Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda, Anhar menyarankan untuk Penyediaan BUS untuk ASN. (Foto: Maulana/Seputarfakta)
Samarinda - Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar menyarankan Pemkot untuk mengadakan bus penjemputan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hal ini, kata Anhar, bisa mengurangi tingkat kemacetan di Kota Samarinda, khususnya di SPBU.
Sebab untuk mengatasi kemacetan bukan hanya sekedar menambah SPBU saja, tapi juga mengatasi asal usulnya, seperti halnya jumlah atau volume kendaraan.
"Bukan hanya SPBU saja yang ditambah, tapi penyebab kemacetan (Jumlah kendaraan) tersebut yang harus kita selesaikan," ungkapnya kepada seputarfakta.com, Kamis (30/3/2023).
Penyebab kemacetan dikarekan banyak faktor, termasuk dalam penggunaan kendaraan oleh ASN.
Dengan melakukan penjemputan pada ASN, maka bisa mengurangi volume kendaraan di jalan dan imbasnya tingkat kecametan bisa dikurangi oleh pemkot.
"ASN ini siapkan aja busnya. Nanti pagi-pagi jemput ASN dan antar ke OPD masing-masing," terangnya. Untuk kemacetan di SPBU, lanjut Anhar, perlu penelitian kembali secara ilmiah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengaku penyediaan bus atau transfortasi umum dalam perencanaan. Tapi ini lebih kepada anak sekolah.
"Kan kita lihat setiap pagi memang relatif macet, para orang tua yang kita lihat mengantar anaknya menggunakan mobil dan kendaraan pribadi lainnya," jelasnya.
Ia berharap adanya transportasi masal untuk anak sekolah bisa membuat kemacetan di Samarinda berkurang.
"Berharap dengan adanya transportasi umum bisa mengurangi kemacetan, termasuk penggunaan kendaraan pribadi," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda, Anhar menyarankan untuk Penyediaan BUS untuk ASN. (Foto: Maulana/Seputarfakta)
Samarinda - Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar menyarankan Pemkot untuk mengadakan bus penjemputan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hal ini, kata Anhar, bisa mengurangi tingkat kemacetan di Kota Samarinda, khususnya di SPBU.
Sebab untuk mengatasi kemacetan bukan hanya sekedar menambah SPBU saja, tapi juga mengatasi asal usulnya, seperti halnya jumlah atau volume kendaraan.
"Bukan hanya SPBU saja yang ditambah, tapi penyebab kemacetan (Jumlah kendaraan) tersebut yang harus kita selesaikan," ungkapnya kepada seputarfakta.com, Kamis (30/3/2023).
Penyebab kemacetan dikarekan banyak faktor, termasuk dalam penggunaan kendaraan oleh ASN.
Dengan melakukan penjemputan pada ASN, maka bisa mengurangi volume kendaraan di jalan dan imbasnya tingkat kecametan bisa dikurangi oleh pemkot.
"ASN ini siapkan aja busnya. Nanti pagi-pagi jemput ASN dan antar ke OPD masing-masing," terangnya. Untuk kemacetan di SPBU, lanjut Anhar, perlu penelitian kembali secara ilmiah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengaku penyediaan bus atau transfortasi umum dalam perencanaan. Tapi ini lebih kepada anak sekolah.
"Kan kita lihat setiap pagi memang relatif macet, para orang tua yang kita lihat mengantar anaknya menggunakan mobil dan kendaraan pribadi lainnya," jelasnya.
Ia berharap adanya transportasi masal untuk anak sekolah bisa membuat kemacetan di Samarinda berkurang.
"Berharap dengan adanya transportasi umum bisa mengurangi kemacetan, termasuk penggunaan kendaraan pribadi," pungkasnya.
(Sf/By)