Seputar Kaltim

    Antusias Daftar Sekolah Tinggi, Orang Tua Masih Keliru Jalur SPMB di Hari Pertama

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    23 Juni 2026 pukul 11:49 WITA

    Disdikpora PPU memantau pelaksanaan hari pertama SPMB di salah satu sekolah di Kabupaten PPU. (Foto: Disdikpora PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam - Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih diwarnai kebingungan orang tua soal jadwal dan jalur pendaftaran.

    Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU menemukan cukup banyak orang tua datang membawa berkas untuk mendaftarkan anak melalui jalur domisili, padahal gelombang pertama belum membuka jalur tersebut.

    Monitoring dilakukan Disdikpora di sejumlah sekolah yang diperkirakan memiliki jumlah peminat tinggi di empat kecamatan, di antaranya SD 03 Gunung Steleng, SD 013 Girimukti, SD 026 Penajam, SMP 1 Penajam, SMP 21, SMP 5, SMP 3 Babulu hingga SMP 2 Sepaku.

    Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat mengatakan hasil pemantauan menunjukkan masih banyak orang tua belum memahami tahapan pendaftaran sesuai jalur yang dipilih.

    Sesuai petunjuk teknis, gelombang pertama SPMB yang berlangsung 22-24 Juni 2026 hanya dibuka untuk jalur afirmasi jenjang SD serta jalur afirmasi dan prestasi untuk SMP.

    "Antusias orang tua tinggi. Mereka semangat menyekolahkan anak sehingga banyak yang datang untuk mendaftar melalui jalur tempat tinggal terdekat atau domisili," kata Durajat, Selasa (23/6/2026).

    Menurut dia, kondisi tersebut langsung direspons panitia dengan memberikan penjelasan kepada orang tua mengenai jadwal dan kuota masing-masing jalur.

    Berkas yang dibawa tetap diterima untuk diverifikasi awal. Setelah jalur yang sesuai dibuka, orang tua dapat kembali melakukan pendaftaran melalui sistem daring.

    Untuk jalur domisili, pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.

    Durajat mengungkapkan salah satu kasus ditemukan saat monitoring di SD 03 Gunung Steleng.

    Ada orang tua yang ingin mendaftarkan anak melalui jalur domisili, tetapi kartu keluarga masih tercatat beralamat Kota Balikpapan sehingga tidak memenuhi syarat.

    Sekolah kemudian mengarahkan agar mencoba jalur lain yang tersedia, termasuk jalur prestasi apabila memiliki bukti pencapaian akademik maupun nonakademik.

    Ia menegaskan pelaksanaan SPMB tidak memberi ruang pengecualian karena seluruh proses berjalan melalui sistem online yang mengacu pada kuota dan daya tampung masing-masing sekolah.

    "Petunjuk pelaksanaan sudah jelas. Daya tampung tiap sekolah juga sudah ditentukan sesuai jumlah rombongan belajar," ujarnya.

    Disdikpora memastikan sekolah tidak dapat memanipulasi data penerimaan karena sistem telah mengatur persentase tiap jalur, mulai domisili, afirmasi hingga mutasi sesuai ketentuan yang berlaku.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Antusias Daftar Sekolah Tinggi, Orang Tua Masih Keliru Jalur SPMB di Hari Pertama

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    23 Juni 2026 pukul 11:49 WITA

    Disdikpora PPU memantau pelaksanaan hari pertama SPMB di salah satu sekolah di Kabupaten PPU. (Foto: Disdikpora PPU/Seputarfakta.com)

    Penajam - Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih diwarnai kebingungan orang tua soal jadwal dan jalur pendaftaran.

    Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU menemukan cukup banyak orang tua datang membawa berkas untuk mendaftarkan anak melalui jalur domisili, padahal gelombang pertama belum membuka jalur tersebut.

    Monitoring dilakukan Disdikpora di sejumlah sekolah yang diperkirakan memiliki jumlah peminat tinggi di empat kecamatan, di antaranya SD 03 Gunung Steleng, SD 013 Girimukti, SD 026 Penajam, SMP 1 Penajam, SMP 21, SMP 5, SMP 3 Babulu hingga SMP 2 Sepaku.

    Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat mengatakan hasil pemantauan menunjukkan masih banyak orang tua belum memahami tahapan pendaftaran sesuai jalur yang dipilih.

    Sesuai petunjuk teknis, gelombang pertama SPMB yang berlangsung 22-24 Juni 2026 hanya dibuka untuk jalur afirmasi jenjang SD serta jalur afirmasi dan prestasi untuk SMP.

    "Antusias orang tua tinggi. Mereka semangat menyekolahkan anak sehingga banyak yang datang untuk mendaftar melalui jalur tempat tinggal terdekat atau domisili," kata Durajat, Selasa (23/6/2026).

    Menurut dia, kondisi tersebut langsung direspons panitia dengan memberikan penjelasan kepada orang tua mengenai jadwal dan kuota masing-masing jalur.

    Berkas yang dibawa tetap diterima untuk diverifikasi awal. Setelah jalur yang sesuai dibuka, orang tua dapat kembali melakukan pendaftaran melalui sistem daring.

    Untuk jalur domisili, pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.

    Durajat mengungkapkan salah satu kasus ditemukan saat monitoring di SD 03 Gunung Steleng.

    Ada orang tua yang ingin mendaftarkan anak melalui jalur domisili, tetapi kartu keluarga masih tercatat beralamat Kota Balikpapan sehingga tidak memenuhi syarat.

    Sekolah kemudian mengarahkan agar mencoba jalur lain yang tersedia, termasuk jalur prestasi apabila memiliki bukti pencapaian akademik maupun nonakademik.

    Ia menegaskan pelaksanaan SPMB tidak memberi ruang pengecualian karena seluruh proses berjalan melalui sistem online yang mengacu pada kuota dan daya tampung masing-masing sekolah.

    "Petunjuk pelaksanaan sudah jelas. Daya tampung tiap sekolah juga sudah ditentukan sesuai jumlah rombongan belajar," ujarnya.

    Disdikpora memastikan sekolah tidak dapat memanipulasi data penerimaan karena sistem telah mengatur persentase tiap jalur, mulai domisili, afirmasi hingga mutasi sesuai ketentuan yang berlaku.

    (Sf/Rs)