Seputar Kaltim

    Antisipasi Sampah Meluap, Wali Kota Samarinda Minta Pembangunan Tanggul di TPA Sambutan Dipercepat

    Penulis:Tria|Redaktur:Rudianto
    09 Desember 2024 pukul 08:38 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau TPA Sambutan pada Sabtu (7/12/2024) lalu. (Foto: Dok. Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Peningkatan produksi sampah harian di Kota Samarinda yang mencapai 600 ton menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menekankan pentingnya langkah cepat untuk mencegah dampak limbah sampah terhadap masyarakat dan lingkungan. 

    Apalagi saat ini Samarinda hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA), di mana TPA Bukit Pinang yang sebelumnya digunakan telah dikurangi pemakaiannya dan dialihkan ke TPA Sambutan.  

    Orang nomor satu di Samarinda itu berpendapat, persoalan sampah ini bukan hanya tentang kapasitas tempat pembuangannya saja, tapi juga perihal potensi yang dirasakan oleh lingkungan sekitarnya. 

    “Sampah ini bukan hanya masalah kapasitas di TPA Sambutan, tapi juga potensi dampaknya pada lingkungan sekitar. Kalau tidak dikelola dengan baik, limbahnya bisa mengalir ke kawasan seperti Makroman,” ujar Andi Harun. 

    Oleh karena itu, ia ingin agar pembangunan tanggul dan kolam penampungan di TPA Sambutan sebagai langkah mitigasi bisa dipercepat. Pembangunan itu dilakukan bersamaan dengan pemotongan bukit disekitarnya untuk memperluas area TPA. 

    Pria dengan sapaan AH itu memberikan tenggat waktu dua minggu untuk menyelesaikan pekerjaan badan tanggul, yang akan dilengkapi dengan penanaman pohon dan pemasangan barier guna menjaga stabilitas tanggul dalam jangka panjang.  

    Langkah ini, kata AH, tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pada perlindungan lingkungan. Menurutnya, penting untuk memastikan limbah tidak mencemari kawasan permukiman dan ekosistem di sekitar TPA. 

    Selain upaya fisik, pihaknya juga tenga menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah investasi teknologi dengan perusahaan asal Malaysia. Di mana teknologi ini diharapkan dapat mengubah sampah menjadi sumber energi sekaligus mengurangi beban TPA.  

    “Kolaborasi dengan pihak Malaysia masih dalam tahap pembahasan. Sambil menunggu, kami terus memperluas cakupan TPA Sambutan dan mempelajari opsi pembangunan incinerator untuk pengelolaan sampah yang lebih modern,” ungkapnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Antisipasi Sampah Meluap, Wali Kota Samarinda Minta Pembangunan Tanggul di TPA Sambutan Dipercepat

    Penulis:Tria|Redaktur:Rudianto
    09 Desember 2024 pukul 08:38 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau TPA Sambutan pada Sabtu (7/12/2024) lalu. (Foto: Dok. Pemkot Samarinda/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Peningkatan produksi sampah harian di Kota Samarinda yang mencapai 600 ton menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menekankan pentingnya langkah cepat untuk mencegah dampak limbah sampah terhadap masyarakat dan lingkungan. 

    Apalagi saat ini Samarinda hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA), di mana TPA Bukit Pinang yang sebelumnya digunakan telah dikurangi pemakaiannya dan dialihkan ke TPA Sambutan.  

    Orang nomor satu di Samarinda itu berpendapat, persoalan sampah ini bukan hanya tentang kapasitas tempat pembuangannya saja, tapi juga perihal potensi yang dirasakan oleh lingkungan sekitarnya. 

    “Sampah ini bukan hanya masalah kapasitas di TPA Sambutan, tapi juga potensi dampaknya pada lingkungan sekitar. Kalau tidak dikelola dengan baik, limbahnya bisa mengalir ke kawasan seperti Makroman,” ujar Andi Harun. 

    Oleh karena itu, ia ingin agar pembangunan tanggul dan kolam penampungan di TPA Sambutan sebagai langkah mitigasi bisa dipercepat. Pembangunan itu dilakukan bersamaan dengan pemotongan bukit disekitarnya untuk memperluas area TPA. 

    Pria dengan sapaan AH itu memberikan tenggat waktu dua minggu untuk menyelesaikan pekerjaan badan tanggul, yang akan dilengkapi dengan penanaman pohon dan pemasangan barier guna menjaga stabilitas tanggul dalam jangka panjang.  

    Langkah ini, kata AH, tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga pada perlindungan lingkungan. Menurutnya, penting untuk memastikan limbah tidak mencemari kawasan permukiman dan ekosistem di sekitar TPA. 

    Selain upaya fisik, pihaknya juga tenga menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah investasi teknologi dengan perusahaan asal Malaysia. Di mana teknologi ini diharapkan dapat mengubah sampah menjadi sumber energi sekaligus mengurangi beban TPA.  

    “Kolaborasi dengan pihak Malaysia masih dalam tahap pembahasan. Sambil menunggu, kami terus memperluas cakupan TPA Sambutan dan mempelajari opsi pembangunan incinerator untuk pengelolaan sampah yang lebih modern,” ungkapnya.  

    (Sf/Rs)