Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur, Siti Farisyah Yana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengambil langkah proaktif untuk menjamin ketersediaan pangan di Kaltim. Terutama jelang lebaran mendekat, momen ini sebagai momen yang paling dinanti dan juga membawa kekhawatiran akan keamanan stok pangan.
Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah Yana mengungkapkan, DPTPH Kaltim juga telah menyiapkan cadangan pangan sebanyak 900 ton. Cadangan ini terkhusus untuk keadaan yang mendesak, yakni bencana dan keadaan darurat lainnya. Menurutnya, jika menjelang lebaran ini dibutuhkan untuk menekan inflasi, pihaknya akan menyiapkan itu.
"Ini adalah langkah antisipasi kami untuk menghadapi kemungkinan bencana atau situasi darurat lainnya," kata Yana setelah rapat inflasi di Samarinda, Kamis (14/3/2024).
"Biasanya, kami memiliki cadangan sekitar 7000 ton. Namun, dengan 900 ton yang kami miliki saat ini, kami yakin dapat memenuhi kebutuhan pangan wilayah ini selama satu bulan," lanjutnya.
Ia juga menuturkan langkah lainnya, yakni pemantauan harga bahan pangan. Kegiatan yang dilakukan sejak sebelum Ramadhan ini rutin dilakukan karena menjadi prioritas untuk mencegah inflasi.
"Harga bahan pangan sangat fluktuatif dan bisa berubah setiap jam. Kami berupaya keras untuk menyiapkan pasokan pangan yang cukup hingga Lebaran," paparnya.
DPTPH Kaltim tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan stakeholder terkait menjadi kunci dalam pengecekan ketersediaan bahan pokok penting dan distribusi produksi pangan. Pengecekan ini dilakukan tidak hanya di pusat distribusi utama seperti Samarinda, tetapi juga di daerah penghasil pangan, termasuk Kutai Kartanega yang baru saja melaksanakan panen padi.
"Kami telah menyiapkan dan mengecek kondisi distribusi barang jauh-jauh hari. Ini merupakan bagian dari fungsi kami dalam pengendalian inflasi, yang dimulai dari produksi hingga pemantauan neraca pangan," jelasnya.
Selain itu, DPTPH Kaltim juga mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat untuk menghindari panic buying. Yana menekankan pentingnya pembelian yang bijak. "Yang paling penting, kami ingin masyarakat tidak panik dan membeli secara berlebihan. Cukup beli sesuai kebutuhan," imbau Yana.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, DPTPH Kaltim berharap dapat memastikan keamanan pangan dan stabilitas harga di Kaltim, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan tanpa kekhawatiran akan kekurangan pangan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur, Siti Farisyah Yana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengambil langkah proaktif untuk menjamin ketersediaan pangan di Kaltim. Terutama jelang lebaran mendekat, momen ini sebagai momen yang paling dinanti dan juga membawa kekhawatiran akan keamanan stok pangan.
Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah Yana mengungkapkan, DPTPH Kaltim juga telah menyiapkan cadangan pangan sebanyak 900 ton. Cadangan ini terkhusus untuk keadaan yang mendesak, yakni bencana dan keadaan darurat lainnya. Menurutnya, jika menjelang lebaran ini dibutuhkan untuk menekan inflasi, pihaknya akan menyiapkan itu.
"Ini adalah langkah antisipasi kami untuk menghadapi kemungkinan bencana atau situasi darurat lainnya," kata Yana setelah rapat inflasi di Samarinda, Kamis (14/3/2024).
"Biasanya, kami memiliki cadangan sekitar 7000 ton. Namun, dengan 900 ton yang kami miliki saat ini, kami yakin dapat memenuhi kebutuhan pangan wilayah ini selama satu bulan," lanjutnya.
Ia juga menuturkan langkah lainnya, yakni pemantauan harga bahan pangan. Kegiatan yang dilakukan sejak sebelum Ramadhan ini rutin dilakukan karena menjadi prioritas untuk mencegah inflasi.
"Harga bahan pangan sangat fluktuatif dan bisa berubah setiap jam. Kami berupaya keras untuk menyiapkan pasokan pangan yang cukup hingga Lebaran," paparnya.
DPTPH Kaltim tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan stakeholder terkait menjadi kunci dalam pengecekan ketersediaan bahan pokok penting dan distribusi produksi pangan. Pengecekan ini dilakukan tidak hanya di pusat distribusi utama seperti Samarinda, tetapi juga di daerah penghasil pangan, termasuk Kutai Kartanega yang baru saja melaksanakan panen padi.
"Kami telah menyiapkan dan mengecek kondisi distribusi barang jauh-jauh hari. Ini merupakan bagian dari fungsi kami dalam pengendalian inflasi, yang dimulai dari produksi hingga pemantauan neraca pangan," jelasnya.
Selain itu, DPTPH Kaltim juga mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat untuk menghindari panic buying. Yana menekankan pentingnya pembelian yang bijak. "Yang paling penting, kami ingin masyarakat tidak panik dan membeli secara berlebihan. Cukup beli sesuai kebutuhan," imbau Yana.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, DPTPH Kaltim berharap dapat memastikan keamanan pangan dan stabilitas harga di Kaltim, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan tanpa kekhawatiran akan kekurangan pangan.
(Sf/Rs)