Seputar Kaltim

    Antrean BBM Masih Jadi Perhatian, 3 SPBU di Berau Mulai Beroperasi 24 Jam

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    15 Oktober 2026 pukul 11:56 WITA

    SPBU KM 5 di Berau uji coba operasional 24 jam. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Upaya mengurai antrean bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau terus dilakukan. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mulai menguji coba layanan operasional 24 jam di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memperluas waktu pelayanan bagi masyarakat.

    Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, mengatakan penambahan jam operasional dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait antrean BBM yang masih terjadi, termasuk untuk jenis solar.

    "Sudah saya arahkan agar SPBU menambah jam operasional atau mencoba layanan 24 jam. Layanan itu mulai diterapkan pada Senin (12/10/2026) di SPBU Rinding dengan nomor 64.773.08, SPBU Kilometer 5 nomor 64.773.09, serta SPBU Sambaliung nomor 64.773.10," kata Hermawan Bagus.

    Ia menjelaskan bahwa uji coba operasional 24 jam ini sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM. Pertamina ingin melihat efektivitas pelayanan pada malam hari dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus membantu mengurangi kepadatan antrean pada siang hari.

    "Dengan bertambahnya waktu pelayanan, masyarakat memiliki alternatif untuk mengisi BBM di luar jam sibuk. Kami harap kebijakan ini membantu pekerja yang baru memiliki waktu untuk mengisi bahan bakar pada malam hari, termasuk mereka yang bekerja di sektor pertambangan dan lainnya," tuturnya.

    Meski demikian, Pertamina tidak hanya mengandalkan penambahan jam operasional. Peningkatan kapasitas pelayanan di SPBU juga menjadi perhatian agar antrean tidak sekadar bergeser ke waktu lain. Salah satu langkah yang didorong adalah penambahan nozzle atau saluran pengisian BBM jenis Pertalite. 

    "Upaya ini diutamakan menyasar SPBU yang masih menggunakan satu dispenser untuk melayani kendaraan roda dua dan roda empat sehingga proses pengisian berpotensi memperlambat pergerakan antrean," katanya.

    Selain itu, pengelola SPBU diminta memperbaiki dispenser maupun nozzle yang rusak. Perbaikan tersebut diharapkan membuat fasilitas pengisian yang sebelumnya tidak dapat digunakan kembali beroperasi sehingga kapasitas pelayanan meningkat.

    Peningkatan fasilitas juga dilakukan di SPBU Sambaliung yang mulai beroperasi sejak awal September 2026. Jika sebelumnya hanya tersedia masing-masing satu dispenser untuk solar dan Pertalite, kini jumlahnya ditambah menjadi dua dispenser untuk setiap jenis BBM.

    Di wilayah pesisir, Pertamina juga mendorong SPBU di Kecamatan Biduk-Biduk yang belum melayani secara reguler agar mempertimbangkan penambahan tangki penyimpanan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat ketersediaan BBM bagi masyarakat.

    Hermawan Bagus menegaskan, peningkatan pelayanan SPBU perlu dilakukan melalui sejumlah langkah yang saling mendukung, mulai dari penambahan waktu operasional hingga pembenahan fasilitas pengisian. Dimana, fokus Pertamina adalah memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan SPBU.

    Pertamina selanjutnya akan mengevaluasi hasil uji coba operasional 24 jam di tiga SPBU tersebut. Hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan untuk menentukan kebijakan berikutnya, termasuk melihat efektivitas pelayanan malam hari dalam membantu mengurai antrean.

    "Kami berharap melalui langkah dan upaya ini, distribusi BBM di Kabupaten Berau dapat berjalan lebih lancar dan masyarakat memiliki akses pelayanan pengisian bahan bakar yang lebih luas," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Antrean BBM Masih Jadi Perhatian, 3 SPBU di Berau Mulai Beroperasi 24 Jam

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    15 Oktober 2026 pukul 11:56 WITA

    SPBU KM 5 di Berau uji coba operasional 24 jam. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Upaya mengurai antrean bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau terus dilakukan. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mulai menguji coba layanan operasional 24 jam di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memperluas waktu pelayanan bagi masyarakat.

    Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, mengatakan penambahan jam operasional dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait antrean BBM yang masih terjadi, termasuk untuk jenis solar.

    "Sudah saya arahkan agar SPBU menambah jam operasional atau mencoba layanan 24 jam. Layanan itu mulai diterapkan pada Senin (12/10/2026) di SPBU Rinding dengan nomor 64.773.08, SPBU Kilometer 5 nomor 64.773.09, serta SPBU Sambaliung nomor 64.773.10," kata Hermawan Bagus.

    Ia menjelaskan bahwa uji coba operasional 24 jam ini sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM. Pertamina ingin melihat efektivitas pelayanan pada malam hari dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus membantu mengurangi kepadatan antrean pada siang hari.

    "Dengan bertambahnya waktu pelayanan, masyarakat memiliki alternatif untuk mengisi BBM di luar jam sibuk. Kami harap kebijakan ini membantu pekerja yang baru memiliki waktu untuk mengisi bahan bakar pada malam hari, termasuk mereka yang bekerja di sektor pertambangan dan lainnya," tuturnya.

    Meski demikian, Pertamina tidak hanya mengandalkan penambahan jam operasional. Peningkatan kapasitas pelayanan di SPBU juga menjadi perhatian agar antrean tidak sekadar bergeser ke waktu lain. Salah satu langkah yang didorong adalah penambahan nozzle atau saluran pengisian BBM jenis Pertalite. 

    "Upaya ini diutamakan menyasar SPBU yang masih menggunakan satu dispenser untuk melayani kendaraan roda dua dan roda empat sehingga proses pengisian berpotensi memperlambat pergerakan antrean," katanya.

    Selain itu, pengelola SPBU diminta memperbaiki dispenser maupun nozzle yang rusak. Perbaikan tersebut diharapkan membuat fasilitas pengisian yang sebelumnya tidak dapat digunakan kembali beroperasi sehingga kapasitas pelayanan meningkat.

    Peningkatan fasilitas juga dilakukan di SPBU Sambaliung yang mulai beroperasi sejak awal September 2026. Jika sebelumnya hanya tersedia masing-masing satu dispenser untuk solar dan Pertalite, kini jumlahnya ditambah menjadi dua dispenser untuk setiap jenis BBM.

    Di wilayah pesisir, Pertamina juga mendorong SPBU di Kecamatan Biduk-Biduk yang belum melayani secara reguler agar mempertimbangkan penambahan tangki penyimpanan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat ketersediaan BBM bagi masyarakat.

    Hermawan Bagus menegaskan, peningkatan pelayanan SPBU perlu dilakukan melalui sejumlah langkah yang saling mendukung, mulai dari penambahan waktu operasional hingga pembenahan fasilitas pengisian. Dimana, fokus Pertamina adalah memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan SPBU.

    Pertamina selanjutnya akan mengevaluasi hasil uji coba operasional 24 jam di tiga SPBU tersebut. Hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan untuk menentukan kebijakan berikutnya, termasuk melihat efektivitas pelayanan malam hari dalam membantu mengurai antrean.

    "Kami berharap melalui langkah dan upaya ini, distribusi BBM di Kabupaten Berau dapat berjalan lebih lancar dan masyarakat memiliki akses pelayanan pengisian bahan bakar yang lebih luas," tandasnya.

    (Sf/Lo)