Seputar Kaltim

    Antisipasi Kerusakan, BPBD Rutin Cek Tumpukan Gulma yang Hanyut di Sungai Tenggarong

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    22 Januari 2024 pukul 19:58 WITA

    BPBD dibantu masyarakat melakukan pengecekan dan pembersihan Gulma di sungai Kartini, Kecamatan Tenggarong. (Dok. BPBD Kukar)

    Tenggarong - BPBD Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pengecekan terhadap tumpukan di Sungai Tenggarong, Kecamatan Tenggarong menuju sungai mahakam.

    Pengecekan ini dilakukan demi mengantisipasi kerusakan yang terjadi akibat tumpukan gulma yang hanyut tersebut/
    Ini disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPDB Kukar, Abdal.

    Ia mengatakan persoalan tumpukan gulma ini masih ditangani, mulai Bekotok sudah menuju ke arah jembatan tiga. 

    "Tumpukan rumput itu panjangnya ke bawah bervariasi, bahkan sampai satu meter lebih akar. Ini yang menyebabkan gulma susah teruai dan kayu-kayu yang ikut larut, lebar tumpukannya sekitar 30 meter," kata Abdal, Senin (22/1/2024).

    Kata dia, tumpukan rumput tersebut merupakan rumput yang sebelumnya tumbuh di tanah pinggir sungai. Begitu air pasang, maka gulma itu terangkat dengan membawa material tanah, sehingga menjadi berat.

    Di hari pertama, kata dia, BPBD mengerahkan 14 orang dibantu relawan PMI, Balakarcana gang lumpur GL33 dan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Tenggarong.

    "Kita hanya menggunakan mesin pemotong kayu seperti senso, parang dan tali. Nggak ada space untuk menggunkan penarik dari kawat karena posisi mobil tidak bisa masuk jembatan, terlalu sempit," ucapnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Antisipasi Kerusakan, BPBD Rutin Cek Tumpukan Gulma yang Hanyut di Sungai Tenggarong

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    22 Januari 2024 pukul 19:58 WITA

    BPBD dibantu masyarakat melakukan pengecekan dan pembersihan Gulma di sungai Kartini, Kecamatan Tenggarong. (Dok. BPBD Kukar)

    Tenggarong - BPBD Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pengecekan terhadap tumpukan di Sungai Tenggarong, Kecamatan Tenggarong menuju sungai mahakam.

    Pengecekan ini dilakukan demi mengantisipasi kerusakan yang terjadi akibat tumpukan gulma yang hanyut tersebut/
    Ini disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPDB Kukar, Abdal.

    Ia mengatakan persoalan tumpukan gulma ini masih ditangani, mulai Bekotok sudah menuju ke arah jembatan tiga. 

    "Tumpukan rumput itu panjangnya ke bawah bervariasi, bahkan sampai satu meter lebih akar. Ini yang menyebabkan gulma susah teruai dan kayu-kayu yang ikut larut, lebar tumpukannya sekitar 30 meter," kata Abdal, Senin (22/1/2024).

    Kata dia, tumpukan rumput tersebut merupakan rumput yang sebelumnya tumbuh di tanah pinggir sungai. Begitu air pasang, maka gulma itu terangkat dengan membawa material tanah, sehingga menjadi berat.

    Di hari pertama, kata dia, BPBD mengerahkan 14 orang dibantu relawan PMI, Balakarcana gang lumpur GL33 dan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Tenggarong.

    "Kita hanya menggunakan mesin pemotong kayu seperti senso, parang dan tali. Nggak ada space untuk menggunkan penarik dari kawat karena posisi mobil tidak bisa masuk jembatan, terlalu sempit," ucapnya.

    (Sf/By)