Seputar Kaltim

    Angka Stunting di Bontang Turun Jadi 12 Persen

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    26 Mei 2025 pukul 14:51 WITA

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Angka prevalensi stunting di Bontang turun menjadi 12 persen berdasarkan hasil operasi timbang serentak yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) di seluruh posyandu pada 6-10 Mei. 

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan Bontang menjadi kota dengan angka prevelensi stunting paling buruk di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni berada di atas 21 persen. Selama tiga tahun terakhir timbang serentak di Bontang tidak pernah mencapai 60 persen dan pada Mei 2025 capaian timbang serentak mencapai 99,94 persen yang menyasar lebih dari 10 ribu balita.

    “Di antaranya terdapat 1.700 balita yang bermasalah,” ujarnya, Senin (26/5/2025). 

    Namun tidak semua balita yang dinilai bermasalah tersebut mengalami stunting. Ia menyebut ada balita yang masuk kategori pendek karena genetik sebanyak 800, tetapi gizinya dinilai baik. Lalu sisanya 1.215 yang dinyatakan stunting.

    “Dinyatakan stunting dengan indikator panjang balita yang tidak normal dan gizinya tidak sesuai, lalu beberapa penilaian lainnya,” kata Neni.

    Dari total 1.215 jumlah balita stunting tersebut akan menjadi fokus Pemkot Bontang untuk diberikan intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

    “Dari total balita yang ditimbang, berarti ada 12 persen yang dinyatakan stunting dan akan kita intervensi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Angka Stunting di Bontang Turun Jadi 12 Persen

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    26 Mei 2025 pukul 14:51 WITA

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Angka prevalensi stunting di Bontang turun menjadi 12 persen berdasarkan hasil operasi timbang serentak yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) di seluruh posyandu pada 6-10 Mei. 

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan Bontang menjadi kota dengan angka prevelensi stunting paling buruk di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni berada di atas 21 persen. Selama tiga tahun terakhir timbang serentak di Bontang tidak pernah mencapai 60 persen dan pada Mei 2025 capaian timbang serentak mencapai 99,94 persen yang menyasar lebih dari 10 ribu balita.

    “Di antaranya terdapat 1.700 balita yang bermasalah,” ujarnya, Senin (26/5/2025). 

    Namun tidak semua balita yang dinilai bermasalah tersebut mengalami stunting. Ia menyebut ada balita yang masuk kategori pendek karena genetik sebanyak 800, tetapi gizinya dinilai baik. Lalu sisanya 1.215 yang dinyatakan stunting.

    “Dinyatakan stunting dengan indikator panjang balita yang tidak normal dan gizinya tidak sesuai, lalu beberapa penilaian lainnya,” kata Neni.

    Dari total 1.215 jumlah balita stunting tersebut akan menjadi fokus Pemkot Bontang untuk diberikan intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

    “Dari total balita yang ditimbang, berarti ada 12 persen yang dinyatakan stunting dan akan kita intervensi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)