Seputar Kaltim

    Angka Stunting di Bontang Tertinggi se-Kaltim, Wali Kota : Kita Malu, Perusahaan Banyak

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Maruly Zainuddin
    24 Maret 2025 pukul 21:59 WITA

    Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyoroti tingginya angka stunting di Bontang yang berada pada angka 21 persen. Presentase tersebut merupakan yang tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini.

    Ia mengatakan, dari 5 ribu bayi dan balita yang datang ke Posyandu untuk kontrol, 1.300 diantaranya mengalami stunting. Menurutnya, kondisi ini cukup membuat malu, mengingat Kota Bontang dikelilingi dengan perusahaan-perusahaan besar. “Angka stunting kita sangat prihatin yakni 21 persen, kita malu perusahaannya banyak tapi stuntingnya tinggi,” ujarnya Senin (24/3/2025).

    Salah satu faktor penyebab stunting lanjut Neni, yakni diakibatkan sanitasi yang buruk, penyakit kronis, dan gizi buruk, serta tidak mendapatkan akses air bersih yang baik. “Oleh karena itu, ini yang menjadi tugas kita bersama ke depan, untuk bersama-sama memberikan intervensi, guna memastikan penyebab stunting dapat dituntaskan," kata dia.

    Ia ingin, seluruh bayi dan balita di Bontang yang dinyatakan stunting, wajib diberikan makanan bergizi minimal dua kali sehari selama tiga bulan dan disediakan sanitasi baik. “Ke depan kita ingin program pemerintah berkolaborasi dengan perusahaan banyak difokuskan untuk menurunkan angka stunting,” ucap Neni.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Angka Stunting di Bontang Tertinggi se-Kaltim, Wali Kota : Kita Malu, Perusahaan Banyak

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Maruly Zainuddin
    24 Maret 2025 pukul 21:59 WITA

    Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyoroti tingginya angka stunting di Bontang yang berada pada angka 21 persen. Presentase tersebut merupakan yang tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini.

    Ia mengatakan, dari 5 ribu bayi dan balita yang datang ke Posyandu untuk kontrol, 1.300 diantaranya mengalami stunting. Menurutnya, kondisi ini cukup membuat malu, mengingat Kota Bontang dikelilingi dengan perusahaan-perusahaan besar. “Angka stunting kita sangat prihatin yakni 21 persen, kita malu perusahaannya banyak tapi stuntingnya tinggi,” ujarnya Senin (24/3/2025).

    Salah satu faktor penyebab stunting lanjut Neni, yakni diakibatkan sanitasi yang buruk, penyakit kronis, dan gizi buruk, serta tidak mendapatkan akses air bersih yang baik. “Oleh karena itu, ini yang menjadi tugas kita bersama ke depan, untuk bersama-sama memberikan intervensi, guna memastikan penyebab stunting dapat dituntaskan," kata dia.

    Ia ingin, seluruh bayi dan balita di Bontang yang dinyatakan stunting, wajib diberikan makanan bergizi minimal dua kali sehari selama tiga bulan dan disediakan sanitasi baik. “Ke depan kita ingin program pemerintah berkolaborasi dengan perusahaan banyak difokuskan untuk menurunkan angka stunting,” ucap Neni.

    (Sf/Mr)