Seputar Kaltim

    Antisipasi Bencana di Kaltim, Dinsos Mulai Perbaiki Manajemen Pengungsi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Mei 2024 pukul 19:51 WITA

    Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Perubahan iklim di Kalimantan Timur berdampak pada terjadinya bencana alam yang mengakibatkan hilangnya fungsi ekosistem. Seperti yang baru terjadi yakni bencana Banjir di Mahakam Ulu. Melihat potensi bencana yang semakin meningkat, Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim mengadakan pelatihan penanganan gawat darurat bencana untuk petugas manajemen pengungsi.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi potensi beragam ancaman bencana, terutama seiring pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.

    "Pelatihan ini merupakan bagian dari manajemen penanggulangan bencana yang komprehensif, mencakup dari dapur umum hingga manajemen tempat pengungsian," kata Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Selasa (21/5/2024).

    Dalam pelatihan ini, pihaknya fokus pada penyediaan layanan terbaik bagi warga yang terdampak bencana. Hal ini melibatkan persiapan shelter yang layak dan berkesinambungan, dengan perencanaan matang yang mempertimbangkan kondisi lapangan.

    Andi memaparkan ini mencakup mekanisme respons terhadap bencana, termasuk penghitungan korban dan penyediaan fasilitas yang sesuai. Logistik dan makanan menjadi perhatian utama, dengan peningkatan kualitas petugas dari berbagai lembaga seperti Tagana, Pramuka, PMI, BPBD, dan penyandang disabilitas.

    "Kami mengedepankan prinsip nondiskriminatif di tempat penampungan. Kami juga memperhatikan kondisi khusus kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, serta mereka yang menderita penyakit menular," ungkap Andi.

    Lebih dari 50 peserta dari berbagai unsur mengikuti pelatihan ini, termasuk Tagana dari 10 kabupaten/kota, PMI, BPBD, Karang Taruna, penyandang disabilitas, dan lintas sektor.

    Materi pelatihan mencakup topik kekerasan terhadap anak dan perempuan di tempat pengungsian, penanganan kesehatan, sanitasi, wadah penampungan, hingga penyediaan nutrisi bagi pengungsi.

    "Kami akan menerapkan arahan untuk penanganan sosial dampak bencana dengan serius. Kami harus siap menanggulangi bencana dengan meningkatkan kapasitas manajemen pengungsian secara mendasar," tegas Andi.

    Pemilihan lokasi penampungan juga menjadi aspek kritis, tidak hanya harus dapat menampung jumlah pengungsi, tetapi juga harus nyaman, aman, dan terlindung dari penyakit.

    "Pendataan awal pengungsi menjadi langkah penting untuk mempersiapkan tempat penampungan yang memenuhi standar dan pelayanan yang layak kepada pengungsi," tambah Andi.

    Dengan pelatihan ini, Dinsos Kaltim berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan memberikan perlindungan yang optimal bagi warga yang membutuhkan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Antisipasi Bencana di Kaltim, Dinsos Mulai Perbaiki Manajemen Pengungsi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Mei 2024 pukul 19:51 WITA

    Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Perubahan iklim di Kalimantan Timur berdampak pada terjadinya bencana alam yang mengakibatkan hilangnya fungsi ekosistem. Seperti yang baru terjadi yakni bencana Banjir di Mahakam Ulu. Melihat potensi bencana yang semakin meningkat, Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim mengadakan pelatihan penanganan gawat darurat bencana untuk petugas manajemen pengungsi.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi potensi beragam ancaman bencana, terutama seiring pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.

    "Pelatihan ini merupakan bagian dari manajemen penanggulangan bencana yang komprehensif, mencakup dari dapur umum hingga manajemen tempat pengungsian," kata Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Selasa (21/5/2024).

    Dalam pelatihan ini, pihaknya fokus pada penyediaan layanan terbaik bagi warga yang terdampak bencana. Hal ini melibatkan persiapan shelter yang layak dan berkesinambungan, dengan perencanaan matang yang mempertimbangkan kondisi lapangan.

    Andi memaparkan ini mencakup mekanisme respons terhadap bencana, termasuk penghitungan korban dan penyediaan fasilitas yang sesuai. Logistik dan makanan menjadi perhatian utama, dengan peningkatan kualitas petugas dari berbagai lembaga seperti Tagana, Pramuka, PMI, BPBD, dan penyandang disabilitas.

    "Kami mengedepankan prinsip nondiskriminatif di tempat penampungan. Kami juga memperhatikan kondisi khusus kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, serta mereka yang menderita penyakit menular," ungkap Andi.

    Lebih dari 50 peserta dari berbagai unsur mengikuti pelatihan ini, termasuk Tagana dari 10 kabupaten/kota, PMI, BPBD, Karang Taruna, penyandang disabilitas, dan lintas sektor.

    Materi pelatihan mencakup topik kekerasan terhadap anak dan perempuan di tempat pengungsian, penanganan kesehatan, sanitasi, wadah penampungan, hingga penyediaan nutrisi bagi pengungsi.

    "Kami akan menerapkan arahan untuk penanganan sosial dampak bencana dengan serius. Kami harus siap menanggulangi bencana dengan meningkatkan kapasitas manajemen pengungsian secara mendasar," tegas Andi.

    Pemilihan lokasi penampungan juga menjadi aspek kritis, tidak hanya harus dapat menampung jumlah pengungsi, tetapi juga harus nyaman, aman, dan terlindung dari penyakit.

    "Pendataan awal pengungsi menjadi langkah penting untuk mempersiapkan tempat penampungan yang memenuhi standar dan pelayanan yang layak kepada pengungsi," tambah Andi.

    Dengan pelatihan ini, Dinsos Kaltim berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan memberikan perlindungan yang optimal bagi warga yang membutuhkan.

    (Sf/Rs)