinkan pemerintah mendekatkan kebutuhan pangan kepada masyarakat melalui sejumlah lokasi, termasuk kawasan permukiman.
Dia mengatakan, kegiatan GPM oleh dinasnya telah dilaksanakan hingga empat kali dalam sepekan. Sejumlah lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan antara lain Taman Tiga Generasi pada Sabtu dan Minggu, serta Taman Bekapai pada Minggu.
“Bulog juga turut mendukung upaya pemerataan akses pangan melalui kegiatan pasar murah keliling. Sepanjang tahun ini, Bulog telah tiga kali mendatangi sejumlah kelurahan untuk menggelar kegiatan serupa,” lanjutnya.
Pemerintah berharap perluasan lokasi dan pola distribusi tersebut dapat memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Tingginya minat warga dalam pelaksanaan GPM di Balai Kota menjadi salah satu pertimbangan untuk memperluas jangkauan program ke wilayah lain di Balikpapan.
(Sf/Lo)