Seputar Kaltim

    Antisipasi Balap Liar Saat Ramadan, Polres Kutim Intensifkan Patroli Subuh di San

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    22 Februari 2026 pukul 07:25 WITA

    Personel Polres Kutim melakukan patroli di Sangatta untuk mengantisipasi aksi balap liar selama Ramadan. (Dok. Polres Kutim)

    Sangatta - Memasuki bulan suci Ramadan, Polres Kutai Timur (Kutim) meningkatkan patroli subuh untuk mengantisipasi aksi balap liar di sejumlah titik rawan di Sangatta, Jumat (21/2/2026).

    Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Tikungan Sahara, yang kerap dijadikan arena adu kecepatan menjelang hingga selepas sahur.

    Personel kepolisian turun langsung melakukan penyisiran untuk memastikan situasi tetap aman dan arus lalu lintas berjalan tertib. Langkah ini sebagai upaya pencegahan gangguan kamtibmas selama Ramadan.

    Kasat Lantas AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan, patroli subuh rutin digelar untuk menekan potensi balap liar yang meresahkan masyarakat.

    “Kami menyasar lokasi-lokasi yang terindikasi rawan digunakan untuk aksi balap liar, salah satunya di kawasan Tikungan Sahara. Terutama pada jam-jam rawan seperti waktu subuh guna mencegah aksi yang meresahkan masyarakat,” ujar AKP Rezky.

    Ia menambahkan, balap liar tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal yang dapat merugikan pelaku maupun pengguna jalan lain.

    Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan patroli selama Ramadan merupakan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat saat beribadah.

    “Patroli subuh ini bukan hanya untuk mencegah balap liar, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beribadah dengan rasa aman, baik saat sahur, salat Subuh, maupun aktivitas pagi hari,” tegas AKBP Fauzan.

    Polres Kutim juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya serta meminta masyarakat segera melapor melalui layanan 110 jika menemukan potensi gangguan keamanan.

    "Kami berharap dukungan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Antisipasi Balap Liar Saat Ramadan, Polres Kutim Intensifkan Patroli Subuh di San

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    22 Februari 2026 pukul 07:25 WITA

    Personel Polres Kutim melakukan patroli di Sangatta untuk mengantisipasi aksi balap liar selama Ramadan. (Dok. Polres Kutim)

    Sangatta - Memasuki bulan suci Ramadan, Polres Kutai Timur (Kutim) meningkatkan patroli subuh untuk mengantisipasi aksi balap liar di sejumlah titik rawan di Sangatta, Jumat (21/2/2026).

    Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Tikungan Sahara, yang kerap dijadikan arena adu kecepatan menjelang hingga selepas sahur.

    Personel kepolisian turun langsung melakukan penyisiran untuk memastikan situasi tetap aman dan arus lalu lintas berjalan tertib. Langkah ini sebagai upaya pencegahan gangguan kamtibmas selama Ramadan.

    Kasat Lantas AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan, patroli subuh rutin digelar untuk menekan potensi balap liar yang meresahkan masyarakat.

    “Kami menyasar lokasi-lokasi yang terindikasi rawan digunakan untuk aksi balap liar, salah satunya di kawasan Tikungan Sahara. Terutama pada jam-jam rawan seperti waktu subuh guna mencegah aksi yang meresahkan masyarakat,” ujar AKP Rezky.

    Ia menambahkan, balap liar tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal yang dapat merugikan pelaku maupun pengguna jalan lain.

    Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan patroli selama Ramadan merupakan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat saat beribadah.

    “Patroli subuh ini bukan hanya untuk mencegah balap liar, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beribadah dengan rasa aman, baik saat sahur, salat Subuh, maupun aktivitas pagi hari,” tegas AKBP Fauzan.

    Polres Kutim juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya serta meminta masyarakat segera melapor melalui layanan 110 jika menemukan potensi gangguan keamanan.

    "Kami berharap dukungan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan," tutupnya.

    (Sf/Rs)