Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi kebakaran. (Foto: Freepik)
Bontang - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang memberi imbauan cara menghindari korsleting listrik yang kerap menjadi pemicu kebakaran.
Kepala Disdamakarta Bontang, Amiluddin mengatakan, setidaknya ada delapan hal utama yang perlu menjadi perhatian mesyarakat untuk menghindari musibah kebakaran akibat korsleting listrik.
Pertama, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kabel yang ada di rumah jika ada yang mengalami kerusakan. Kondisi kabel listrik yang mengalami kerusakan bisa memicu hubungan arus pendek yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kemudian, hindari overload atau jangan membebani satu jalur listrik atau stop kontak dengan arus yang melebihi kapasitasnya, karena itu bisa membuat kabel panas, meleleh, lalu memicu korsleting.
Selanjutnya, gunakan alat listrik yang sudah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Keempat, jangan menyambung kabel sembarangan.
“Lalu sebusa mungkin jauhkan air dari sambungan listrik,” ujar Amiluddin.
Langkah selanjutnya, pasang pemutus arus otomatis yakni alat untuk memutus aliran listrik jika terjadi gangguan, supaya mencegah korsleting dan kebakaran.
“Kemudian, rutin melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala, dan terakhir, matikan alat listrik saat tidak digunakan,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi kebakaran. (Foto: Freepik)
Bontang - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang memberi imbauan cara menghindari korsleting listrik yang kerap menjadi pemicu kebakaran.
Kepala Disdamakarta Bontang, Amiluddin mengatakan, setidaknya ada delapan hal utama yang perlu menjadi perhatian mesyarakat untuk menghindari musibah kebakaran akibat korsleting listrik.
Pertama, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kabel yang ada di rumah jika ada yang mengalami kerusakan. Kondisi kabel listrik yang mengalami kerusakan bisa memicu hubungan arus pendek yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kemudian, hindari overload atau jangan membebani satu jalur listrik atau stop kontak dengan arus yang melebihi kapasitasnya, karena itu bisa membuat kabel panas, meleleh, lalu memicu korsleting.
Selanjutnya, gunakan alat listrik yang sudah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Keempat, jangan menyambung kabel sembarangan.
“Lalu sebusa mungkin jauhkan air dari sambungan listrik,” ujar Amiluddin.
Langkah selanjutnya, pasang pemutus arus otomatis yakni alat untuk memutus aliran listrik jika terjadi gangguan, supaya mencegah korsleting dan kebakaran.
“Kemudian, rutin melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala, dan terakhir, matikan alat listrik saat tidak digunakan,” tandasnya.
(Sf/Rs)