Cari disini...
Seputar Kaltim
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Aparat gabungan dari TNI-Polri dan instansi terkait memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan aksi unjuk rasa berskala besar yang rencananya digelar pada Selasa (21/4/2026) besok.
Pengamanan berlapis akan difokuskan pada dua objek vital, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim, termasuk penyiagaan pagar kawat berduri.
Terkait penggunaan kawat berduri yang menjadi sorotan, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro meminta agar hal tersebut tidak dibesar-besarkan.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut murni merupakan upaya preventif untuk menjaga kondusivitas.
"Itu merupakan salah satu hal untuk mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal yang negatif. Kalaupun tidak ada niat jahat atau niat jelek, melihat pintu pagarnya (berkawat) tentu tidak akan menjadi masalah. Itu salah satu masukan kita juga agar terhindar dari hal negatif," tegas Irjen Pol Endar usai memimpin Apel Gelar Pasukan, Senin (20/4/2026).
Untuk mengamankan jalannya penyampaian aspirasi tersebut, aparat gabungan yang diturunkan mengalami penambahan secara proporsional.
Dari rencana awal 1.700 personel, kini ditingkatkan menjadi 2.263 personel. Pasukan ini terdiri dari 1.599 personel kepolisian, 70 personel TNI, dan 564 orang dari instansi terkait.
Kapolda menjelaskan, penambahan personel ini disesuaikan dengan situasi dan eskalasi objek pengamanan, agar seimbang dengan jumlah massa yang akan hadir.
Meski pengamanan diperketat, aparat di lapangan diinstruksikan untuk tetap mengedepankan paradigma pelayanan.
"Paradigma pelayanan kita bukan paradigma kontra. Kita melakukan pendekatan yang humanis, preemtif, dan preventif. Sehingga pelaksanaan unjuk rasa bisa berjalan lancar," tambahnya.
Irjen Pol Endar juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang berniat menunggangi aksi damai ini. Terkait penggunaan gas air mata, Kapolda memastikan bahwa penggunaannya akan sangat selektif.
"Gas air mata itu ada tahapannya, ada eskalasi kriterianya. Nanti kalau seandainya diperlukan baru kita pakai, kalau tidak perlu ya tidak," jelasnya.
Di tempat yang sama, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan kesiapan jajarannya dalam mem-back up kepolisian.
Meski pasukan yang disiagakan di lapangan berjumlah 70 orang, unsur TNI dari Korem, Kodim, hingga Batalyon 611 telah disiapkan jika eskalasi meningkat.
"Kami siap melakukan perbantuan kepada Polri sesuai aturan yang berlaku secara profesional dan humanis. Prajurit TNI disiapkan di titik-titik kuat. Begitu Pak Kapolda meminta TNI untuk membantu di lingkungan Samarinda, kita semuanya siap," pungkas Mayjen Krido.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Aparat gabungan dari TNI-Polri dan instansi terkait memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan aksi unjuk rasa berskala besar yang rencananya digelar pada Selasa (21/4/2026) besok.
Pengamanan berlapis akan difokuskan pada dua objek vital, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim, termasuk penyiagaan pagar kawat berduri.
Terkait penggunaan kawat berduri yang menjadi sorotan, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro meminta agar hal tersebut tidak dibesar-besarkan.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut murni merupakan upaya preventif untuk menjaga kondusivitas.
"Itu merupakan salah satu hal untuk mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal yang negatif. Kalaupun tidak ada niat jahat atau niat jelek, melihat pintu pagarnya (berkawat) tentu tidak akan menjadi masalah. Itu salah satu masukan kita juga agar terhindar dari hal negatif," tegas Irjen Pol Endar usai memimpin Apel Gelar Pasukan, Senin (20/4/2026).
Untuk mengamankan jalannya penyampaian aspirasi tersebut, aparat gabungan yang diturunkan mengalami penambahan secara proporsional.
Dari rencana awal 1.700 personel, kini ditingkatkan menjadi 2.263 personel. Pasukan ini terdiri dari 1.599 personel kepolisian, 70 personel TNI, dan 564 orang dari instansi terkait.
Kapolda menjelaskan, penambahan personel ini disesuaikan dengan situasi dan eskalasi objek pengamanan, agar seimbang dengan jumlah massa yang akan hadir.
Meski pengamanan diperketat, aparat di lapangan diinstruksikan untuk tetap mengedepankan paradigma pelayanan.
"Paradigma pelayanan kita bukan paradigma kontra. Kita melakukan pendekatan yang humanis, preemtif, dan preventif. Sehingga pelaksanaan unjuk rasa bisa berjalan lancar," tambahnya.
Irjen Pol Endar juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang berniat menunggangi aksi damai ini. Terkait penggunaan gas air mata, Kapolda memastikan bahwa penggunaannya akan sangat selektif.
"Gas air mata itu ada tahapannya, ada eskalasi kriterianya. Nanti kalau seandainya diperlukan baru kita pakai, kalau tidak perlu ya tidak," jelasnya.
Di tempat yang sama, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan kesiapan jajarannya dalam mem-back up kepolisian.
Meski pasukan yang disiagakan di lapangan berjumlah 70 orang, unsur TNI dari Korem, Kodim, hingga Batalyon 611 telah disiapkan jika eskalasi meningkat.
"Kami siap melakukan perbantuan kepada Polri sesuai aturan yang berlaku secara profesional dan humanis. Prajurit TNI disiapkan di titik-titik kuat. Begitu Pak Kapolda meminta TNI untuk membantu di lingkungan Samarinda, kita semuanya siap," pungkas Mayjen Krido.
(Sf/Rs)