Seputar Kaltim

    Antrean Biosolar di Bontang Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Barcode Jadi Perhatian

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    13 Mei 2026 pukul 14:32 WITA

    Rapat koordinasi terkait Penyaluran BBM Bersubsidi (biosolar) dipimpin Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Antrean panjang kendaraan pengisi biosolar subsidi di SPBU Kota Bontang kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi menyusul dugaan penyalahgunaan barcode dan tingginya peralihan pengguna BBM nonsubsidi ke biosolar.

    Isu tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama aparat kepolisian, BIN, Pertamina Patra Niaga, OPD terkait, dan pengelola SPBU, Selasa (12/5/2026).

    Dalam rapat tersebut, antrean biosolar disebut terjadi akibat meningkatnya peralihan pengguna Dexlite dan Pertamina Dex ke biosolar subsidi karena selisih harga yang cukup tinggi.

    Pemkot juga menyoroti dugaan penyalahgunaan barcode subsidi dan modifikasi tangki kendaraan. Agus Haris meminta pengawasan distribusi BBM subsidi diperketat agar penyalurannya tepat sasaran.

    “Data kendaraan operasional dan pengguna barcode harus diverifikasi ulang agar kuota yang tersedia dinikmati masyarakat yang memang berhak,” ujar Agus Haris.

    Rapat menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya usulan penambahan kuota BBM subsidi, pendataan ulang kendaraan pengguna barcode, penguatan pengawasan antrean SPBU, serta percepatan penambahan SPBU baru di Kota Bontang.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Antrean Biosolar di Bontang Disorot, Dugaan Penyalahgunaan Barcode Jadi Perhatian

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    13 Mei 2026 pukul 14:32 WITA

    Rapat koordinasi terkait Penyaluran BBM Bersubsidi (biosolar) dipimpin Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Antrean panjang kendaraan pengisi biosolar subsidi di SPBU Kota Bontang kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi menyusul dugaan penyalahgunaan barcode dan tingginya peralihan pengguna BBM nonsubsidi ke biosolar.

    Isu tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama aparat kepolisian, BIN, Pertamina Patra Niaga, OPD terkait, dan pengelola SPBU, Selasa (12/5/2026).

    Dalam rapat tersebut, antrean biosolar disebut terjadi akibat meningkatnya peralihan pengguna Dexlite dan Pertamina Dex ke biosolar subsidi karena selisih harga yang cukup tinggi.

    Pemkot juga menyoroti dugaan penyalahgunaan barcode subsidi dan modifikasi tangki kendaraan. Agus Haris meminta pengawasan distribusi BBM subsidi diperketat agar penyalurannya tepat sasaran.

    “Data kendaraan operasional dan pengguna barcode harus diverifikasi ulang agar kuota yang tersedia dinikmati masyarakat yang memang berhak,” ujar Agus Haris.

    Rapat menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya usulan penambahan kuota BBM subsidi, pendataan ulang kendaraan pengguna barcode, penguatan pengawasan antrean SPBU, serta percepatan penambahan SPBU baru di Kota Bontang.

    (Sf/Lo)