Cari disini...
Seputar Kaltim
Deputi Otorita IKN Bidang Sosial dan Budaya, Alimuddin saat berada di kawasan Ibu Kota Nusantara. (Foto: Tangkapan layar/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke IKN selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Deputi Otorita IKN Bidang Sosial dan Budaya, Alimuddin menyebut ada dua faktor utama yang mendorong lonjakan kunjungan tersebut.
Pertama, IKN memiliki daya tarik tersendiri yang semakin kuat, terutama saat periode libur nataru. Kedua, masyarakat ingin mencoba langsung jalan tol menuju IKN yang baru dioperasikan.
“Dengan dua faktor itu, kami memastikan jumlah pengunjung akan jauh lebih banyak,” ucap Alimuddin kepada awak media, Sabtu (27/12/2025).
Berdasarkan data Otorita IKN, pada satu hari tercatat sebanyak 10.050 kendaraan roda empat masuk ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Jika diasumsikan satu kendaraan membawa tiga hingga empat orang, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 36.700 orang.
“Animonya sangat besar. Apalagi kemarin kami sempat membuka pagar Istana Merdeka agar warga bisa berfoto-foto,” katanya.
Menurutnya, kebijakan membuka akses tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung kondisi IKN. Dengan begitu, berbagai informasi keliru atau hoaks yang beredar dapat terjawab.
“Seeing is believing. Datang sendiri, lihat sendiri, lalu silakan bercerita tentang apa yang dilihat di IKN dengan benar, supaya tidak terus menjadi polemik yang tidak baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, hal istimewa tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya adalah kepastian bahwa pembangunan IKN terus berlanjut. Hal itu sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang mengatur langkah-langkah pembangunan IKN.
Selain itu, Otorita IKN ingin memastikan masyarakat tidak salah paham atau terpengaruh oleh asumsi pihak-pihak yang belum pernah datang ke IKN.
“Kami tidak menargetkan angka kunjungan tertentu. Kami hanya ingin memperlihatkan bahwa pembangunan IKN memang layak dan terus berjalan,” imbuhnya.
Saat ini, pembangunan tahap kedua di sisi kiri dan kanan kawasan Istana yang akan menjadi ekosistem legislatif dan yudikatif telah dimulai. Progresnya masih pada tahap land clearing dan baru berjalan sekitar dua hingga tiga minggu.
Target penyelesaian pembangunan kawasan tersebut paling lambat awal 2028. Jika tidak ada kendala, pembangunan diharapkan rampung pada akhir 2027.
“Harapannya, pada 17 Agustus 2028 upacara Hari Kemerdekaan sudah bisa dilaksanakan di IKN. Sesuai arahan presiden, beliau juga akan berkantor di IKN sebagai Ibu Kota Politik,” terangnya.
Ia menegaskan penetapan IKN sebagai IKN berarti seluruh ekosistem politik akan terbentuk secara utuh. Hal itu sesuai dengan ketentuan undang-undang yang menyebut DPR RI bersidang paling sedikit satu kali dalam setahun di IKN, sehingga proses pengambilan kebijakan nasional akan berlangsung langsung dari IKN.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Deputi Otorita IKN Bidang Sosial dan Budaya, Alimuddin saat berada di kawasan Ibu Kota Nusantara. (Foto: Tangkapan layar/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke IKN selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Deputi Otorita IKN Bidang Sosial dan Budaya, Alimuddin menyebut ada dua faktor utama yang mendorong lonjakan kunjungan tersebut.
Pertama, IKN memiliki daya tarik tersendiri yang semakin kuat, terutama saat periode libur nataru. Kedua, masyarakat ingin mencoba langsung jalan tol menuju IKN yang baru dioperasikan.
“Dengan dua faktor itu, kami memastikan jumlah pengunjung akan jauh lebih banyak,” ucap Alimuddin kepada awak media, Sabtu (27/12/2025).
Berdasarkan data Otorita IKN, pada satu hari tercatat sebanyak 10.050 kendaraan roda empat masuk ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Jika diasumsikan satu kendaraan membawa tiga hingga empat orang, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 36.700 orang.
“Animonya sangat besar. Apalagi kemarin kami sempat membuka pagar Istana Merdeka agar warga bisa berfoto-foto,” katanya.
Menurutnya, kebijakan membuka akses tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung kondisi IKN. Dengan begitu, berbagai informasi keliru atau hoaks yang beredar dapat terjawab.
“Seeing is believing. Datang sendiri, lihat sendiri, lalu silakan bercerita tentang apa yang dilihat di IKN dengan benar, supaya tidak terus menjadi polemik yang tidak baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, hal istimewa tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya adalah kepastian bahwa pembangunan IKN terus berlanjut. Hal itu sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang mengatur langkah-langkah pembangunan IKN.
Selain itu, Otorita IKN ingin memastikan masyarakat tidak salah paham atau terpengaruh oleh asumsi pihak-pihak yang belum pernah datang ke IKN.
“Kami tidak menargetkan angka kunjungan tertentu. Kami hanya ingin memperlihatkan bahwa pembangunan IKN memang layak dan terus berjalan,” imbuhnya.
Saat ini, pembangunan tahap kedua di sisi kiri dan kanan kawasan Istana yang akan menjadi ekosistem legislatif dan yudikatif telah dimulai. Progresnya masih pada tahap land clearing dan baru berjalan sekitar dua hingga tiga minggu.
Target penyelesaian pembangunan kawasan tersebut paling lambat awal 2028. Jika tidak ada kendala, pembangunan diharapkan rampung pada akhir 2027.
“Harapannya, pada 17 Agustus 2028 upacara Hari Kemerdekaan sudah bisa dilaksanakan di IKN. Sesuai arahan presiden, beliau juga akan berkantor di IKN sebagai Ibu Kota Politik,” terangnya.
Ia menegaskan penetapan IKN sebagai IKN berarti seluruh ekosistem politik akan terbentuk secara utuh. Hal itu sesuai dengan ketentuan undang-undang yang menyebut DPR RI bersidang paling sedikit satu kali dalam setahun di IKN, sehingga proses pengambilan kebijakan nasional akan berlangsung langsung dari IKN.
(Sf/Lo)