Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinkes Kabupaten Paser, Amri Yulihardi (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser tengah bersiap menghadapi ancaman lonjakan gangguan kesehatan masyarakat pada fenomena El Nino.
Salah satu antisipasi yang dilakukan oleh pihaknya yaitu Sosialisasi Kesehatan melalui Puskesmas, Pusban dan rumah sakit di wilayah Paser.
Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi menjelaskan ancaman fenomena El Nino menjadi salah satu fokus perhatian oleh pihaknya, mengingat kemungkinan adanya perubahan iklim menjadi salah satu faktor gangguan kesehatan yang dapat dialami masyarakat.
"El Nino menjadi perhatian kami karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap lonjakan gangguan kesehatan masyarakat akibat perubahan iklim ekstrem," kata Amri Yulihardi, Jumat (17/4/2026).
Sosialisasi itu dilaksanakan pihaknya di 19 Puskesmas, 105 Puban dan dua rumah sakit di Paser. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk dapat menjaga kesehatan secara mandiri saat melakukan aktivitas di luar rumah dan tidak memeriksa kesehatan jika terjadi gejala sakit pada tubuh guna mengidentifikasi sejak dini penyakit mereka.
Bahkan Kebakaran Hutan (Karhutla) yang biasanya terjadi pada musim kemarau panjang juga menjadi perhatian pihaknya karena dapat menimbulkan polusi udara yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan.
"Pada saat kemarau panjang biasanya penyakit yang sering terjadi bersumber dari polusi udara. Maka itu kami harap masyarakat dapat selalu waspada terhadap segala ancaman kesehatan yang mengancam," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinkes Kabupaten Paser, Amri Yulihardi (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser tengah bersiap menghadapi ancaman lonjakan gangguan kesehatan masyarakat pada fenomena El Nino.
Salah satu antisipasi yang dilakukan oleh pihaknya yaitu Sosialisasi Kesehatan melalui Puskesmas, Pusban dan rumah sakit di wilayah Paser.
Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi menjelaskan ancaman fenomena El Nino menjadi salah satu fokus perhatian oleh pihaknya, mengingat kemungkinan adanya perubahan iklim menjadi salah satu faktor gangguan kesehatan yang dapat dialami masyarakat.
"El Nino menjadi perhatian kami karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap lonjakan gangguan kesehatan masyarakat akibat perubahan iklim ekstrem," kata Amri Yulihardi, Jumat (17/4/2026).
Sosialisasi itu dilaksanakan pihaknya di 19 Puskesmas, 105 Puban dan dua rumah sakit di Paser. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk dapat menjaga kesehatan secara mandiri saat melakukan aktivitas di luar rumah dan tidak memeriksa kesehatan jika terjadi gejala sakit pada tubuh guna mengidentifikasi sejak dini penyakit mereka.
Bahkan Kebakaran Hutan (Karhutla) yang biasanya terjadi pada musim kemarau panjang juga menjadi perhatian pihaknya karena dapat menimbulkan polusi udara yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan.
"Pada saat kemarau panjang biasanya penyakit yang sering terjadi bersumber dari polusi udara. Maka itu kami harap masyarakat dapat selalu waspada terhadap segala ancaman kesehatan yang mengancam," tutupnya.
(Sf/Lo)