Seputar Kaltim

    Antisipasi Uji Operasi Kilang Baru, PT KPB Edukasi Warga Sekitar Sejak Dini

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    12 Agustus 2026 pukul 17:47 WITA

    PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat menjelang pelaksanaan fase commissioning dan uji operasi proyek strategis nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. (Foto: Humas KPB)

    Balikpapan - PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mulai memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar area kilang, menjelang pelaksanaan fase commissioning dan uji operasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

    Edukasi tersebut menyasar masyarakat di empat kecamatan yang berbatasan langsung dengan area kilang, yakni Balikpapan Utara, Barat, Tengah dan Kota.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami berbagai aktivitas yang mungkin muncul selama proses awal pengoperasian unit-unit kilang baru.

    “Dengan pemahaman tersebut, warga diharapkan tidak panik maupun salah memahami kondisi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka,” ucap VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).

    Asep mengatakan, penyampaian informasi sejak dini penting dilakukan karena sebagian besar konstruksi fisik unit-unit kilang baru telah rampung dan memasuki tahapan menuju pengoperasian.

    Menurutnya, pada fase commissioning dan uji operasi, masyarakat berpotensi melihat atau mendengar sejumlah aktivitas yang merupakan bagian dari proses awal pengoperasian kilang.

    Salah satunya adalah peningkatan nyala flare atau obor yang dapat terjadi untuk sementara waktu, sebagai bagian dari penyesuaian sistem operasi.

    “Selain itu, warga juga berpotensi mendengar suara bising dari kegiatan pembersihan pipa menggunakan uap bertekanan tinggi (steam blowing),” jelasnya.

    Aktivitas lainnya berupa munculnya hembusan uap berwarna putih dari proses pemanasan air untuk kebutuhan pembangkitan listrik dan utilitas unit operasi.

    Dia menegaskan, uap putih tersebut merupakan uap air murni dan bukan polusi berbahaya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung panik apabila melihat kondisi tersebut selama tahapan awal pengoperasian kilang berlangsung.

    “Informasi ini kami sampaikan sejak awal agar masyarakat mengetahui aktivitas apa saja yang mungkin terjadi dan memahami bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses commissioning dan uji operasi,” ujarnya.

    Ia menambahkan, seluruh rangkaian proses diawasi secara ketat. Pemantauan kualitas udara dan tingkat kebisingan dilakukan secara berkala selama 24 jam dengan melibatkan laboratorium lingkungan independen yang telah terakreditasi.

    Menurut Asep, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan edukasi masyarakat tersebut merupakan bagian dari komitmen KPB untuk membangun pemahaman mengenai keselamatan dan manajemen kedaruratan sejak dini

    “Khususnya bagi masyarakat yang tinggal berdekatan dengan area kilang,” lanjutnya.

    KPB merupakan perusahaan yang mendapat amanah untuk mengelola PSN RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan hingga mencapai 360.000 barel per hari.

    Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Kilang Balikpapan nantinya menjadi salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia. Salah satu unit utama dalam pengembangan kilang tersebut adalah Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC).

    “Unit ini berfungsi mengolah minyak residu menjadi berbagai produk bahan bakar berkualitas tinggi, di antaranya Pertamax, Pertalite, Diesel dan Avtur,” paparnya.

    Selain menghasilkan produk bahan bakar minyak (BBM), unit tersebut juga menghasilkan produk non-BBM, seperti LPG dan bahan baku untuk kebutuhan industri petrokimia.

    Camat Balikpapan Utara, Umar Adi menambahkan, informasi awal mengenai tahapan pengoperasian kilang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama warga yang permukimannya berbatasan langsung dengan aset Pertamina.

    Kata dia, sosialisasi menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, warga tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

    “Informasi awal seperti ini sangat dibutuhkan warga yang lokasinya berhimpitan langsung dengan aset Pertamina,” tambah Umar.

    Selain memberikan penjelasan mengenai aktivitas yang mungkin muncul selama commissioning dan uji operasi, rangkaian sosialisasi di masing-masing kecamatan juga diisi dengan sesi tanya jawab.

    Masyarakat, khususnya para Ketua RT dan tokoh masyarakat, turut mendapatkan pembekalan melalui simulasi penanggulangan kebakaran. Dalam simulasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan praktik pemadaman api menggunakan kain basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

    “Pembekalan diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat apabila sewaktu-waktu menghadapi kondisi kedaruratan,” harapnya.

    Pengenalan sistem peringatan juga menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi keselamatan dan edukasi kedaruratan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan KPB bersama jajaran kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan unsur RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.

    “Secara keseluruhan, kegiatan edukasi tersebut menyasar lebih dari 500 warga yang tinggal di kawasan permukiman sekitar kilang,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Antisipasi Uji Operasi Kilang Baru, PT KPB Edukasi Warga Sekitar Sejak Dini

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    12 Agustus 2026 pukul 17:47 WITA

    PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat menjelang pelaksanaan fase commissioning dan uji operasi proyek strategis nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. (Foto: Humas KPB)

    Balikpapan - PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mulai memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar area kilang, menjelang pelaksanaan fase commissioning dan uji operasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

    Edukasi tersebut menyasar masyarakat di empat kecamatan yang berbatasan langsung dengan area kilang, yakni Balikpapan Utara, Barat, Tengah dan Kota.

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami berbagai aktivitas yang mungkin muncul selama proses awal pengoperasian unit-unit kilang baru.

    “Dengan pemahaman tersebut, warga diharapkan tidak panik maupun salah memahami kondisi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka,” ucap VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).

    Asep mengatakan, penyampaian informasi sejak dini penting dilakukan karena sebagian besar konstruksi fisik unit-unit kilang baru telah rampung dan memasuki tahapan menuju pengoperasian.

    Menurutnya, pada fase commissioning dan uji operasi, masyarakat berpotensi melihat atau mendengar sejumlah aktivitas yang merupakan bagian dari proses awal pengoperasian kilang.

    Salah satunya adalah peningkatan nyala flare atau obor yang dapat terjadi untuk sementara waktu, sebagai bagian dari penyesuaian sistem operasi.

    “Selain itu, warga juga berpotensi mendengar suara bising dari kegiatan pembersihan pipa menggunakan uap bertekanan tinggi (steam blowing),” jelasnya.

    Aktivitas lainnya berupa munculnya hembusan uap berwarna putih dari proses pemanasan air untuk kebutuhan pembangkitan listrik dan utilitas unit operasi.

    Dia menegaskan, uap putih tersebut merupakan uap air murni dan bukan polusi berbahaya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung panik apabila melihat kondisi tersebut selama tahapan awal pengoperasian kilang berlangsung.

    “Informasi ini kami sampaikan sejak awal agar masyarakat mengetahui aktivitas apa saja yang mungkin terjadi dan memahami bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses commissioning dan uji operasi,” ujarnya.

    Ia menambahkan, seluruh rangkaian proses diawasi secara ketat. Pemantauan kualitas udara dan tingkat kebisingan dilakukan secara berkala selama 24 jam dengan melibatkan laboratorium lingkungan independen yang telah terakreditasi.

    Menurut Asep, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan edukasi masyarakat tersebut merupakan bagian dari komitmen KPB untuk membangun pemahaman mengenai keselamatan dan manajemen kedaruratan sejak dini

    “Khususnya bagi masyarakat yang tinggal berdekatan dengan area kilang,” lanjutnya.

    KPB merupakan perusahaan yang mendapat amanah untuk mengelola PSN RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan hingga mencapai 360.000 barel per hari.

    Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Kilang Balikpapan nantinya menjadi salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia. Salah satu unit utama dalam pengembangan kilang tersebut adalah Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC).

    “Unit ini berfungsi mengolah minyak residu menjadi berbagai produk bahan bakar berkualitas tinggi, di antaranya Pertamax, Pertalite, Diesel dan Avtur,” paparnya.

    Selain menghasilkan produk bahan bakar minyak (BBM), unit tersebut juga menghasilkan produk non-BBM, seperti LPG dan bahan baku untuk kebutuhan industri petrokimia.

    Camat Balikpapan Utara, Umar Adi menambahkan, informasi awal mengenai tahapan pengoperasian kilang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama warga yang permukimannya berbatasan langsung dengan aset Pertamina.

    Kata dia, sosialisasi menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, warga tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

    “Informasi awal seperti ini sangat dibutuhkan warga yang lokasinya berhimpitan langsung dengan aset Pertamina,” tambah Umar.

    Selain memberikan penjelasan mengenai aktivitas yang mungkin muncul selama commissioning dan uji operasi, rangkaian sosialisasi di masing-masing kecamatan juga diisi dengan sesi tanya jawab.

    Masyarakat, khususnya para Ketua RT dan tokoh masyarakat, turut mendapatkan pembekalan melalui simulasi penanggulangan kebakaran. Dalam simulasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan praktik pemadaman api menggunakan kain basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

    “Pembekalan diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat apabila sewaktu-waktu menghadapi kondisi kedaruratan,” harapnya.

    Pengenalan sistem peringatan juga menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi keselamatan dan edukasi kedaruratan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan KPB bersama jajaran kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan unsur RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.

    “Secara keseluruhan, kegiatan edukasi tersebut menyasar lebih dari 500 warga yang tinggal di kawasan permukiman sekitar kilang,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)