Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Ilustrasi petani menyenprotkan cairan pestisida (Dok: Freepik)
Tenggarong - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mengimbau para petani untuk tidak membunuh ular di lahan sawah saat membasmi hama alami, seperti tikus, hama putih palsu, walang sangit, wereng dan lainnya dengan menggunakan cairan pestisida.
“Pasti ada potensi gagal panen akibat serangan hama, tapi harus ada ambang batas pemakaian dosis karena di sawah ada musuh alami hama, yakni ular yang memakan tikus,” ujar Rifani, Senin (20/4/2026).
“Jadi saat membunuh hama jangan sampai musuh alaminya mati,” tambahnya.
Selain ular, terdapat beberapa jenis hewan dan serangga yang menjadi musuh alami hama di persawahan, mulai dari burung hantu, capung hingga laba-laba.
Rifani menyatakan apabila serangan hama tidak terkendali, Distanak Kukar akan melibatkan brigade pangan untuk melakukan upaya pengendalian di lapangan agar dampak yang ditimbulkan terhadap produktivitas pertanian dapat diminimalkan.
Brigade pangan, kata dia, memiliki senjata pamungkas untuk mengendalikan hama di persawahan yakni dua unit drone penyemprot yang dapat digunakan saat hama tidak dapat dikendalikan secara manual.
“Kalau hama tidak bisa dikendalikan, maka brigade pangan akan turun karena mereka punya dua drone penyiram sebagai sarana pengendalian hama,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Ilustrasi petani menyenprotkan cairan pestisida (Dok: Freepik)
Tenggarong - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mengimbau para petani untuk tidak membunuh ular di lahan sawah saat membasmi hama alami, seperti tikus, hama putih palsu, walang sangit, wereng dan lainnya dengan menggunakan cairan pestisida.
“Pasti ada potensi gagal panen akibat serangan hama, tapi harus ada ambang batas pemakaian dosis karena di sawah ada musuh alami hama, yakni ular yang memakan tikus,” ujar Rifani, Senin (20/4/2026).
“Jadi saat membunuh hama jangan sampai musuh alaminya mati,” tambahnya.
Selain ular, terdapat beberapa jenis hewan dan serangga yang menjadi musuh alami hama di persawahan, mulai dari burung hantu, capung hingga laba-laba.
Rifani menyatakan apabila serangan hama tidak terkendali, Distanak Kukar akan melibatkan brigade pangan untuk melakukan upaya pengendalian di lapangan agar dampak yang ditimbulkan terhadap produktivitas pertanian dapat diminimalkan.
Brigade pangan, kata dia, memiliki senjata pamungkas untuk mengendalikan hama di persawahan yakni dua unit drone penyemprot yang dapat digunakan saat hama tidak dapat dikendalikan secara manual.
“Kalau hama tidak bisa dikendalikan, maka brigade pangan akan turun karena mereka punya dua drone penyiram sebagai sarana pengendalian hama,” tandasnya.
(Sf/Lo)