Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Warga Balikpapan berpeluang mendapatkan akses angkutan kota (angkot) yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah merancang pembagian rute angkot yang memungkinkan layanan menjangkau jalan lingkungan, pasar, hingga kawasan sekolah.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman menyampaikan, perluasan jangkauan angkot akan dibahas melalui penyusunan rencana induk jaringan transportasi bertajuk Balikpapan Connectivity.
Dalam rencana tersebut, angkot tidak hanya diarahkan melayani jalan utama, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat di setiap wilayah.
“Boleh ke jalan lingkungan. Jadi kami akan siapkan segmen nanti, apakah mereka segmennya untuk angkutan pasar, angkutan anak sekolah, angkutan wisata, yang pada prinsipnya tujuannya hanya satu,” ucap Fadli sapaan akrabnya kepada media, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, pembagian rute akan mempertimbangkan jarak tempuh dan karakteristik kebutuhan transportasi di masing-masing kawasan. Dengan begitu, layanan angkot diharapkan lebih terarah dan mampu menjangkau masyarakat sesuai tujuan perjalanannya.
Rencana ini menjadi bagian dari penataan jaringan transportasi Balikpapan agar berbagai moda angkutan dapat terhubung.
“Untuk menyusun konsep tersebut, Dishub Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),” jelasnya.
Melalui Balikpapan Connectivity, pemerintah akan memetakan kebutuhan rute, integrasi antarmoda, serta fasilitas pendukung transportasi umum.
Dishub juga mempertimbangkan penerapan sistem pembayaran terpadu atau one payment. Skema ini diharapkan memudahkan masyarakat yang perlu menggunakan lebih dari satu moda transportasi untuk mencapai tujuan.
Kadishub menegaskan, penataan jaringan transportasi bukan untuk menghilangkan salah satu jenis layanan angkutan. Pemerintah ingin seluruh moda dapat beroperasi berdampingan dan saling mendukung.
“Semua segmen transportasi ini tidak ada yang dimatikan, semuanya bisa hidup bersama, berjalan beriringan,” tegasnya.
Meski demikian, rencana perluasan layanan angkot tetap akan disertai pemeriksaan kelayakan kendaraan. Dishub berencana membentuk tim untuk mengevaluasi perizinan dan kondisi armada, termasuk pemenuhan persyaratan Uji Kendaraan Bermotor (KIR).
Kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan kelayakan tidak diperbolehkan beroperasi. Pemeriksaan ini diperlukan untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang.
“Hingga saat ini, perluasan rute tersebut masih menjadi bagian dari perencanaan jaringan transportasi,” sambungnya.
Penentuan rute dan pembagian segmen akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan angkot yang lebih mudah dijangkau dan terintegrasi di Balikpapan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Warga Balikpapan berpeluang mendapatkan akses angkutan kota (angkot) yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah merancang pembagian rute angkot yang memungkinkan layanan menjangkau jalan lingkungan, pasar, hingga kawasan sekolah.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman menyampaikan, perluasan jangkauan angkot akan dibahas melalui penyusunan rencana induk jaringan transportasi bertajuk Balikpapan Connectivity.
Dalam rencana tersebut, angkot tidak hanya diarahkan melayani jalan utama, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat di setiap wilayah.
“Boleh ke jalan lingkungan. Jadi kami akan siapkan segmen nanti, apakah mereka segmennya untuk angkutan pasar, angkutan anak sekolah, angkutan wisata, yang pada prinsipnya tujuannya hanya satu,” ucap Fadli sapaan akrabnya kepada media, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, pembagian rute akan mempertimbangkan jarak tempuh dan karakteristik kebutuhan transportasi di masing-masing kawasan. Dengan begitu, layanan angkot diharapkan lebih terarah dan mampu menjangkau masyarakat sesuai tujuan perjalanannya.
Rencana ini menjadi bagian dari penataan jaringan transportasi Balikpapan agar berbagai moda angkutan dapat terhubung.
“Untuk menyusun konsep tersebut, Dishub Balikpapan telah menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),” jelasnya.
Melalui Balikpapan Connectivity, pemerintah akan memetakan kebutuhan rute, integrasi antarmoda, serta fasilitas pendukung transportasi umum.
Dishub juga mempertimbangkan penerapan sistem pembayaran terpadu atau one payment. Skema ini diharapkan memudahkan masyarakat yang perlu menggunakan lebih dari satu moda transportasi untuk mencapai tujuan.
Kadishub menegaskan, penataan jaringan transportasi bukan untuk menghilangkan salah satu jenis layanan angkutan. Pemerintah ingin seluruh moda dapat beroperasi berdampingan dan saling mendukung.
“Semua segmen transportasi ini tidak ada yang dimatikan, semuanya bisa hidup bersama, berjalan beriringan,” tegasnya.
Meski demikian, rencana perluasan layanan angkot tetap akan disertai pemeriksaan kelayakan kendaraan. Dishub berencana membentuk tim untuk mengevaluasi perizinan dan kondisi armada, termasuk pemenuhan persyaratan Uji Kendaraan Bermotor (KIR).
Kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan kelayakan tidak diperbolehkan beroperasi. Pemeriksaan ini diperlukan untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang.
“Hingga saat ini, perluasan rute tersebut masih menjadi bagian dari perencanaan jaringan transportasi,” sambungnya.
Penentuan rute dan pembagian segmen akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan angkot yang lebih mudah dijangkau dan terintegrasi di Balikpapan.
(Sf/Rs)